
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...………………………………………...
Gio, Alea, Oma Diana dan Arka sekarang sedang berada di pantai untuk picnic. Sesuai janji Gio akan menghabiskan waktu sehari bersama Oma Diana Di luar. dan untuk pertama kalinya Gio keluar bertemu dengan orang-orang banyak di saat ia lumpuh, rasa malu, sakit dan sedih terbalut di hati Gio.
tapi setelah melihat senyum dari Alea. Gio menghapus rasa malu nya untuk bertemu orang-orang banyak. Beberapa orang membicarakan Gio, dan juga ada yang memandang Gio dengan tatapan Kasian, dan bukan itu saja ada juga orang yang menatap Gio dengan tatapan memuja.
Alea mendorong kursi roda Gio beriringan Oma Diana dan Arka yang berjalan di depan. Arka dan Alea memasang tikar untuk di pakai duduk di atas tanah pantai ala-ala picnic.
Alea membantu Oma Diana untuk duduk sedangkan Gio tetap duduk di kursi roda. Arka masih sibuk berfoto-foto untuk di posting di Instagram.
karena Cuaca tidak terlalu panas dan angin-angin menerpa lembut mereka, sehingga Cuaca sangat indah untuk dilihat. Banyak riuh tawa anak-anak yang sedang bermain Air.
"Alea, bukan kah Cuaca disini sangat mendukung? angin yang sejuk dan terik matahari yang tidak terlalu panas" Oma Diana menatap anak kecil yang sedang asyik bermain di tepi pantai.
"Ya oma. Pemandangan nya juga sangat indah" Alea menjawab dengan senyuman.
Arka menghampiri Gio yang terdiam di kursi roda. Lalu tangan nya menyerahkan Ponsel ke Gio, entah apa maksud Arka dengan memberikan ponsel nya.
"Gio Ganteng...Tolong foto in Gue 'yak please... ku mohon" Arka memohon dengan wajah memelas.
"LO ITU COWOK! BUKAN CEWEK. TAPI KENAPA KELAKUAN LO! KAYAK CEWEK ANJI*G" Pikik Gio menatap Arka dengan Tatapan heran.
"Ya kan, cuma mau ngeabadiin momen" sekal Arka dengan mencibir kan Bibir nya dengan kesal.
"Untung lo itu sepupu Gw. kalau bukan udah Gw jadiin lo kayak daging cincang" Gio mengerutu lalu menyuruh Arka untuk berpose.
akan tetapi pose yang dilakukan Arka sama persis seperti seorang wanita. Gio mengelengkan kepalan nya menatap Sepupu nya itu. lalu ia berulang-ulang kali Memfoto Arka hingga puluhan foto.
"Kakak Alea" Panggil Arka kepada Alea.
__ADS_1
Alea berjalan menghampiri Arka dan Gio yang berada di tepi pantai. "Ada apa arka? kenapa memanggil ku?"
"Sekarang Fotokan aku dan kakak Alea" Ujar Arka kepada Gio.
Arka memeluk pinggang Alea untuk berpose ala-ala punya gebetan. Hati Gio terbakar api cemburu ketika Arka memeluk Pinggang Alea.
"ARKANAN KENANZO! AKU BUKAN FOTOGRAFER MU! BISA KAU SURUH-SURUH MENGERTI?" Gio menekan setiap kata-kata nya menahan amarah.
Arka tau Gio sedang di landa amarah dan kecemburuan. dengan Cekatan Arka langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Alea.
"Emmm... kakak Alea saja yang Bang Gio Foto" Arka langsung berlari kecil meninggalkan Alea dan Gio di tepi pantai.
"Ti-tidak. aku tidak ingin berfoto" Terka Alea menatap Gio dengan suara yang terbata-bata.
"Kenapa? apa kau mengirah aku tidak pandai memfoto seseorang" Gio bertanya dengan kesal dan raut wajah datar.
"Tidak-tidak. maksud ku bukan begitu" Alea tak tau harus menjawab apa. lalu ia menjawab... "Baiklah. kau bisa memfoto ku" jawab Alea pasrah.
Hasil foto.
Foto yang sangat cantik, Gio memandang foto itu di ponsel Arka. Diam-diam Foto itu ia kirim ke nomor ponsel nya sendiri.
"Apakah hasil foto nya bagus?" Alea bertanya kepada Gio.
"Tentunya bagus" Gio menyerahkan hasil foto nya kepada Alea.
Alea melihat foto itu. memang benar Gio sangat pandai dalam memfoto seseorang. Di dalam Foto dirinya terlihat sangat Cantik dengan Vibes pantai yang membuat nya semakin Cantik.
"Kamu benar..., kamu memang pandai memfoto seseorang" Puji Alea dengan senyuman.
__ADS_1
"Terima kasih" Ucapan terima kasih Alea dengan disertai senyuman.
Gio menjadi salting ketika mendapat pujian, ucapan dan yang paling utama adalah Senyuman indah Alea.
Beberapa wanita paruh baya mendekati Alea dan Gio yang berada di tepi pantai. Wanita-wanita paruh baya itu berjalan layak nya model negara.
"Ya ampun... Pewaris keluarga Mazundar sekarang Lumpuh 'ya" Ejek Wanita Paruh baya A.
"Tuan Muda Gio. Apa kabar? kabar nya baik kan...tapi kelihatan nya tidak baik-baik saja" Hinaan wanita paruh baya B.
Gio menahan Amarah akibat hinaan dan cacian Orang-orang disana. Tangan nya Mengempal erat hingga memeperlihatkan Urat-urat Tangan nya.
Alea mendegar hinaah yang diluncurkan kepada Gio pun ikut sakit hati. Ia melangkah mendekati Wanita-wanita paruh baya tersebut.
"Apakah kalian tidak memiliki pekerjaan? sehingga kalian semua seenak nya Menghinah dan mencaci maci Tuan Muda Gio." Alea tersenyum devil.
"Tuan muda Gio memang memiliki kekurangan. tetapi kalian lebih banyak memiliki kekurangan. seperti mulut kalian yang sangat kotor dan menjijikkan untuk digunakan bebicara. dan kedua mata kalian yang hanya bisa melihat kekurangan orang lain" Sindir Alea penuh penekanan.
kedua wanita paruh baya itu pun merasa tersindir. mereka pun pergi dengan penuh kesal. Alea merasa lega melihat para wanita julit itu pergi meninggalkan nya dan Gio.
"Jangan dengarkan Ucapan mereka Gio. lebih baik kamu fokus untuk kesembuhan mu" Alea berkata sembari mendorong kursi roda Gio menghampiri Oma.
Gio hanya diam. di dalam hatinya ia merasa tenang mendengar ucapan Alea barusan. sekarang ia semangat untuk sembuh, bagian utama semangat nya adalah Alea. ketika hari di mana Ia sembuh disaaat itulah Gio akan membuat Alea bahagia.
"Gio, Alea mari kita makan. Arka sudah sangat lapar" Oma Diana berkata.
"Iya Oma" Jawab Gio dan Alea serentak.
"Ehemm... kok Kompak? sehati 'ya?" Goda Arka sembari membantu Oma Diana Berdiri.
"DASAR SEPUPU LUCNAT" Teriak Gio kepada Arka.
__ADS_1
Bersambung......