
3 Minggu berlalu, Yang mengartikan usia kandungan Alea sudah berusia 3 Minggu, dan hari ini tepat nya hari Minggu. Gio membawa Alea ke New Zealand, untuk merayakan kehamilan Alea. Gio berniat untuk menghabiskan waktu bersama Alea, dan memberikan semua kebahagiaan untuk Alea.
untuk menghabiskan waktu bersama Alea, Gio membeli sebuah resort termegah di new Zealand hanya untuk Alea, dan ia juga menyiapkan sebuah kejutan untuk Alea, ia ingin Alea bahagia sepenuhnya, ia juga berharap dia bisa memberikan semua kebahagiaan kepada Alea.
"Wellcome to New Zealand Sayang..." Bisik Gio dengan suara lembut tepat di telinga Alea.
Alea tersipu malu mendengar bisikan Gio, entah kenapa Gio begitu bucinable akhir-akhir ini. ia menatap wajah tampan sang suami, yakni Gio dengan tangan yang ia lingkar kan di leher Gio.
"Muachhhh..." Alea mengecup singkat bibir Gio, kemudian ia hendak lari, tetapi Gio menariknya sehingga ia terjatuh ke kolam bersama dengan Gio.
"Gio..." kesal Alea karena pakaian nya basah kuyup karena jatuh ke kolam, sedangkan Gio hanya terkekeh dan semakin menarik pinggul Alea agar lebih mendekat ke arahnya.
"Bibir mu sangat menggoda ku" Goda Gio membuat Alea tersipu malu.
"Gio lepaskan aku.... pakaian ku basah karena m----mpphhhh" belum juga Alea menghabiskan kata-kata nya, Gio telah mengecup bibir nya, Mel*mat nya dengan penuh gairah.
Ciuman itu semakin lama semakin turun ke leher Alea, membuat darah Alea berdesir, ciuman itu meninggalkan sebuah bekas kismark tepat di leher Alea. kemudian beberapa saat lamanya setelah Gio puas menciumi Alea, Gio melepaskan tautan bibir nya kemudian mengendong Alea lebih tinggi, keduanya saling bertatapan, seakan dunia itu hanya milik mereka berdua.
__ADS_1
"Cantik..." Puji Gio menatap wajah Alea.
Gio membenamkan wajahnya tepat di dada Alea, Gio bisa merasakan dua squisy milik Alea yang kenyal dan empuk, terlebih lagi tubuh Alea yang wangi dan pas untuk nya. tangan nya begitu nakal memainkan kedua squisy milik Alea, sehingga Alea mencengkeram bahu Gio dengan sangat kuat.
"Ahhhh..." sebuah des*Han lolos dari bibir Alea membuat Tubuh Gio semakin terbakar.
perlahan-lahan Gio melepaskan semua pakaian yang dikenakan Alea tanpa tersisa satupun. matanya menatap mata Alea meminta izin untuk menyentuh nya, Alea hanya tersipu malu, yang mengartikan 'iya'
Adik kecil Gio disana sudah meronta-ronta, sehingga Gio kembali menci*m dan ******* kembali bibir ranum Alea dengan sangat rakus, lalu turun ke leher Alea. sehingga darah Alea berdesir, tapi Alea berusaha menahan agar tidak Mend*s*h. saat Gio bersikap seperti seorang bayi di gunung kembar yang menantang, akhirnya suara Des*h*n lolos dari bibir Alea. sehingga tubuh Gio semakin terbakar. Gio semakin semangat memberikan serangannya, hingga merobek kain pelindung terakhir Alea.
"Kau boleh mencakar ku, kalau perlu gigit bahu" ucap Gio dengan lembut
Gio memulai pemanasan lagi, dan Alea tidak lagi menahan des*h*nnya terutama saat Gio melahap squisynya dengan sangat lahap.
Gio tak bisa menahan lagi gejolak tubuhnya, terlebih lagi adik kecil nya dibawah sana sudah meronta-ronta dan.....
"Sshhhhttttr.....aaahhhhh" Lenguhan Gio saat menikmati adik kecil nya yang mendapatkan pijatan yang membabukkan
Gio ******* bibir Alea kembali, sedangkan Alea mencengkeram kuat-kuat bahu Gio. kedua nya melakukan permainan itu di tengah-tengah kolam yang dingin dengan penendangan laut yang begitu indah.
Gio memulai permainan itu, dan Gio mempercepat ritme gerakannya, Gio dan Alea menjeritkan nama mereka saat keduanya mencapai puncak kenikmatan.
Alea membenarkan wajahnya di bahu Gio, dan Gio memeluk tubuh Alea yang lelah karena ulah nya. Ia membawa tubuh Alea yang lelah kedalam kamar utama resort itu. Gio mengecup kening Alea, kemudian menyelimuti tubuh Alea dengan selimut, kemudian ia berniat pergi untuk membersihkan tubuh nya akan tetapi Alea menghentikan nya.
__ADS_1
"Jangan pergi...Tetaplah disini..." Ucap Alea dengan nada lembut.
"Baiklah...Cupp" Gio kembali mengecup kening Alea.
Gio membaringkan tubuhnya disebelah Alea. tangan nya memeluk tubuh Alea yang terlihat sangat lelah karena ula nya tadi. Telapak tangan nya membelai lembut rambut Alea yang tergerai basah hingga beberapa saat lamanya Alea sudah terlelap di dada bidang Gio. Gio sedikit terkekeh melihat tingkah laku Alea yang akhir-akhir ini seperti seorang anak kecil, dan ia faham tentang hal itu. ya Gio tau Jika Alea tengah mengalami perubahan hormon.
perlahan-lahan Gio beranjak bangun dengan hati-hati karena ia tak ingin mengganggu tidur Alea. "Semoga mimpi indah..." bisik Gio tepat di telinga Alea kemudian pergi untuk membersihkan tubuhnya akibat permainan panas tadi.
Bersambung...
Hay para reader... oh ya author buat karya baru loh...jangan lupa mampir di novel terbaru author.
Judul : Gadis desa untuk Tuan muda
jangan lupa...
- like
- komen
-vote
__ADS_1
- and follow
thanks udah nemenin author sejak 0 Sampek sekarang lope You