Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 57


__ADS_3

...🦋 𝙗𝙪𝙩𝙩𝙚𝙧𝙛𝙡𝙮𝙗𝙗 🦋...


Sekarang di markas Pezinco terlihat Gio tengah berdiri tepat di hadapan seorang pria paruh baya yang dingantung dengan luka di sekujur tubuh pria tersebut.


Gio melihat pria itu pun tersenyum devil, Telapak tangan nya memegang belati dan memainkan nya dengan sangat lihai. dan...


"AARRRGGGHHHHH...."


pekik Pria paru baya itu ketika Gio menggores Dada bidang pria itu sehingga mengeluarkan darah segar yang mengalir tanpa henti.


"A-a-ampuni paman mu i-ini Gi-gio..." Lirih pria paruh baya yang tidak lain adalah paman Gio yang bernama Erlex Abraxas Kenanzo.


"AMPUNN?... " Gio terkekeh mendengar permohonan Sang Paman.


Gio mendudukkan tubuh nya di atas sofa Merah, dengan tangan yang masih memainkan Belati sembari menatap paman nya dengan tatapan tajam


"ERLEX ABRAXAS KENANZO!!! KAU TAK LAYAK DI AMPUNI!! KARENA KAU BERANI MERUSAK KEPERCAYAAN KELUARGA KU!!, DAN KAU JUGA BERANI MENGKHIANATI OMA DAN ALM KAKEK!!" Gio berbicara dengan nada tinggi sehingga suaranya menggelegar di seluruh markas Pazinco.


"DAN KAU!!! ERLEX ABRAXAS KENANZO!! KAU BERANI MELUKAI ISTRI KU. DAN KAU JUGA BERANI MELIRIK ISTRIKU!!!" Bentak Gio dengan mata yang memerah.


"TAPI TENANG... AKU TIDAK AKAN MEMB*N*H MU BEGITU SAJA, KARENA AKU AKAN MENY*KSA MU TERLEBIH DAHULU. HINGGA KAU TAU SIAPA AKU YANG SEBENARNYA!!!" Ucap Gio dengan wajah devil nya.


"LEVI!! " Gertak Gio.


"YA KETUA," Jawb levi dengan semangat.


"KAU SUKA BERMAIN-MAIN DENGAN SENJATA KAN?! BERMAINLAH SEPUAS MU HARI INI!!" Kata Gio.


Levi terlihat sangat gembira karena hari ini ia menemukan mainannya untuk ia mainkan yakni permainan dimana ia akan Meny*ksa hidup-hidup Paman Gio.


"Huwooo... hari ini hari terbaik ku lee.... " Kata Levi dengan semangat 45 membara.


Will yang melihat kelakuan teman nya yang satu ini mu hanya bisa menggelengkan kepala dengan hati yang merinding melihat nya.


"DASAR PSIK*PAT!!..." ucap Will lalu melengos pergi mengikuti Gio dari belakang.


***


Didalam Mobil tercipta suasana hening diantara Will dan Gio, sebenarnya Will takut untuk membuka suara ketika melihat amarah Gio sedari tadi saat di markas. sehingga mulut nya terbungkam langsung melihat itu semua.


"Will, Berhenti di mall" Ujar Gio tiba-tiba.


"Uhuk... uhukk... uhukk"

__ADS_1


Will sungguh terkejut mendengar ucapan Gio barusan, Mall? yang benar saja Gio selama ini tidak pernah pergi ke mall, karena barang-barang Gio seperti pakaian, dasi, sepatu dll itu adalah rancangan desainer ternama dan semua itu Will yang memesan nya.


"Tu-tuan tidak bercanda kan? " Will menghentikan mobil nya.


"Tidak! aku sama sekali tidak bercanda" Jawab Gio dengan tenang.


"Kau tau kenapa aku ingin pergi ke mall? " Tanya Gio sembari menutup leptop nya yang sedari tadi ia mainkan, lalu matanya menatap Will dengan intens.


"Tidak tau Tuan... " Will menggelengkan kepala nya.


"Aku ingin membelikan sesuatu untuk Alea" Ucapan Gio yang membuat Will tersentak kaget.


'Apa Tuan Kesambet setan di markas? ' Gumam Will sembari menggelengkan kepala nya tak percaya.


"Apa yang kau lihat Will?! Jalankan mobil nya sekarang!" Ujar Gio yang membuyarkan lamunan Will.


"Baik Tuan... " Will sungguh tak percaya dengan perubahan Tuan muda nya yang satu ini.


Will kembali menjalankan mobil nya menuju Sebuah Mall terbesar di negara itu, dengan perasaan tak percaya jika Seorang Tuan muda Gionandra Abraxas kenanzo pewaris tunggal keluarga kenanzo akan pergi ke mall dan itu untuk membelikan Sesuatu istrinya. ini sungguh mengejutkan bagi seorang will yang sudah lama bekerja dengan Gio.


10 menit kemudian...


Tidak butuh waktu lama untuk Gio dan Will sampai di mall ternama dan yang terbesar di Negara itu. Mereka berdua berjalan dan berjalan menyusuri Mall dan akhirnya mereka berhenti di sebuah sport perbelanjaan yang menjual pakaian branded mulai dari gaun, sepatu, dan lain-lainya.


"Hmmm... " Gio hanya menjawab dengan deheman.


"Apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya Pemilik mall itu.


"Ya!, Aku ingin Membeli semua gaun terbaik yang berada disini" Ujar Gio.


Semua pelayan mall, dan sang pemilik Mall itu pun terbelalak mendengar ucapan Gio barusan. dengan cepat Pemilik mall tersebut menyuruh Para pelayan untuk mempacking seluruh gaun dan seluruh pernak-pernik wanita seperti high heel.


"Seperti nya memang benar jika Tuan Kesambet setan di markas tadi" Ucap Will menatap Gio yang melangkah ke sport perhiasan.


Will mengikuti Tuan nya dari belakang bersama bodyguard lain. Will sungguh bingung melihat perubahan drastis yang dinampakan Oleh Tuan nya Gio.


"Harus di ruqyah nih" Gumam Will sembari terkekeh geli.


Gio yang melihat begitu banyak cincin disana teringat saat-saat pernikahan nya bersama Alea yang Ia masih belum sempat untuk menyematkan Cincin pernikahan ke tangan Alea.


"Tunjukkan Cincin yang terbaik disini! " Ujar Gio kepada pelayanan di tokoh perhiasan itu.


"Baik Ceo" Pelayan-pelayan disama mengambil beberapa Cincin terbaik yang berada disana.

__ADS_1


Gio menetap satu persatu Cincin yang ditunjukkan oleh pelayanan disana. tetapi tidak ada satu pun yang ia suka. "Aku ingin sebuah Cincin yang terlihat sangat Elegant, tetapi tetap mewah" Ucap Gio dn dijawab anggukan kecil oleh pelayan disana.


Sebuah cincin menarik mata Gio, sehingga Gio tertarik dengan cincin itu. Cincin yang terlihat sangat mewah tetapi Elegant dan cincin itu bermotif bunga sehingga ia merasa sangat cocok untuk dikenakan oleh Alea.



"Aku ingin itu! " ujar Gio sembari menunjuk jari nya ke arah cincin yang ia tujuh.


"Cincin ini dibuat dan dirancang khusus oleh desainer tenama di Swiss Tuan" Ucap pelayan dengan sangat ramah.


"Dan Desainer itu hanya membuat satu cincin yakni cincin ini saja Tuan" Ucap Pelayan itu kembali.


"Aku ingin cincin ini!! " Ucap Gio dan dijawab anggukan oleh Pelayan disana.


"Total harga cincin ini 3.000.000.000 miliar Tuan" Ucap Pelayan itu.


Gio mengeluarkan Blackcard nya lalu membayar Cincin sekaligus Gaun dan pernak-pernik lainya. bagi Gio semua itu hal kecil untuk Gio membeli semua itu, maka dari itu Gio terlihat tenang-tenang saja.


Sedangkan Will ketar-ketir melihat itu, ia hanya bisa menggelengkan kepala nya dan mengelus dada nya pelan-pelan. ia tak bisa membayangkan betapa beruntungnya Alea menjadi istri Tuan nya Gio.


"Ya Tuhan... beruntung sekali nona Alea bisa menjadi istri Tuan" Gumam Will.


Will dan para bodyguard lainya kesusahan membawa belanjaan Gio, sehingga mereka harus memanggil mobil dan bodyguard lain yang berada di Villa untuk datang membantu.


Sedangkan Gio manatap Kotak cincin itu, ia berniat memberikan surprise untuk Alea malam ini. "Aku akan membahagiakan mu Alea" Kata Gio menatap kotak Cincin itu.


*Bersambung....


...🦋 𝙗𝙪𝙩𝙩𝙚𝙧𝙛𝙡𝙮𝙗𝙗 🦋*...


Jangan lupa bantu Author dengan :


• Like


• komen


• Vote


• Follow


• Dan klik favorit, agar novel ini semakin bersinar layaknya rembulan.


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2