
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...…………………………………………………………………………...
"Bagus kalau kau menerima tantangan nya!. dan ambil ini baca dengan teliti setelah membaca tanda tangani kontrak itu!" ucap Gio dengan nada tinggi. sembari memberikan selembar kontrak pernikahan.
Gio menyerahkan selembar kertas kontrak pernikahan yang berisi perjanjian-perjanjian di dalam isi lembar kertas itu. Alea menggambil kertas itu dan membaca nya dengan teliti.
...« Kontrak pernikahan »...
Perjanjian pertama : tidak saling mencampuri urusan pribadi masing-masing. kerena pernikahan ini hanyalah pernikahan untuk mendapatkan status saja.
perjanjian kedua : bersikap sebagai suami istri pada umumnya hanya di depan orang yang diperlukan saja.
perjanjian ketiga : untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, Alea Briella Claudine Ellora harus bekerja dengan Gionandra Abraxas kenanzo di mension ini sebagai perawat pribadi Gio.
perjanjian keempat : tidak boleh menuntut apapun pada Gio.
perjanjian Kelima : Gio berhak atas segalanya. semua yang akan ia lakukan pada Alea. itu terserah dia. tidak boleh menuntut apapun untuk semua yang Gio lakukan.
...«««»»»...
seperti itulah isi kontrak pernikahan yang tertulis di atas kertas putih tersebut. mata Alea melebar ketika membaca syarat ke lima. karena syarat itu sangat merugikan dirinya. Tapi tidak mungkin untuk protes karena dia tidak berhak melakukan hal itu.
"Bagaimana? Apa kau sudah memahami semua syarat yang aku buat? kalau sudah paham, kau bisa tanda tangani surat itu sekarang juga! karena aku tidak ingin membuang-buang waktu dengan mu" kata Gio dengan nada tinggi.
"Tuan Gio, apakah kontrak kelima itu tidak berlebihan? apakah aku tidak akan di rugikan dengan adanya kontrak kelima ini?" tanya Alea yang tidak bisa menahan bibir nya untuk bicara.
"Seperti yang telah aku katakan sebelumnya. jika kau keberatan dengan syarat yang aku buat. maka silahkan angkat kaki dari mension ini. aku tidak akan memaksa kau untuk menyetujui nya" kata Gio secara tegas.
"Baiklah…baiklah aku setuju. aku akan tanda tangan kontrak ini." Jawab Alea lalu mendatangani Kontrak itu dengan tanda tangan nya.
__ADS_1
"Sudah…" kata Alea memberikan kembali kertas itu kepada Gio.
"Karena aku mengizinkan mu tinggal di kamar ku, bukan berarti kau bisa seenaknya!" ketus Gio dengan raut wajah datar.
"Maksudnya?" tanya polos Alea yang tidak mengerti apa maksud dari ucapan Gio.
"Huhhh…" Gio mendengkus secara kasar.
"Dengar kan aku baik-baik Gadis Bodoh! Aku memperbolehkan kau tinggal di kamar ku, Akan tetapi kau tidak boleh menggunakan Fasilitas Kamar ku!" kata Gio dengan nada tinggi dan kasar.
"Kau tidak boleh menggunakan Kasur untuk tidur, tidak boleh juga menggunakan Tv, dan juga tidak boleh meletakkan barang-barang di dalam lemari, tidak boleh mandi di kamar mandi di kamar ini! kau faham?" kata Gio sengaja menaikan nada tinggi nya karena kesal.
"Apa! Ka-kau Gila Tuan Gio? lalu aku ngapain di kamar sebesar ini kalau aku tidak boleh menggunakan Fasilitas kamar mu?" kesal Alea yang terkejut mendengar peraturan Yang di berikan Gio.
"Kalau kau tidak mau, silahkan angkat kaki dari mension!" Ancam Gio dengan menatap tajam Alea.
Alea merasa takut akan tatapan itu. dia terpaksa menerima peraturan itu. "Ya-yasudah. terserah kata Kamu ajalah. aku akan turuti apa yang menjadi kemauan Kamu." jawab Alea pasra.
"Dasar pria aneh! kalau kau bukan suami ku pasti sudah ku jadikan Perkedel. lagian siapa yang mau menggunakan Fasilitas kamar mu ini" Gerutu Alea yang sedang menaruh koper nya di sebelah sofa.
"Aku akan ikuti apa yang kamu katakan Tuan, Gio. kamu Fikir ku akan marah-marah dan ngamuk sama kamu gitu? Tidak. aku bukan kakak Gabriel yang anak manja. hal ini seperti bukan masalah besar bagi ku. aku juga ogah banget ada di mension ini. kalo bukan demi bunda dan melunasi hutang Papa yang tak bertanggung jawab itu." Kata Alea ngomel sepanjang jalan lebar pada dirinya sendiri.
Alea membuka kopernya untuk mengambil Piyama tidur nya. ia berniat menggantikan Gaun pengantin dengan piyama karena hari sudah malam.
"Hmmm…Gerah banget. enaknya aku mandi dulu dan berganti pakaian" kata Alea.
"Tunggu, aku bilang apa barusan? mandi? dimana aku harus mandi sedangkan Gio tidak mengizinkan aku menggunakan Fasilitas di kamar ini?" Tanya Alea sedikit frustasi.
Tiba-tiba sebuah ide muncul dari benak nya. Alea tersenyum manis ketika ide itu benar-benar bisa ia gunakan.
Alea keluar dari kamar pribadi Gio. sambil membawa handuk dan setelan Piyama berwarna putih. yang akan ia gunakan setelah ia selesai mandi.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?" Tanya Gio yang kebetulan sedang berada di ruang keluarga sendiri.
"Mandi" jawab Alea.
"Mandi kemana?" Tanya Gio.
"Ke kamar mandi Tamu atau kamar mandi bik summy" jawab Alea.
"Oh" jawab singkat Gio.
jawaban itu lagi-lagi memancing kembali Amarah Alea. Alea menarik nafas panjang lalu melepasnya dengan berat. lalu alea melanjutkan langkah untuk menuju kamar mandi tamu. ia tidak ingin lama-lama berada dekat dengan Gio. itu membuat nya naik darah nantinya.
"Hei Tunggu!" Terik Gio menghentikan langkah Alea.
"Apa?" ketua Alea.
"Aku hanya ingin mengingatkan padamu. kamar mandi tamu itu airnya aku yang punya, jadi…" kata Gio yang diputus oleh perkataan Alea.
"Gio Cukup! jika kamu tidak membolehkan aku mandi dirumah ini, aku akan ikuti apa yang kamu inginkan. Biar aku mandi di rumah tetangga saja, aku akan katakan kalau siami ku itu orangnya pelit kamar mandi" jawab Alea kesal.
"Apa? Suami? Hahahhh…" ejek Gio menertawakan ucapan Alea.
"Apa yang lucu? kau kira ku ini badut?" tanya Alea dengan kesal membuat pipi Chuby nya seperti ikan fugu.
"Baiklah kau boleh mandi di kamar." jawab Gio lalu Pergi menuju Ruang Kerja nya. yang letak nya tidak jauh dengan Ruang Keluarga.
"Huhh…akhirnya ide ku berhasil" kata Alea tersenyum gembira. lalu ia dengan cepat menaiki tangga menuju kamar Gio kembali.
Bersambung……………
btw maaf guys baru bisa up soalnya udah mulai masuk sekolah lagi. jadi kemungkinan aku up nya setiap sore.
__ADS_1