Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 39


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Flasback on


Terlihat seorang Gadis kecil sedang bermain Boneka bear di tangan nya. Gadis manis dengan rambut panjang berponi, wajah yang cantik dan imut membuat semua orang terkesima. Senyum nya seindah bunga mawar putih, setiap kali gadis itu tersenyum semua orang ikut bahagia.


"Lea sayang..."


Seorang wanita Muda berparas cantik menghampiri Gadis kecil itu. wanita itu tidak lain adalah bunda Anne merry, dan gadis kecil itu adalah Alea kecil.


"Ya unnda... lea agi ain ama oneka beyuang" Alea kecil menjawab dengan suara Cadel.


"Mari kita pulang, ini sudah sore dan sepertinya sebentar lagi akan hujan lebat" Bunda Anne merry mengendong tubuh mungil Alea kecil.


Bunda Anne merry membawa Alea masuk ke dalam mobil untuk kembali ke Rumah, Bunda Anne mengemudi mobil secara perlahan-lahan.


"Unnda... ujan nya deyas ya." Alea kecil menatap jendela mobil yang terbasahi air hujan.


"Iya sayang...mungkin akan terjadi badai" Bunda anne fokus mengendarai mobil.


Hujan begitu lebat, angin tertiup kencang dan petir terus menyambar. Membuat jalanan licin dan sepi. jalanan berliku-liku di tambah dengan jalanan yang licin membuat mobil semakin cepat.


"Cctarrrrr....." Suara petir menggelegar.


"Unnda lea akut petir" Alea kecil menutup telinga nya dengan telapak tangan mungil nya.


"Tidak papa sayang ada bunda bersama Alea" Bunda anne merry mengelus tengkuk kepala Alea kecil sembari fokus menyetir.


Entah kenapa disaat bunda anne ingin mengerem tetapi rem mobil tidak bisa digunakan. Bunda anne terus mencoba mengerem dengan raut wajah cemas ketika melihat ada sebuah beton pembatas jalan.


"Ya tuhan apa mobil ini rem blong?" Bunda anne merry semakin pucat masal setelah tau rem mob blong.


"Hiks.. hiks.. unnda angan epat-epat obing nya" Alea kecil semakin takut ketika mobil semakin cepat.


"Alea menunduk sayang" Teriak Bunda anne merry.


mobil tidak terkendali, bunda anne merry memeluk Alea kecil di dalam dekapan nya. semakin cepat mobil bergerak dan tak terkendali. dan...


"Bruukkkkkk...Brukkkk... brukkkkk"

__ADS_1


Mobil itu terlempar ke arah jurang dengan keras, sehingga mobil itu terombang-ambing Dengan posisi terbalik. Mobil itu hancur sedemikian rupa.


Bunda anne merry tergolek tiada dengan posisi memeluk Erat tubuh mungil Alea kecil. Darah segar mengalir deras di bagian kepala bunda anne merry.


"Hiks.. hikss... unnda bangun hiks... hiks... tangan lea akit unnda" Alea kecil menangis tersedu-sedu.


"Hiks... hikss... hikss"


Flasback off


"Hikss... hiksss..."


Alea terbangun dari mimpi buruk nya dengan air mata yang membasahi pipi nya. mimpi dimana ia harus kehilangan orang yang paling berharga baginya.


Sentak Gio ikut terbangun ketika mendengar tangis isak Alea. Gio menatap Alea yang ketakutan, entah kenapa ia tak tega melihat Alea ketakutan hingga tubuh nya bergemetar.


Gio berusaha duduk dengan susah payah. tangan nya mendekap Tubuh Alea ke dalam pelukan nya. tangan nya mencoba membelai lembut rambut Alea.


"Jangan menangis Alea..." Gio terus mengucapkan kata-kata itu sembari membelai rambut Alea.


"Katakan pada ku Kenapa kau menangis? apa kau mimpi buruk?" Gio tetap menenangkan Alea dalam dekapan nya.


Gio memegang pipi Alea menatap Alea dengan intens. Ia melihat luka dan rasa takut dari dalam mata Alea. Gio tau Alea pasti bermimpi buruk.


"Jangan takut ada aku disini" Gio menatap Alea.


"A-aku bermimpi buruk hikss.. hikss... hiks" Tangis Alea semakin menjadi-jadi.


"Katakan mimpi buruk apa sehingga kau ketakutan seperti ini?" Tanya Gio sambil mengelus tengkuk kepala Alea.


Alea menatap Gio, ia takut menceritakan semuanya. hati nya ragu untuk mengatakan nya. Air mata nya jatuh perlahan-lahan.


Gio tau ada hal yang disembunyikan oleh Alea. ia juga tau ada keraguan di dalam hati Alea sekarang.


"Ceritakan saja pada ku" Kata Gio.


"Ka-kamu harus janji tidak boleh ma-marah" Senguk Alea.


"Kenapa Aku Harus marah" Gio tersenyum hangat.

__ADS_1


"Tante Tara bukan lah Ibu ku. Bunda ku sudah lama Tiada" Kata Alea sambil menundukkan kepala.


"Aku sudah tau" Jawab Gio dengan cepat.


"Ha? ka-kamu sudah tau? bagaimana kamu tau" Alea mengusap air matanya.


"Kau lupa aku adalah Pewaris tunggal keluarga Kenanzo. dan aku adalah seorang Ceo Gionandra Abraxas kenanzo." Gio menyombongkan gelar nya.


"Katakan pada ku kenapa kau menyembunyikan semua nya dari ku?" Tanya Gio.


"Aku telah berjanji kepada Alm Papa untuk mengasingkan diri ku. karena aku adalah putri seorang pelacur" Kata Alea mengingat hinaan yang dilemparkan pada nya dulu.


"Dulu Bunda dan Papa dijodohkan oleh Nenek buyut, tetapi saat itu Papa sudah menikah dengan Tante tara diam-diam. Papa menyetujui perjodohan itu karena Tante tara tidak bisa mengandung, tetapi disaat papa dan bunda sudah sah menjadi suami istri, tante tara mengandung Kakak Gabriel. lalu tiga bulan kemudian Nenek buyut meninggal, dan papa bunda harus bercerai atas permintaan Tante tara. Saat Papa sudah bercerai dengan bunda. bunda mengandung ku" Alea menceritakan semua yang ia ketahui dari Ibu dari bunda nya alias nenek nya.


'Andai kau tau Alea, bunda mu bukan lah seorang wanita pelacur. bunda mu adalah wanita yang baik' Gumam Gio.


"Mungkin kamu benar aku adalah wanita murahan sama seperti Bunda" Kata Alea mengingat hinaan Gio kepada nya dulu.


Gio teringat ucapan nya dulu, dimana ia selalu menghina dan mencaci maci Alea setiap hari. Gio merasa bersalah untuk itu.


"Ini Sudah Adzan Subuh, lebih baik aku sholat dulu" Alea hendak Beranjak berdiri tetapi tangan nya dicekal oleh Gio.


"Aku ikut, aku ingin Sholat juga" Ucap Gio dengan raut wajah dingin.


Sungguh Alea merasa Aneh dengan sikap Gio beberapa hari ini. Dan untuk pertama kalinya Alea akan melakukan ibada sholat bersama Gio sebagai Suami nya.


Tangan Alea membantu Gio untuk duduk di kursi roda. Lalu ia mendorong kursi roda menuju kamar mandi untuk melaksanakan Wudhu.


Karena Gio lumpuh, Gio melaksanakan ibadah Sholat diatas kursi roda, dan untuk pertama kalinya Gio menjadi seorang Imam setelah sekian lama nya. terakhir Gio melakukan Ibada disaat Sang Kakek masih Ada.


Alea berada di belakang Gio sebagai seorang istri. Gio menjadi pemimpin Sholat. mungkin Alea membawa hal positif ke dalam diri Gio sekarang.


"Assalamualaikum wr. wb..."


Alea menciumi tangan Gio, walau Gio belum menganggap nya sebagai seorang istri dan Pernikahan mereka hanyalah sebatas kontrak. tetap saja mereka tidak bisa mempermainkan Ibadah.


Gio mengecup kening Alea dengan lembut. lalu mereka berdua membaca Kitab suci Al Qur'an bersama-sama.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2