
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Gio dan Alea harus kembali meninggalkan Willona dan Ibu Arshi bersama Will dan Levi, karena hari ini Mama Vio dan Papa Erland akan kembali dari luar negeri.
Sekarang Alea, Gio, Oma Diana dan Arka menunggu kedatangan Mama Vio dan Papa Erland di ruang utama. Semua orang tak sabar untuk bertemu karena rasa rindu.
"Gio kapan Mama dan Papa mu datang? bukan kah kau bilang jam 9 kemukinan sudah sampai" Gerutu Oma Diana, jujur hati nya sangat merindukan putra nya Erland ( Papa Gio ).
Gio hanya menggelengkan kepala nya menatap Oma Diana yang tak sabaran. Sedangkan Alea berada di dapur seperti biasa nya, memasak hidangan istimewa menyambut kedatangan Mertua nya.
pintu mension dibuka oleh beberapa pelayan secara perlahan lahan. dan menampakan mama Vio dan Papa Erland yang baru saja tiba. semua pelayan dan bodyguard bersama-sama menundukkan kepala yang mengartikan kehormatan untuk Mama Vio dan Papa Erland.
"Putra ku Erland..." Oma Diana menangis tersedu-sedu, tangan nya memeluk sang putra dengan Erat.
"Mommy..." Papa Erland mengelus tulang punggung Oma Diana dengan lembut.
Alea menatap Oma Diana dan papa Erland yang sedang berpelukan menghilang kan rasa rindu yang mendalam. Alea merasa terharu melihat kedekatan Oma diana dan Papa Erland.
'Andai Bunda masih Berada bersama ku' Gumam Alea dengan air mata yang tiba-tiba menetes.
puppy eyes nya berkaca-kaca merindukan sang bunda. bunda yang mengandung nya selama 9 bulan, mengajarinya berjalan, dan yang mendidik nya. perjuangan seorang ibu tidak akan pernah ada bandingnya.
Gio melihat wajah Alea yang seduh. ia tau Alea sedang merindukan sesosok bunda yang sangat dirindu-rindukanya.
"Papa, mama hari ini Alea memasak hidangan spesial untuk kalian" Kata Gio menatap wajah Alea.
"Benarkah Alea menantu ku?" Mama Vio mendekati menantu nya Alea.
"Ya Ma. Lea memasak masakan kesukaan Mama dan Papa" Jawab Alea dengan menyembuhnyikan kesedihan nya.
"Huaaa... pasti enak nih" Papa Erland langsung melangkahkan kaki nya menuju Ruang makan.
Mama Vio geleng-geleng melihat tingkah laku suami nya yang sudah berumur itu. jujur Papa Erland sangat suka dengan yang nama nya kuliner, Dan makanan-makanan luar negeri seperti steak, Toppoki, mie singapura, sushi, dll. sama hal nya dengan Gio yang juga suka dengan kuliner apalagi makanan khas singapura dan london.
Mereka semua pun mengikuti Papa Erland yang sudah duduk di kursi makan. Mata Papa Erland sangat antusias melihat banyak nya hidangan yang dimasak oleh Alea. sungguh Alea sangat pintar memasak.
Tangan Papa Erland langsung mengambil satu persatu menu hidangan yang dimasak Alea. Sedangkan Mama Vio, Oma Diana Dan Arka tertawa terbahak-bahak melihat Papa Erland yang terlihat sangat rakus.
"Nyonya muda" Panggil salah satu pelayan yang menghampiri Alea.
__ADS_1
"Ya. ada apa?" Tanya Alea.
"Nyonya muda, ponsel anda berdering" Kata pelayan itu sembarangan menyerahkan ponsel milik Alea.
"Terima kasih" Alea mengambil ponsel itu, mata nya menangkap nama sang penelfon.
ternyata yang menelfon Alea adalah Teman sepekerja dengan Alea dimasa Di rumah sakit. nama nya adalah Gresciela bella.
"Hallo Gres..." Kata Alea setelah mengangkat telfon
"Alea bantu Aku" Gresciel berbicara dengan nada khawatir.
"Sekarang kau datanglah ke RS. dokter hendra dan dokter Leo sedang rapat penting dengan kepala direktur kedokteran, dan di rumah sakit hanya ada Perawat dan suster terus sekarang di rumah sakit ada Seorang wanita yang mengalami kecelakaan dan wanita itu sedang mengandung. air ketuban nya pecah Alea kita harus menyelamatkan Bayi yang berada di dalam kandungan wanita itu. Tapi masalahnya nya kita masih belum berpengalaman untuk melakukan operasi. Kau kan Perawat jenius sekaligus assisten dokter Hendra. dan kau handal dalam melakukan operasi" Kata Gresciel dengan nada cemas.
"Baiklah aku akan segera datang" Jawab Alea lalu mematikan telfon.
Alea menatap semua orang yang sedang makan terutama Gio. ia melangkah mendekati Gio yang tengah melahap steak.
"Gio, aku harus pergi ke rumah sakit. ada hal yang sangat mendesak" Kata Alea kepada Gio.
"Baiklah...Tapi kau harus pergi bersama Arka" Kata Gio melihat Arka yang bermain Game.
Gio menatap tajam Arka. Arka tak bisa lagi menolak ketika mendapati Tatapan tajam yang tertuju pada nya.
"Lest Go, Kakak Ipar" Arka menarik Tangan Alea.
......................
Tak butuh lama Arka dan Alea sampai di rumah sakit. Alea berlari kecil memasuki rumah sakit dengan diikuti oleh Arka dibelakangnya.
"Oi kakak ipar! jan cepet-cepet jalan nya" Teriak Arka sembari berlari mengikuti Alea.
perlahan-lahan langkah Alea tidak cepat lagi seperti sebelumnya. Matanya menangkap Gresciel dan sesosok wanita yang terbaring lemah di brankar.
Alea memeriksa keadaan wanita itu, mulai dari kesadaran, nafas dan denyut nadi. "Gres bawa pasien ke dalam ruang operasi" Ujar Alea.
"Apakah bisa kita melakukan operasi tanpa persetujuan Dokter hendra dan dokter leo. dan aku tau kau jenius tetapi gelar mu dirumah sakit ini hanya seorang perawat" Kata Gresciel menatap Alea.
"Tenang saja. aku sudah meminta persetujuan Dokter hendra dan dokter Leo sekaligus direktur kedokteran. jadi jangan khawatir, lagian sebentar lagi dokter hendra dan dokter leo akan segera tiba" Ujar Alea sembari memakai handscoon ketangan nya.
__ADS_1
Disisi lain Arka takjub dengan Kakak ipar nya, Ia terperangah melihat kejeniusan Alea. "Huaaa... kakak ipar ku sungguh pintar sekali leeee..." Teriak Arka kagum.
"Arka kau tunggu di ruang kerja ku saja, karena butuh waktu lama untuk melakukan operasi besar ini" Kata Alea sembari menyerahkan kunci ruang kerja nya.
"Onghey..." Jawab Arka.
"Tunggu! aku tidak tau dimana ruang kerja kak Alea" Arka menghentikan langkah Alea.
"Gres... kau hantar Arka ke ruang kerja ku, aku akan membawa pasien, keruang operasi" Ujar Alea lalu mendorong brankar bersama para suster lainya.
"Okeee Lea" Gresciel menatap Arka penuh selidiki.
"Loh sapa nya Kak Alea?" Gresciel dikenal kepoan, manja, dan childish.
"Kepo!" Arka tau pernikahan kakak nya Gio dan Alea disembunyikan.
"Loh sapa nya Kak Alea?" Arka malah bertanya kepada Gresciel.
"Kepo 'ya?" Gresciel berjalan.
"Anjirrr... ni cewek sialan banget" Arka mendumal dalam hati mengikuti langkah Gresciel dari belakang.
Mereka pun sampai di dalam ruang kerja Alea yang sederhana dekat dengan ruang dokter Leo. Arka menatap Ruangan itu yang dipenuhi dengan sertifikat penghargaan atas prestasi Alea dalam ilmu kedokteran.
"Gw dan Kak Alea tuh kek adek kakak. gw, kak lea, dan kak willona tuh sahabatan sejak bekerja di sini" Kata Gresciel duduk di sofa kecil di ruangan itu.
"Gak nanya" Serga Arka.
"Lo tadi kan nanya anjirrr.... apa hubungan gw sama kak lea" Gresciel mendengkus kesal.
Bersambung.........
btw beberapa hari ini author bakal jarang up soalnya autor mo ujian uas ( ujian akhir semester ) artinya Author bakal naik kelas. doa in author biar dapat peringkat 1,2,3 ya teman-teman.
dan author sangat-sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah like, komen, vote and follow.
oh 'ya yang punya Ig ( instagram ) please follow akun Author.
Nama akun instagram : @xzynasywanae._
__ADS_1
FOLLOW GUYS! YANG FOLLOW AUTHOR BAKAL UP 2 EPS