
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Gio tengah fokus memainkan leptop dipangkuan nya, tiba-tiba mata nya terbelalak menangkap sesosok Gadis cantik yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh nya saja. Ya Gadis itu Alea yang tidak sadar kalau di kamar itu ada keberadaan Gio.
Tubuh Alea yang putih mulus, rambut panjang yang tergerai basah. ditambah dengan tubuh yang ramping menggoda, apalagi hanya memakai handuk yang melilit di tubuh nya membuat Adik kecil Gio terbangun.
Walau bagaimana pun Gio tetap pria normal untuk melihat kesempurnaan tubuh Alea, Gio menelan slavina nya dengan kasar apalagi ia merasakan gejolak di tubuh nya karena adik kecil nya terbangun.
"Glekk..." Gio menelan slavina nya.
Alea menyibakkan rambut nya yang basah, sehingga Gio bisa mencium aroma wangi dari rambut dan tubuh Alea. Sungguh Alea mengoda imam Gio saat ini.
"Arrgghhhh..." Teriak Alea.
Alea baru sadar jika dibelakang nya ada Gio yang duduk dan menatap nya. Alea menyeret slimut yang tak jauh dari nya untuk menutupi tubuh nya yang hampir telaj*ng. Pipi nya memerah karena malu, ditambah Ia hanya mengenakan handuk.
sontak Gio membuang Arah mata nya ke arah yang lain, agar Alea tidak tau jika sedari tadi Gio menatap nya. Ia juga menahan gejolak hasrat nya yang sekarang mengebuh-gebuh.
"A-aku mohon jangan melihat" Kata Alea dengan gelagapan.
Gio mengangguk kecil sembari menahan gejolak di tubuh nya. Alea berlari kecil dengan selimut yang ia bawa untuk menutupi tubuh nya menuju kamar mandi.
Gio tersenyum melihat tingkah lucu Alea saat berlari. Ia tak menyangka memiliki istri selucu dan semanis Alea. Gio memandang pintu kamar mandi yang tertutup itu dengan senyum yang terukir di bibir nya.
"Dia benar-benar memancing adik kecil ku" Gumam Gio yang masih menahan gejolak.
Entah bagaimana cara Gio untuk menidurkan kembali adik kecilnya yang sekarang meronta-ronta di bawah sana. Gio terdiam membiarkan adik kecilnya tenang di dalam sana untuk beberapa saat lamanya.
Alea keluar dari kamar mandi dengan kepala yang menunduk dan pipi yang memerah bagaikan ikan fugu. Dengan rasa malu dan canggung ia berjalan menghampiri Gio.
"Ma-maafkan aku. aku sungguh tidak tau jika kamu berada di sini" Kata Alea dengan suara lirih.
__ADS_1
"Tidak papa" Jawab Gio dengan singkat.
"A-apa kamu melihat semua nya?" Tanya Alea dengan menunduk.
Ia mencoba memastikan Gio belum melihat bagian-bagian privasi tubuh nya. dengan rasa malu ia bertanya kepada Gio.
"Aku tidak melihat nya" Gio terpaksa berbohong, padahal sedari tadi Gio menatap tubuh Alea tanpa berkedip.
"Hemmm... syukurlah" Alea merasa lega mendengar jawaban Gio.
"Lain kali Jangan diulangi lagi" Gio berpura-pura dingin.
"Ya, aku janji aku tidak akan mengulangi nya lagi. lagian kamu juga kenapa disini? biasanya kan kamu ke ruang kerja" Alea berbicara dengan nada kecil agar tidak didengar Gio, tetapi Gio tetap bisa mendengar ucapan Alea.
"Tok... tok...tok permisi nona Alea" Bik maryam mengetuk pintu.
Alea melangkah untuk membuka pintu, Alea melihat Bik maryam yang berdiri di depan pintu dengan membawa selembar undangan.
"Anu Non. Ada undangan untuk anda, kelihatan nya undangan khusus" Jawab bik maryam sembari menyerahkan Undangan yang mewah.
Alea melihat undangan itu, undangan itu dari Directure kedokteran. ternyata Alea diundang di acara peresmian Hospital Qiaoyan yang mengundang beberapa pengusaha dan dokter.
"Terima kasih bik, sudah memberikan undangan ini" Kata Alea dengan senyuman.
"Tentu nona... kalau begitu bibik permisi dulu" Bik maryam pergi meninggalkan Alea.
Alea masuk kembali ke dalam kamar dengan menatap undangan di tangan nya. Gio tau Alea diundang oleh Directure Kedokteran, karena ia lah yang menyuruh directure kedokteran untuk mengundang Alea.
"Kanapa?" Tanya Gio kepada Alea.
"Emmm...aku di udang secara khusus oleh directure kedokteran untuk datang ke pesta peresmian Hospital Qiaoyan" Jawab Alea.
__ADS_1
"Lalu?" Gio berpura-pura tidak tau mengenai undangan itu.
"Aku rasa aku tidak akan datang" Kata Alea dengan nada sedih.
"Datang Saja. lagian aku juga ada urusan besok" Jawab Gio dengan nada dingin.
"Benarkah? apa aku boleh ikut?" Tanya Alea.
"Ya," Jawab singkat Gio.
Alea terlalu bahagia sampai-sampai ia memeluk Gio karena senang. Sungguh pelukan itu membuat jantung Gio berdetak kencang seperti habis berlari maraton.
"Kenapa Kau sangat bahagia?" Tanya Gio yang masih di peluk oleh Alea.
Alea melepas pelukan itu lalu ia menjawab... "Karena di pesta itu aku akan bertemu dengan teman-teman lama, dan aku juga akan bertemu dengan Ceo yang diundang secara VVIP itu" Alea mengingat bahwa Akan ada Ceo yang akan ikut serta dalam peresmian Hospital Qiaoyan.
"Apa kau ikut ke pesta itu untuk bertemu dengan Ceo itu saja?" Tanya Gio.
"Iyak. Karena selama ini dokter hendra mengatakan Ceo itu selalu menyumbangkan harta nya untuk rumah sakit" Kata Alea.
"Apa kau tau siapa nama Ceo itu?" Tidak tau kenapa Gio tersenyum.
"Emmm... Aku tidak tau" Alea mengankat bahu nya sembari menggelengkan kepala nya.
"Tapi aku pernah mendengar Ceo itu sering menyubangkan harta nya ke panti asuhan dan rumah sakit, bukan kah Ceo itu sangat berhati berlian" Kata Alea memuji-muji Ceo misterius itu di hadapan Gio.
Alea berbicara dengan Gio sangat lama sehingga tak sadar jika Gio tertidur karena mendengar pembicaraan nya yang sama persis seperti seorang yang lagi bercerita
Alea menyelimuti Gio, lalu ia pergi tidur. Alea masih tetap tidur di lantai dengan kasur lipat dan selimut. Ia mengejamkan mata nya agar tertidur
Bersambung...
__ADS_1