
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Alea tetap mematung di atas panggung, lidah nya terasa keluh untuk berucap sedikit pun. ia menatap Gio dengan mata yang berkaca-kaca karena haru.
Tangan nya bergemetar menyentuh piala yang diserahkan oleh Gio, gemerlap cahaya menyeninari Alea. bagi Alea ini seperti mimpi indah, dimana ia diperlakukan dengan baik.
"Aku ingin Dr. Alea Briella Claudine Ellora, memotong pita peresmian hospital Qiaoyan" Ucap Gio.
Alea Mengunting pita peresmian Hospital Qiaoyan, Semua orang disana bertepuk tangan untuk Alea. Awak media mempotret Alea seperti gemerlap bintang.
Sungguh hari ini, hari yang sangat-sangat istimewa untuk Alea. Hari dimana ia dihargai, dihormati dan dikagumi oleh semua orang.
......................
pesta telah selesai. Alea, Willona, dan Gresciel berdiri di tempat parkir, menunggu Taksi yang mereka pesan.
"Omg! kak Alea kau mendapat piala berlian. Tapi bagaimana Ceo Gionandra tau mengenai semua mengenai kakak?" Gresciel begitu bingung mengenai itu. ia berfikir keras.
Alea dan Willona saling menatap, sebenarnya Gresciel tidak mengetahui mengenai pernikahan Gio dan Alea. dan jujur Alea paling tidak suka berbohong terutama pada seseorang yang paling dekat dengan nya.
"Emmmm... itu" Alea tidak tau harus menjawab apa, apalagi ia tidak tau mengenai kejutan tadi.
"Haishh....!! sudahlah... Coba lihat taksi sudah datang" Willona memalingkan bahan pembicaraan.
Taksi berhenti tepat di depan Ketiga Gadis itu, Gresciel masuk yang pertama kali kedalam Taksi kedua Willona. dan ketiga adalah Alea, tetapi disaat Alea ingin masuk kedalam taksi tangan nya dicekal oleh Levi yang muncul tiba-tiba.
"Maaf Nona Alea. anda harus kembali ke mension bersama Tuan Gio." Ujar Levi sembari memberikan hormat kepada Alea.
"What! Tu-tuan Gio?" Gresciel bingung mengartikan ucapan Levi kepada Alea.
Willona menutup mulut sahabat nya itu yang bibir nya tak bisa diam, Willona tersenyum kepada Alea dan Levi. "Alea. pergilah... jangan sampai Tuan Gio menunggu mu lama" Ucap Willona dengan suara kecil.
"Baiklah...Telfon aku jika sudah sampai di Rumah Sakit" Ujar Alea Lalu melangkah menuju mobil Gio berada.
Levi mengikuti Alea dari belakang untuk menjaga keamanan Alea, atas permintaan Gio sendiri. Jujur levi ikut tergaggum dengan sesosok istri dari Tuan nya itu.
Alea menangkap sesosok Gio yang tengah duduk manis di kursi roda, dengan perlindungan para bodyguard yang berdiri di belakang Gio.
__ADS_1
Disaat Alea ingin menghampiri Gio, seorang pria memangil nya dari arah lain. Pria yang memiliki paras Tampan itu berlari menghampiri Alea.
"Alea!..." Pria itu menyentuh bahu Alea dengan nafas yang memburu.
"Devan..." Ucap Alea.
Disisi lain Gio mengepalkan kedua tangan nya menatap pria yang bernama devan itu, Gio tau betul Siapa Devan dalam masalalu Alea. Ya Devan Adalah mantan pacar Alea semasa kuliah.
Devanodra Exelan Pria keturunan Cina X indonesia. Mantan kekasih Alea semasa Kuliah. Devan menatap wajah Alea dengan perasaan yang mendalam, tatapan yang tak bisa di artikan.
Devan berniat memeluk Alea, tetapi Levi yang sedari tadi berdiri sekarang menghentikan Devan yang berniat memeluk Istri Tuan nya itu.
"Maaf Tuan! Anda tidak bisa seenaknya memeluk Nona Alea begitu saja!!" Levi menatap tajam Devan.
Sebenarnya Gio memberi isyarat kepada Levi, saat Devan hampir memeluk Alea. Dan Levi juga tau perasaan Tuan nya itu dari Will. Levi tetap memberikan tatapan tajam nya kepada Devan.
"Nona, Tuan menunggu! anda tau Tuan tidak suka menunggu" Ujar Levi kepada Alea.
"Baiklah..." Alea melangkah pergi meninggalkan devan tanpa menghiraukan devan sama sekali.
Entah kenapa raut wajah Gio begitu menakutkan dimata Alea. "Duduk di bangku depan!!" Ucap Gio dengan nada tinggi.
"Baiklah..." Jawab Alea sembari membuka pintu mobil.
Mobil berjalan menuju Mension kediaman keluarga kenanzo. Di setiap perjalanan tercipta suasana hening, tanpa ada satu pun yang berbicara. hanya terdengar suara mesin mobil yang bisa didengar.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di mension. Alea turun berniat membantu Gio turun, tetapi Niat nya terhenti saat Gio menolak pertolongan nya.
"Nona, lebih baik anda masuk terlebih dahulu" Ujar Levi dan dijawab oleh Alea dengan anggukan kepala.
Gio menatap langkah Alea saat memasuki mension, lalu ia menatap Levi dengan wajah serius. jujur Levi sangat takut ketika Gio memasang ekspresi serius.
"Levi! mulai besok kau, menjadi pengawal pribadi Alea!" Ujar Gio kepada Levi.
"Ta-tapi ketua... Ba-bagaimana dengan Klan?" Tanya Levi dengan suara terbata-bata.
"Itu akan menjadi urusan ku!" Ucap Gio.
__ADS_1
"Baik Ketua..." Levi hanya bisa pasrah kepada Ketua nya saja.
Gio mendorong kursi roda nya memasuki mension, ia langsung naik ke lift menuju kamar nya. entah kenapa perasaan Gio sekarang memanas ketika melihat mantan kekasih istri nya Alea kembali dalam kehidupan Alea.
'Aku tidak akan membiarkan mu pergi Alea. kau hanya milik ku. kau sekarang adalah bagian hidup ku, jika kau pergi dari ku maka mungkin aku akan menjadi pria yang lebih kejam dari sebelumnya' Gumam Gio dengan Mata memerah.
Gio masuk ke dalam kamar tanpa melihat atau menatap Alea. Alea sendiri merasa bingung dengan perubahan sikap Gio sedari tadi.
"Gio apa kamu baik-baik saja?" Tanya Alea menghampiri Gio.
Gio tak merespon pertanyaan Alea, Alea semakin bingung. ia tak tau harus apa, sungguh ia masih belum mengerti tentang Gio.
'Ada apa dengan nya?' Gumam Alea.
"Siapa pria tadi?!" Akhirnya Gio membuka Suara.
"Pria yang mana?" Tanya Alea sedikit bingung, karena hari ini ia banyak bertemu seseorang.
"Pria Di tempat parkiran!" Ketus Gio.
"Oh Devan..." Alea baru ingat mengenai Devan.
"Apa kamu cemburu?" Entah kenapa tiba-tiba Alea bertanya seperti itu.
"Untuk apa aku cemburu dengan mantan pacar mu itu! lagian pria itu masih berada di bawa ku!" Gio berbicara dengan nada tinggi dan kesal.
"Oh aku kira kamu cemburu..." Alea memasang wajah kecewa.
Sebenarnya Alea mencoba mencaritau apakah Gio akan cemburu, jika seorang pria ingin memeluk nya. Dan jujur Alea juga menaruk rasa kepada Gio, entah sejak kapan perasaan itu muncul.
'Bagaimana bisa aku mencintaimu, jika kamu sendiri tidak mencintai aku. aku tidak tau sejak kapan aku mencintaimu Gio, tetapi aku tau aku tidak pantas menjadi pasangan hidup mu.' Gumam Alea menahan rasa kecewa dalam hati nya.
'Mungkin saat kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi, kamu akan membuang ku sama seperti keluarga ku sendiri' Gumam Alea.
"Akan ku ambil kan pakaian ganti untuk kamu" Alea melangkah menuju walk in closet.
Bersambung...
__ADS_1