Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 51


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Sekarang Gio tengah berdiri menatap tajam dua pria yang menundukkan kepala nya di depan nya, dengan tatapan tajam nya membuat kedua pria itu mengidik ngeri.


"SIAPA DARI KALIAN YANG MEMBERIKAN IDE UNTUK MEMBELI BUKET BUNGA? " Gio membuka Suara dengan nada kesal.


Will menunjuk Levi, sama hal nya dengan Levi sekarang yang menunjuk Will. will menatap tajam Levi dam levi juga menatap tajam Will. "Ku lah yang memberikan ide! " Ketus Levi terlebih dahulu.


"Bangst lo, lo yang kasih ide anjirrr" Serga will dengan cepat.


"Lo lah...gw cuma nurut kata lu aja" Ketus levi sekali lagi.


"Lo" Teriak Will


"Lo" Teriak Levi


Mereka berdebat layaknya tom and jarry tepat di depan Gio. Sedari tadi Gio menatap kedua tangan kanan nya yang tengah berdebat, jari-jari nya memijat pelipis kening nya yang terasa pening. ia merasa lelah apalagi kaki nya masih sakit untuk digunakan berjalan.


"HENTIKAN!!!" Teriak Gio dengan nada tinggi yang Mengema di sekitar rumah sakit.


Keduanya terdiam, dan mereka kembali memutuskan untuk menundukkan kepala nya. mereka takut untuk menatap wajah Tuan nya Gio. "Maaf Tuan... " Ucap kedua nya dengan serentak.


"Kali ini aku memaafkan kalian, tapi jika kalian berani memberikan bunga kepada Alea aku tidak akan mengampuni kalian. dan sekarang kalian berdua akan ku jadikan private bodyguard Alea" Ujar Gio menahan rasa cemburu di luguk hati nya.


"WHATT??! PRIVATE BODYGUARD?" Teriak keduanya secara serentak.


"Kenapa? tidak mau? " Tanya Gio dengan nada dingin dan penuh penekanan.


"Tuan jika kami menjadi private bodyguard nona manis, lalu siapa yang menjaga urusan klan? " Tanya Levi tanpa sadar menyebut Alea dengan nona manis.


Will menginjak kaki Kaki Levi, sehingga Levi merintis kesakitan kerena pinjakan Will. "Awwwhhh... sakit bangst" Ketus Levi.


"LEVI KAU MEMANGGIL ALEA DENGAN SEBUTAN APA? " tanya Gio sembari menepuk bahu Levi penuh penekanan.


"No-nona manis, eh mak-maksud ku nona Alea" Levi cengengesan, ia baru menyadari jika tadi ia keceplosan memanggil Alea dengan sebutan nona manis.


Gio melepaskan tangan nya dari bahu Levi. ia kembali menatap tajam levi dan Will. kali ini ia ingin membicarakan hal penting kepada mereka.


"AKU SENDIRI LAH YANG AKAN MENGURUS KLAN" Ucap dingin Gio.

__ADS_1


"KALIAN HANYA HARUS FOKUS MENJADI PRIVATE BODYGUARD ALEA" Kata Gio dengan tegas.


"Baik Tuan..." Ucap serentak kedua nya disertai hormat.


"NICE" Ujar Gio.


Gio melangkah kembali ke ruang rawat inap Alea, dengan diikuti oleh will dan levi di belakang nya. setiap Langkah Gio, di beri hormat oleh orang-orang rumah sakit mulai dari dokter, perawat, suster dan pasien.


semua orang disana tau, jika Seorang Gionandra Abraxas Kenanzo adalah orang yang paling berpengaruh dalam negara itu. mungkin dari itu mereka sangat menghormati Nya.



Visual Gionandra Abraxas Kenanzo


Beberapa orang disana terkesima dengan kewibawaan Gio, dulu mereka memandang Gio remeh karena ia lumpuh. tetapi setelah ia pulih mereka kembali menghormati nya, Gio merasa dipermainkan oleh masyarakat. tetapi ia tidak akan merasa sakit hati untuk itu karena ada seorang gadis yang merubah nya 100 persen yakni Alea.


Gio membuka pintu ruang rawat inap Alea, ia melihat keberadaan Sahabat Alea yakni Willona dan Gresciel. Willona dan Gresciel tersenyum kikuk dan memberikan hormat kepada Gio.


"SELAMAT PAGI TUAN GIO" Willona dan gresciel cengengesan tak jelas, karena mereka agak takut dengan Gio.


"Hemmm... " Jawaban Gio hanya deheman.


"Kami berdua diperintahkan oleh dokter hendra untuk Menganti perban Alea" Jawab Willona.


"Bolehkah Tuan Gio keluar sebentar, karena saya akan Menganti perban luka Alea" Willona berbicara dengan ragu.


"Kenapa aku harus keluar?" Tanya Gio tiba-tiba.


"Apakah Tuan tidak malu, melihat tubuh sahabat kami. makanya tuan keluar sebentar saja...." Ketus Gresciel tiba-tiba.


Gresciel menarik paksa Gio keluar, Willona dan Alea terbelalak melihat sikap bar-bar seorang gresciel. Alea dan Willona tak tau harus apa melihat Gio di paksa keluar oleh Gresciel.


"Gresciel apa yang kau lakukan?...." Tekan Willona menarik tangan Gresciel.


"Maafkan Sahabat saya Tuan Gio, dia tak bermaksud untuk mengusir anda" Willona merasa tak enak dengan Gio selaku suami Sahabat nya Alea.


Gio tak menghiraukan ucapan Willona, ia malah langsung pergi dengan wajah dingin dan datar. dibelakang Gio tetap sama yakni ada keberadaan will dan Levi.


......................

__ADS_1


di dalam ruang inap Alea, terjadi perdebatan antara Willona dan Gresciel. Alea hanya bisa diam sembari menatap perdebatan itu dengan tangan yang memijat kepala nya yang terasa pening. entah kenapa ia memiliki teman bar-bar seperti mereka.


"Hentikan ini... apa kalian tidak lelah berdebat setiap hari" Ucap Alea dengan nada kecil.


Willona dan Gresciel terdiam sesaat, mereka saling memandang dengan raut wajah menyesal karena membuat Alea Pusing.


"Akan ku ganti perban mu" Ujar Willona sembari membuka perban yang dililit di kepala Alea.


"Stthhh... " Desis Alea menahan rasa sakit.


Gresciel membantu Willona melepaskan perban yang berada di kepala Alea dengan sangat-sangat teliti. "Apakah Sakit kak Alea? " Tanya Gresciel.


"Hanya sedikit" jawab singkat Alea.


Sekarang pelepasan perban turun ke area perut Alea, Dengan sangat hati-hati dan teliti Willona dan gresciel membuka perban. mereka bisa melihat betapa dalamnya luka tusukan akibat penyerangan kemarin.


"Alea apakah kau sudah tau siapa yang menyerang mu? " Tanya Willona sembari membersikan luka Alea dengan hati-hati.


"Aku tidak tau, tapi dimalam itu aku melihat sebuah tato berlambang Ular dengan tulisan blacksea, seperti nya itu seperti lambang marga dari suatu gengster atau pun permafiaan. tapi aku tidak faham kenapa mereka menyerangku, aku merasa tidak memiliki musuh" Alea berfikir keras.


"Haishhh...jangan difikirkan terlalu keras, yang paling penting sekarang adalah kau harus berjaga-jaga" Ucap Willona tersenyum pada Alea.


"Apa mungkin, orang yang menyerang kakak itu salah satu musuh Tuan Gio" Ucap Gresciel secara tiba-tiba.


Alea merasa ucapan Gresciel ada benarnya, karena Memang Gio pasti memiliki musuh apalagi ia tau jika Gio adalah seorang Ceo ternama di negara dan orang yang paling berpengaruh dalam negara.


'Apa mungkin orang itu musuh Gio' Gumam Alea.


'Tapi jika orang itu memang benar musuh Gio, kenapa orang itu menyerang ku?' Gumam Alea.


"Selesai" Ucap Willona yang baru saja menyelesaikan tugas nya untuk menganti perban Alea.


"Thank you" Kata Alea disertai senyum ramah


"Aku dan Gresciel pergi dulu, karena masih ada pasien yang harus kami rawat" Ucap Willona dan dijawab anggukan kecil oleh Alea.


Alea menatap Punggung kedua sahabat nya yang remang-remang menghilang dari pandangan nya, ia merasa beruntung mendapat dua sahabat yang selalu berada di samping nya di kala ia membutuhkan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2