Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 34


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Kali ini pagi Alea sedikit berbeda karena hari ini adalah Hari terapi kaki untuk Gio. maka dari itu Alea bangun pagi bersama Gio agar tidak terlambat ke rumah sakit.


Sekarang Alea dan Gio pergi ke rumah sakit dengan dihantar oleh Will sebagai Supir. Alea sedang sibuk dengan ipad nya, membuat janji online dengan dokter Leo.


tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah sakit. Alea dan Will membantu Gio untuk turun dari mobil, mereka saling bahu-membahu menurunkan Gio.


"Mari kita masuk"


Alea mendorong kursi roda Gio memasuki Ruang fisioterapi dengan diiringi oleh Will dan beberapa bodyguard. Setiap Gio melewati setiap sisi rumah sakit, para suster dan docter menundukkan kepala nya menandakan mereka menghormati Gio.


"Wellcome To hospital Alea" Sambut Dokter Leo teman semasa kuliah di universitas kedokteran Alea.


"Thank you so much Docter Leo" Alea tersenyum Ramah


disisi lain Gio kembali Cemburu melihat kedekatan Alea dan Dokter Leo. Di dalam hatinya sekarang mengutuk Dokter Leo karena berani Memegang tangan Alea.


Will melihat wajah Gio yang merah karena cemburu pun terkekeh. untuk kedua kalinya Will melihat tuan nya Cemburu kepada seorang dokter fisioterapi.


"Ehemm..." Gio berdehem.


Dokter Leo melepaskan Tangan nya dari tangan Alea. lalu ia mengambil Ahli kursi roda Gio. lalu ia berkata... "Mari Tuan Gio" Dokter Leo mendorong kursi roda Gio masuk kedalam ruang Fisioterapi.


Saat Alea ingin masuk, Langkah nya dihentikan oleh dokter Leo. "Alea, kamu tidak boleh masuk! biarkan Assiten Tuan Gio saja yang masuk" Ucap Dokter Leo.


"Baiklah Dokter Leo. kalau begitu aku mau menemui Sahabat ku Willona" Alea melangkah tetapi dihentikan lagi oleh dokter Leo.


"Tunggu!" Serga dokter Leo.


"Kenapa lagi dokter Leo" Alea bingung setiap langkah nya dihentikan oleh Dokter Leo.


"Hari ini Willona tidak datang kerumah sakit. aku tidak tau kenapa. tapi saat ku telfon nomor nya tidak aktif" Leo menjelaskan mengapa dia menghentikan Alea.


"Apa? Willona tidak masuk? tapi kenapa?. biasanya dia disiplin" Alea teringat kemarin dia menelfon Willona tapi nomor nya tidak aktif.


"Alea kalau begitu aku membawa Gio masuk terlebih dahulu. kau pergi kekantin saja mungkin kau lapar" Ucap Dokter leo lalu kembali mendorong kursi roda Gio.


Alea melangkah menuju Kantin rumah sakit. entah kenapa hati nya gelisah memikirkan Willona. ia berjalan dengan raut wajah seduh.


Langkah Alea kembali terhenti ketika melihat seorang Anak laki-laki berusia 12 tahun mengendong seorang balita yang menangis terisak. Alea menghampiri Anak laki-laki tersebut.


"Hay Dek. apakah Dia adik mu?" Tanya Alea sembari menyentuh bahu anak laki-laki itu.


"Ya kak, dia adik perempuan ku" Jawab anak laki-laki itu dengan raut wajah cemas.


"Kenapa adik mu menangis? dan dimana orang tua mu?" Tanya Alea.


"Adik ku mengalami demam kak. dan kami tidak memiliki Orang tua" Jawab anak laki-laki itu dengan air mata yang mengalir.


Hati Alea rasa nya tertusuk mendengar jawaban anak laki-laki itu. Alea bisa merasakan Rasa nya hidup tanpa didampingi oleh keluarga.


Alea menyentuh kening balita itu mencoba memastikan kondisi balita itu. dan ternyata benar kalau balita itu mengalami Demam tinggi. "Ya tuhan demam nya tinggi sekali" Alea mengambil ahli Balita itu dan membawa nya dalam gendongan nya.

__ADS_1


"Ikuti Aku Dek" Ucap Alea kepada Anak laki-laki itu sembari menggendong balita tersebut.


Alea membawa balita itu ke ruang kerja nya dulu. Disana ada brankar khusus pasien, Alea meletakkan tubuh mungil balita itu. lalu Alea mengambil Alat kedokteran.


Alea memakai handscoon ke telapak tangan nya. mengambil Suntik untuk disuntikan ke balita itu. Alea menyuruh bocah laki-laki itu untuk menghibur adik nya. Lalu Alea menyutikan Suntikan secara perlahan-lahan ke balitan itu.


"Hiks... hiks... adiku akan baik-baik saja kan Kak" Tangis anak laki-laki itu.


Alea mengelus lembut rambut anak laki-laki itu. lalu ia berkata... "Adikmu baik-baik saja. sebentar lagi Adikmu akan sembuh" Ucap Alea dengan lembut.


Anak laki-laki itu merogo sesuatu di saku celana nya. ternyata anak laki-laki itu mengambil uang 10.000 untuk diberikan kepada Alea.


"Kak aku tidak punya Uang untuk membayar pengobatan Adik ku tadi. tapi aku punya uang sedikit untuk membayar nya" Ucap anak laki-laki itu.


"Tidak perlu, anggap saja ini hadiah untuk mu karena sudah menjadi seorang kakak yang baik" Tolak Alea secara lembut.


"Katakan nama mu siapa?" Tanya Alea sembari mengelus tengkuk kepala anak laki-laki itu.


"Nama ku Felix" bocah anak laki-laki itu bernama Felix.


tiba-tiba saja felix merasa lapar dan tangan nya menyentuh perut nya. Alea melihat itu pun tahu bahwa Felix merasa lapar. "Mari kita makan" Tawar Alea.


"Tapi aku tidak punya uang banyak untuk membeli makan kak" Felix berkata dengan sedih.


"Aku akan meneraktir mu" Kata Alea.


Wajah Felix terlihat sangat gembira. tetapi tiba-tiba wajahnya kembali seduh melihat adik nya terlelap dalam tidur di brankar.


"Tenang saja Suster akan menjaga adik mu. dan nanti kita akan membelikan makanan untuk adik mu yang cantik itu" Alea tau apa yang dipikirkan oleh Felix.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Alea kepada Felix.


Mata Felix melihat buku menu. mata nya tertuju dengan nasi goreng merah dan Es teh. "Aku mau Nasi goreng dan es teh saja kak" Felix menjawab.


"Baiklah..., Aku pesan 1 nasi goreng dan 1 es teh manis" Kata Alea kepada pelayan Kantin.


Felix memakan lahap Nasi goreng itu, seperti tidak pernah diberi makan. Alea tersenyum melihat Felix lahap memakan Nasi goreng itu. setelah selesai makan Alea membukuskan Bubur ayam untuk Adik perempuan Felix. lalu mereka kembali ke ruang kerja Alea.


"Adik mu sudah mulai membaik Felix" Ucap Alea mengendong Adik perempuan Felix.


...***...


disisi lain Gio telah selesai melakukan Fisioterapi. Gio sekarang sudah berada di depan rumah sakit bersama Will dan bodyguard nya.


"Will! cari Alea" Ujar Gio dengan raut wajah datar.


"Baik Tuan" Will pun segera melangkah mencari keberadaan Alea di rumah sakit itu.


Selama 30 menit lama nya akhirnya Will menemukan Alea di ruang kerja Alea di rumah sakit itu. Will memasuki Ruangan lama dimana Alea pernah bekerja disana.


"Nona Alea Tuan Gio menunggu Anda" ucap Will sembari menatap Felix dan Balita yang digendong oleh Alea.


"Sebentar Will" Serga Alea sambil memberikan Balita itu kepada Felix.

__ADS_1


"Felix... Adik mu sudah boleh pulang. Dan ambil ini. ini Obat dan sedikit Uang untuk kalian berdua" Kata Alea sambil menberikan Obat dan Senilai Uang kepada Felix.


"Tidak Usah kak. Kakak sudah mau mengobati adik ku itu sudah sangat cukup, aku tidak ingin Uang" Tolak Felix.


"Anggap saja aku ini kakak Tertua mu. dan Uang ini anggap saja hadiah untuk mu karena sudah menjadi Kakak yang baik" Alea tersenyum hangat kepada Felix lalu mengecup kening Balita perempuan yang berada di gendongan Felix.


"Terima kasih kak. aku berdoa semoga Kakak Selalu Bahagia dan Semoga Allah menganti Uang ini yang lebih banyak untuk Kakak Cantik" Felix berucap manis kepada Alea.


"Kalau begitu Felix dan adik pulang terlebih dahulu ya kakak. semoga bertemu lain waktu" Felix melambaikan tangan nya lalu pergi.


Will terkesima melihat kebaikan hati Alea dengan menolong dua Bocah Kecil itu. Bagi Will Alea sangat pantas untuk Gio Tuan nya.


"Nona, anda membantu Bocah kecil itu tanpa pamrih? saya sangat terkesima dengan nona" Puji Will kepada Alea.


"Will tidak semua Anak beruntung. Lihat anak tadi, Anak laki-laki itu bekerja sebagai pemulung untuk menafkai Sang adik. bukan kah mereka patut untuk diberikan penghargaan" Kata Alea menatap kepergian Felix.


"Benar Nona" Jawab Will.


"Nona Mari pergi, Tuan menunggu kita sedari tadi" Will kembali teringat Gio sedang menunggu nya.


"Ah. 'ya aku lupa" Ucap Alea lalu melangkah keluar.


Entah kenapa tiba-tiba Will ingin buang air kecil. "Nona. Nona pergi terlebih dahulu saja. saya ingin pergi ke kamar mandi terlebih dahulu" Ucap Will dengan wajah yang sedikit memerah karena malu.


"Baiklah" Alea kembali melanjutkan langkah nya menghampiri Gio.


Saat Alea keluar dari rumah sakit. Mata nya tertuju Kepada Gio yang duduk di kursi roda menatap jalan raya, lalu mata nya terbelalak melihat Mobil melaju kencang ke arah Gio.


Alea berlari kencang mencoba Menolong Gio agar tidak tertabrak Mobil. Alea mendorong kursi roda Gio dengan Cepat nenghidar dari mobil Yang melaju kencang itu, sedang kan diri nya tersandung oleh batu sehingga terjatuh.


Mobil semakin Cepat Melaju, Alea menutup mata nya. yang ia fikirkan apakah hari ini hari terakhir nya untuk Hidup.


"Arrrghhhh...." Teriak Alea.


"Alea Awas!!!"


Tanpa disadari Gio berlari menghampiri Alea yang berada di atas tanah. Gio mendekap tubuh Alea, mereka berdua menutup mata nya masing-masing.


"Chitttttttt...." Suara Rem mobil yang hampir menabrak Gio dan Alea.


Gio menatap Mobil itu, lalu mata nya menatap kaki nya. ia sadar bahwa dirinya tadi berlari dengan kedua kaki nya.


"ALEA AKU BISA BERJALAN" Teriak Gio kepada Alea sembari mengerakan kaki nya tapi kaki nya tak dapat digerakkan dan terasa mati rasa kembali.


Alea juga menyaksikan Gio berlari tadi. otak Alea masih Belum bisa mencerna dengan Baik, dirinya terdiam sejenak lalu ia menyuruh Gio untuk mengerakan kaki nya.


tapi tetap saja kaki itu tidak dapat digerrakan, dan terasa mati rasa seperti sebelumnya. Gio memukul-mukul kaki nya berteriak histeris.


"KENAPA TIDAK BISA DI GERAKANN!!!!" Teriak Gio sembari memukul Kaki nya dengan keras.


Alea mendekap Tubuh Gio agar tenang. membelai rambut Gio. Lalu ia berkata..."Tenanglah...." Ucap Alea.


Dokter Leo, Will dan beberapa bodyguard berlarian menghampiri Alea dan Gio. Mereka semua Membantu Gio untuk duduk kembali di Kursi roda setelah Gio tenang di Pelukan Alea.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2