
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Di dalam kamar Tercipta suasana hening, dimana Alea dan Gio tidak bersuara sama sekali. Alea terdiam karena kejadian kemarin Sore, sedang kan Gio kelihatan nya sangat sibuk dengan komputer nya.
Pagi ini Alea berniat untuk berziarah makam, maka dari itu Alea sudah bersiap dengan pakaian rapi. ia mengenakan Rok putih selutut dengan balutan blezer.
"Gio aku pergi dulu..." Pamit Alea.
Gio mendongakkan kepala nya menatap Alea yang berdiri tepat di hadapan nya, ia menatap Alea dengan intens dari atas hingga bawah.
"Aku ingin berziarah makam..." Ucap lirih Alea.
Gio tau Alea pasti merindukan Bunda nya, ia tak tega untuk menolak. sebenarnya ia takut Alea akan disakiti oleh Mama Tara atau Gabriel.
"Baiklah... tetapi aku ikut" Ucap Gio dengan tegas.
Ia ingin melindungi Alea dimana pun ia berada. Sungguh Alea telah merubah Gio, mulai dari nol. Alea hanya bisa menurut.
Alea mendorong kursi roda Gio keluar dari mension. terlihat di luar mension terdapat beberapa bodyguard dan will, levi. Semua bodyguard dan Will, levi sendiri memberikan hormat kepada Alea dan Gio.
"Selamat pagi Tuan, Nona" Salam manis dari Levi.
Levi selalu memanggil Gio dengan sebutan Tuan jika ada Alea, tetapi jika di dalam klan Levi memanggil Gio dengan sebutan Ketua. karena Gio ketua permafiaan.
"Pagi..." Jawab Alea disertai dengan senyuman.
Will membuka pintu mobil, ia dan Levi membantu Gio untuk duduk di bangku mobil. Sedangkan para bodyguard mengikuti mobil Gio dengan sepeda sport yang sudah diberikan fasilitas oleh Gio sendiri.
Gio pengemar Mobil sport dan sepeda motor sport. mungkin dari itu Gio memberikan semua fasilitas Para pekerja nya dengan persportan itu.
Mobil berjalan dengan iringan Suara sepeda motor sport yang berasal dari Para bodyguard Gio. Alea seperti seorang ratu, sejak menikah dengan Gio.
mereka hanya menghabiskan waktu satu jam untuk sampai di tempat pemakaman. Alea melangkah menghampiri Makan Sang bunda tersayang. Ia berjongkok menatap makam tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.
Tangan nya meletakkan rakaian bunga di bawah batu nisan. Ia sangat merindukan Sang bunda. air mata nya jatuh sembari membelai lembut batu nisan milik sang bunda.
Gio bisa merasakan rasa kehilangan seseorang yang paling kita Cintai, karena Gio juga pernah kehilangan orang yang paling dia sayangi seperti Alm kakek nya. Gio menatap Punggung Alea dari belakang Alea.
__ADS_1
Levi dan Will berada di samping Gio untuk perlindungan Tuan dan Nona mereka. begitu juga dengan para bodyguard yang berdiri berjajar di belakang Gio.
"Bunda Apa Kabar?... baikan?" Tanya Alea dengan suara serak kerena menahan tangis.
"Alea kesini tidak sendirian, ada banyak orang disini yang ikut serta mendoakan Bunda" Ucap Alea.
Angi-angin menerpa lembut wajah Alea sehingga helaian rambut nya ikut tertiup angin. Gio mendekat kan kursi roda nya kepada Alea.
Gio menyentuh bahu Alea, ia mencoba merendam rasa rindu Alea. "Semua orang akan mendoakan Bunda mu Alea... " Ucap lembut Gio.
Semua para bodyguard duduk mengelilingi makam Bunda anne merry, mereka ikut membaca kan doa-doa agar bunda merry tenang di alam sana. Begitu juga dengan Will dan Levi yang juga ikut serta mendoakan bunda Anne merry.
Alea terharu melihat begitu banyak orang yang ikut mendoakan bunda nya. Ia sangat berterima kasih kepada Gio.
"Terima kasih..." Ucap lirih Alea.
Gio tersenyum, lalu ia juga ikut mendoakan Ibu mertuanya karena ia adalah suami Alea. mereka semua berdoa dengan khusyuk, Tempat pemakaman itu dipenuhi Suara-suara merdu doa-doa yang mereka sembah kan kepada Tuhan yang maha esa dan Bunda Anne merry semdiri.
'Bunda, aku Suami putri mu. aku akan menjaga, melindungi dan mencintai putri mu hingga nafas terakhir ku. Ku mohon izinkan aku mencintai putrimu. aku janji akan membuat putri mu bahagia' Gumam Gio menatap Batu nisan yang bertulisan Anne merry.
Doa bersama selesai, Gio dan Alea kembali ke dalam mobil dengan diikuti para bodyguard dan Will, Levi.
Alea bingung kenapa Will mengendarai mobil ke arah lain, seharusnya Will mengendarai mobil ke arah mension. "Gio kita mau kemana?" Tanya Alea yang kebingungan.
"Mall" Jawab Gio dengan singkat.
"Untuk apa kita pergi ke mall?" Tanya Alea yang masih tertegun bingung.
Gio tak menjawab atau merespon sama sekali, Ia menatap Pemandangan Kota lewat Jendela mobil. Sedangkan Alea dilanda kebingungan.
Sesampai nya di mall...
Alea tercengang melihat kemewahan Mall itu, entah kenapa Gio membawa nya ke Mall terbesar di negara itu. Dan untuk pertama kalinya Alea melangkahkan kaki nya ke mall itu.
Alea melihat sekeliling Mall itu, ia merasa aneh kerena di mall itu tidak ada pengunjung sama sekali. Apalagi Beberapa pelayan mall menyambut nya dan Gio.
"Gio... kenapa mall ini tidak ada pengunjung sama sekali?" Tanya Alea dengan polos.
__ADS_1
"Aku Menyewa seluruh mall ini, maka dari itu tidak ada pengunjung, selain kita" Jawab Gio.
Mereka berhenti di sebuah butik ternama Di mall itu, Alea melihat beberapa Gaun branded dari luar negeri. Sungguh bagi Alea ini baru pertama kalinya dia masuk kedalam butik ternama.
"Gio apakah aku harus membeli Gaun di butik ini? kelihatan nya Gaun disini sangat mahal. lebih baik kita cari butik yang menjual Gaun yang sedikit murah" Alea tidak ingin membuang-buang uang Gio hanya karena Sebuah Gaun.
Gio tak merespon, Gio malah menyuruh beberapa pelayan Butik untuk mencari Gaun yang pantas dikenakan oleh Alea selaku istrinya.
Beberapa pelayan membawakan Gaun terbaik untuk Alea. Jujur Gaun-gaun disana terlihat sangat indah. "Alea Cobalah satu persatu" Ujar Gio kepada Alea.
"Tapi..." Alea tak bisa menolak jika Gio sudah berkehendak.
Dengan langkah berat Alea masuk ke dalam Ruang Ganti untuk mencoba satu persatu Gaun yang sudah dipilihkan oleh para pelayan Butik.
Alea keluar dari Ruang ganti dengan Gaun selutut berwarna maroon yang melekat di tubuh nya. Alea terlihat sangat Cantik dengan Gaun itu, sehingga Gio terkesima dengan Alea.
"Ba-bagaimana?" Tanya Alea dengan suara terbata-bata.
Gio tidak tau harus menjawab apa, Gaun itu sangat serasi melekat di Tubuh sempurna Alea. "Emmm... coba yang lain" Pinta Gio.
Alea kembali ke dalam ruang Ganti untuk mencoba Gaun yang Lain, Sehingga Ia bolak-balik untuk mencoba beberapa Gaun beberapa saat lamanya. Gio sendiri bingung kerena semua Gaun disana sangat cocok untuk Alea kenakan.
"Kita Beli Semua..." Ucap Gio tiba-tiba.
"APA? " Alea terkejut mendengar ucapan Gio barusan.
"Gio untuk apa Kau membeli semua Gaun ini? Tidak mungkin kan aku berganti baju 5 kali dalam sehari. Tidak perlu membeli Semua Gaun ini, cukup pilih satu saja" Gerutu Alea menatap Gio tak percaya.
"Pelayan! Bungkus semua Gaun terbaik disini! " Gio tidak menghiraukan gerutuan Alea, ia malah memerintah pelayan untuk membungkus semua Gaun terbaik disana.
"Gio--" Alea belum selesai menghabiskan ucapan nya Gio menyuruh nya tutup mulut.
"Shitttt... " Gio menyuruh Alea diam.
Alea mendengkus kesal, bagaimana bisa Gio membeli begitu banyak Gaun untuk nya. Ia hanya bisa pasrah menuruti semua kemaun Gio.
Bersambung....
__ADS_1