
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...………………………………………………………………………………...
sebelum baca jangan lupa tinggalkan like, komen, vote and follow 'ya bestie
Happy reading……
sebenarnya Gio masih belum di perbolehkan untuk pulang hanya saja Gio yang memaksa. Papa Erland pun hanya bisa mematuhi keinginan sang putra karena ia tau Gio tak suka pemandangan dan Aroma-aroma rumah sakit.
Gio sudah bisa menerima keadaan nya sekarang walaupun baginya itu sangat berat dan menyakitkan untuk nya. sejak Gio tau bahwa ia mengalami kelumpuhan ia lebih memilih diam dan bersikap dingin entah itu kepada papa atau pun kepada mama nya.
"Tuan, Apakabar?" ucap pria berjas hitam yang tidak lain adalah Tangan kanan Gio yang bernama William Cooper.
"Seperti biasa!" ucap Singkat Gio dengan raut wajah dingin dan datar.
Will tau Sifat Tuan nya karena memang ia sudah lama bekerja dengan Gio. Will lebih memilih diam dan bersikap seperti biasanya.
"Tuan biar aku bantu masuk kedalam mobil," ucap Will dengan wajah ragu-ragu.
"Heem" Jawab Gio dengan deheman.
will pun bahu-membahu Gio untuk duduk di dalam mobil. dengan susah payah ia berhasil membantu Gio duduk di dalam mobil lalu ia memasukkan Kursi roda ke dalam Bagasi mobil. tak lama kemudian Papa Erland datang dan duduk di sebelah Gio di bangku belakang mobil, sedang kan will menyetir mobil.
Will bukan hanya tangan kanan Gio dia juga orang yang paling di percayai oleh keluarga kenanzo. Bagi will keluarga kenanzo seperti keluarga nya sendiri karena memang ia tak punya siapa-siapa lagi.
Hening.
di sepanjang jalan di dalam mobil tercipta suasana Hening, tidak ada yang berbicara hanya terdengar suara mesin mobil saja. entah Papa Erland maupun Gio dan will mereka selalu diam tanpa berkata satu kata pun.
__ADS_1
"Will!, bagaimana dengan keadaan perusahaan sejak aku mengalami kecelakaan?" ucap Gio yang membuka pembicaraan.
"Tuan tenang saja keadaan perusahaan sangat terkendali. hanya saja banyak berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Will sembari fokus berkendara.
"Kau bawa semua berkas itu ke mension, aku akan mengerjakan nya" ucap Gio dengan raut wajah datar.
"Putra ku, kau baru saja pulang dari rumah sakit dan kau ingin kembali bekerja!. tidak papa tidak mengizinkan nya!, saat mama mu mendengarkan ini dia pasti akan marah!!" ucap Papa Erland dengan tegas ia tak ingin kondisi Gio semakin memburuk saat ia kembali di perusahaan.
"Benar kata Tuan besar. Tuan harus beristirahat saat kondisi Tuan sudah membaik baru anda bisa bekerja" ucap Will yang ikut membenarkan perkataan Papa Erland
Gio tak merespon perkataan Will maupun Papa Erland ia lebih memilih menatap Pemandangan Kota yang padat yang di penuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. ia merindukan suasana perusahaan karena memang ia selalu menghabiskan waktu bersama perusahaan dan pekerjaan.
Tak lama kemudian mereka sampai di mension mewah milik keluarga Kenanzo. Mension yang asri dengan Taman yang di kelilingi oleh pepohonan dan beberapa macam bunga membuat mension itu semakin mewah dan indah.
kedatangan Gio di sambut oleh beberapa pelayan dan bodyguard bersama sang mama yang berdiri tepat di depan Pintu mension dengan tersenyum hangat atas kehadiran Sang putra.
Mama Vio memeluk mengecup kening sang putra. ia merasa bahagia melihat putra nya kembali ke mension, tidak dengan Gio yang merasa risih ia merasa di belas kasihani oleh orang-orang yang berada di sana.
"Ma!, Gio bukan anak kecil lagi, Gio nggak suka kalau di belas kasihani!!. apa karena sekarang Gio lumpuh" ucap Gio secara tegas kepada sang mama.
"Will!!, Antar aku ke kamar" Teriak Gio kepada
Will.
will mendengarkan perkataa Gio ia pun langsung mendorong kursi roda menuju kamar pribadi Gio di lantai Dua dengan menaiki Lift mension. Sesampai nya Will di kamar pribadi Gio. will membantu Gio duduk di King size bed ( ranjang ukuran besar )
"Will, sebelum kau pergi Tolong ambilkan Leptop ku" Ujar Gio kepada Will
Will mendengar perintah Tuan nya itu pun langsung mengambil Leptop Gio di Meja dekat sofa, lalu memberikan nya kepada Gio.
__ADS_1
Gio mengambil Leptop nya lalu jari-jarinya memainkan leptop itu secara lihai. dan tatapan nya fokus terhadap leptop, dengan raut wajah serius dan dingin.
"Tuan apakah tuan membutuhkan sesuatu lagi" ucap Will dengan ragu-ragu.
"Ya, kau bawa berkas-berkas yang harus aku tanda tangani nanti malam!" ucap Gio dengan raut wajah datar.
"Baik Tuan, saya pamit Pergi " ucap Will lalu beranjak pergi dari kamar pribadi Gio.
Saat Will ingin kembali ke perusahaan ia mengurungkan niat nya setelah mendengar panggilan dari Papa Erland.
"Will, kemarilah" ucap Papa Erland
will pun menghampiri Mama Vio dan papa Erlan yang sedang duduk di Sofa. will duduk di sebelah Papa Erland.
"Bagaimana dengan Perusahaan Mazundar yang kau buat Kalang kabut?" Tanya Papa Erland kepada Will
"Aku sudah membuat perusahaan itu di ambang kebangkrutan Tuan, dan bukan hanya itu saja aku juga mengambil Ahli rumah dan Akses kekayaan mazundar Tuan" ucap Will dengan Bangga.
"Bagus!, mereka harus tau siapa itu keluarga Kenanzo. dan berani sekali dia menghina putra ku. aku tidak akan pernah mengampuni mereka" ucap Papa Erland dengan senyum menyeringai iblis.
"Benar Tuan, kalau begitu saya pamit pergi" ucap Will lalu beranjak berdiri dari duduk nya
"Ya pergilah, untuk saat ini aku mempercayai mu mengenai perusahaan" ucap Papa Erland. will pun langsung pergi meninggalkan mension dan menuju ke perusahaan Kenanzo Group.
"Pa, Gabriel telah memutuskan hubungan nya dengan Putra kita Gio. lalu siapa yang akan mau menikahi putra kita yang sekarang jatuh lumpuh" ucap Mama vio dengan raut wajah seduh.
"Pasti ada ma.Tuhan pasti menciptakan seorang wanita untuk menjadi pendamping Putra kita" ucap Papa Erland sembari memeluk dan membelai rambut Mama Vio.
Bersambung…………
__ADS_1