Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 29


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...……………………………………………...


pukul 06.00...


Alea membuka setiap tirai putih kamar Gio. wajah cantik itu terkena terpaan Cahaya matahari sehingga membuat wajah cantik tersebut semakin Berseri.


disisi lain di ranjang terlihat Gio masih terlelap di alam mimpi nya, dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Alea mencoba menghampiri gio untuk membangunkan nya.


"Gio, Gio bangun" Alea mencoba membangunkan Gio dari tidurnya dengan cara menepuk pipi Gio.


"Hmmm... 10 menit lagi" Gio menjawab dengan nada serak sembari mengeliat.


"Baiklah..." Alea melangkah menuju Kamar mandi untuk melakukan rutinitas pagi nya.


20 menit kemudian...


Alea telah siap dengan gaun panjang berwarna putih karena hari ini adalah pengajian untuk Sang papa yang baru saja tiada kemarin. wajah tanpa polesan terlihat sangat alami, membuat Alea semakin Cantik.


Alea kembali menghampiri Gio yang masih terlelap di ranjang. "Lebih baik aku pergi sendiri" Gumam Alea menatap wajah Gio yang terlihat sangat lelah.


Alea pergi menuju rumah Sang papa yang sekarang hanya di tempati oleh Mama tara dan Gabriel. dengan Hati yang gelisah Alea mencoba menenangkan hati nya dengan cara berdoa.



Sesampai nya Alea di kediaman mension keluarga Mazundar, alias mension peninggalan Bunda anne merry yang seharusnya diwariskan kepada Alea.

__ADS_1


Mension yang terlihat Asri, mewah dan terawat. Alea mengedarkan pandangan nya menyusuri setiap sudut bangunan mension yang hingga sekarang tak berubah.


di dalam benak nya mension itu memiliki kenangan-kenangan indah dimana Papa Mazundar, bunda anne merry yang masih bersama nya dahulu kala. Alea mengikhlaskan kepergian kedua orang tua.


Alea melangkah masuk kedalam mension dengan hati gundah. setiap langkah nya mengingatkan ia pernah berlarian tertawa di mension itu. langkah demi langkah Alea lakukan.


"Assalamualaikum" Alea melihat banyaknya tamu yang hadir mulai dari kerabat dan saudara papa mazundar dan Mama tara.


Mama tara mengalih kan pandangan nya ke arah Alea yang tengah berdiri tepat di depan pintu. ia menatap tajam Alea dengan tatapan sinis, sama seperti Gabriel. gabriel juga menatap penuh kebencian kepada Alea


"Gadis pembawa sial!!! kenapa kau disini?" Seorang wanita paruh baya berpakaian hitam rapi mendekati Alea. Beliau adalah adik perempuan papa Mazundar yang bernama Bibik Marta.


"Bi marta, Alea kesini untuk--" Sebelum Alea menyelesaikan Kata-kata nya, tangan Bibik marta menampar pipi Alea.


Plakkk....


Kedua tangan Gio membantu Alea untuk berdiri, kedua tangan itu Mengempal hingga memperlihatkan urat tangan nya. wajah nya memerah melihat Alea harus disiksa kembali oleh keluarga Mazundar.


"Masuk ke dalam mobil!" Bentak Gio secara tegas.


"Tapi Gi--" Sebelum Alea menyelesaikan kata-kata nya Gio kembali membentak nya.


"Masuk!!" Gio menatap Tajam Alea.


dengan berat hati Alea berjalan keluar menuju mobil. Sedangkan Gio menatap tajam seluruh keluarga Mazundar dan keluarga Mama tara.


"Kalian semua! dengarkan aku baik-baik!, Sekali lagi kalian menyakiti atau menghina istri ku, aku tidak akan segan-segan memenjarakan kalian semua didalam sel penjara" Gio tak sadar menyebut Alea sebagai Istri.

__ADS_1


"Dan ya! untuk Mu nyonya tara. Jangan pernah kau mengancam istri ku" Gio tau bahwa Mama tara sering mengancam Alea lewat telfon, karena ia menyadap handphone Alea secara diam-diam.


"Sekarang Alea Briella Claudine Ellora adalah istri ku sekaligus seorang nyonya muda keluarga kenanzo. Jadi mulai hari ini Alea istri ku tidak lagi memiliki hubungan dengan kalian semua terutama Kau! nyonya tara" Gio memandang sinis semua orang disana.


semua orang merasa takut, mereka juga takut untuk memandang wajah Gio. karena mereka semua, tau Gio bukan hanya seorang Ceo saja, Gio juga seorang ketua Mafia dari Klan Rajawali yang sangat disegani kalangan orang. Hanya Alea saja yang tidak tahu bahwa Gio adalah seorang Mafia. karena selama ini Gio menyembunyikan identitas kemafian nya dari semua orang selain keluarga nya saja.


Gio mendorong kursi roda nya keluar dari mension dengan diiringi oleh bodyguard dan Tangan kanan nya, yakni William. Will tak berani berkata satupun ia juga takut melihat wajah devil Gio ketika marah.


"Will! rebut semua Akses kekayaan yang seharusnya di wariskan kepada Alea! aku memberimu waktu 24 jam untuk menyelesaikan nya" Gio beralih kepada Will yang terdiam di sebelah nya.


"Ba-baik Tuan" Will hanya bisa menurut.


"Dan Terima kasih untuk semua informasi yang sudah kau berikan kepada ku kemarin malam" Gio berterima kasih kepada Will.


Sebenarnya Kemarin malam Will mengirim kan email kepada Gio mengenai Informasi Tentang Alea dan keluarga Alea. Gio juga tau bahwa kematian bunda Anne merry itu tidak wajar, dan Gio juga berfikir kematian Papa Mazundar sama hal nya denga bunda anne merry. kematian bunda anne merry dan Papa mazundar sama-sama tidak wajar. maka dari itu Will menyuruh seseorang untuk menyelidiki Dua kasus kematian tersebut secara diam-diam.


Gio melihat Alea Yang berdiri diam di depan Mobil. Gio mendorong kursi roda nya menghampiri Alea yang masih terdiam mematung.


"Aku mendengar semua nya" Alea diam-diam menguping semua pembicaraan Gio terhadap keluarga nya.


"Ka-kalau boleh tau... bagaimana bisa kau tahu bahwa Tante tara mengancam ku dan memerasku?" Alea bertanya dengan ragu


"Kita bicarakan nanti saja! suasana hati ku tidak baik kau tau itu kan? jadi jangan coba-coba kau membuatku marah" Ucap dingin Gio lalu menyuruh Will membantunya untuk duduk di kursi mobil.


mereka pun kembali ke mension Gio. Alea tak berani mengusik Gio, apalagi Ia tau sifat arrogant Gio. Di sepanjang perjalanan Tercipta suasana hening.


Bersambung.......

__ADS_1


sorry 'ya guys baru bisa up soalnya author lagi sibuk Buat olimpiade Ipa di indonesia youth competition. doain 'ya biar author menang. Author janji bakal up sering-sering


__ADS_2