
Di sebuah gedung putih, rumah sakit. Terlihat alea tengah mengalami kesakitan yang cukup parah. Ya hari ini, ia akan melahirkan bayi kecil nya. Gio selalu melafalkan doa di telinga alea, sedangkan tangannya terus menggenggam telapak tangan alea yang dingin, ia tidak akan pernah meninggalkan alea, ia akan selalu berada di samping nya.
alula menangkup wajah gio kemudian berkata "Jangan takut, aku dan bayi kita akan baik-baik saja. Aku janji, jangan khawatir. Percayalah kepada Tuhan jika tuhan akan selalu melindungi kita" perlahan-lahan tangan itu menghapus air mata Gio yang perlahan jatuh.
"Jangan pernah meninggalkan aku alea..." lirih gio yang tak tega melihat alea menahan sakit. "Tentu aku janji...erghhh..."alea merasakan sakit yang luar biasa.
hospital bed alea perlahan-lahan masuk kedalam ruang persalinan yang sudah disiapkan gio secara khusus untuk persalinan alea, dengan beberapa dokter dan suster yang membantu proses persalinan alea. Dan disisi lain tangan gio tak lepas dari tangan alea. Bibir nya trs melafalkan doa kepada sang pencipta.
"Maaf Tuan Gio, anda tidak bisa masuk kedalam ruang persalinan. Dikarenakan operasi akan segera dilakukan untuk bisa menyelamatkan ibu dan bayi" Ucap dokter itu kepada Gio.
Ya hari ini alea harus melakukan operasi, dikarenakan sebuah kecelakaan yang menimpanya ketika di mansion yang hingga sekarang tidak ada yang tau penyebabnya. Akan tetapi beberapa anggota Gio tengah menyelidiki nya.
gio menatap alea, air mata nya jatuh begitu saja. ia tak bisa menahan tangis nya ia begitu lalai dalam menjaga alea dan bayi nya hingga membuat bayi dan alea sendiri dalam bahaya sekarang.
"Gio, percayalah kami akan baik-baik saja. hanya sebentar, kita berdua akan melihat bayi kecil kita sebentar lagi" lirih alea yang mencoba membuat Gio merasa tenang ketika melihat gio tak ingin melepaskan genggaman tangan nya.
Cupp....
Gio mengecup kening alea, ia berjanji kepada dirinya sendiri akan mencari siapa pelaku dibalik semua ini. Ia tak ingin membawa lebih dalam alea ke jurang yang begitu berbahaya. 'Aku janji alea, aku tidak akan melepaskan orang yang telah membuat mu seperti ini' mata gio memerah menahan amarah dan sedih secara bersamaan. perlahan-lahan tangan nya melepaskan tangan alea. Membiarkan alea untuk masuk kedalam ruang operasi yang menjadi tempat bersalin nya malam ini.
Gio menatap pintu ruang operasi itu yang perlahan-lahan tertutup. "Aku mohon kepada mu Tuhan, lindungilah orang-orang yang hamba cintai ini" lirih Gio dalam doa nya.
***
disisi lain terlihat seorang gadis tengah ketakutan dengan, wajah pucat yang terus menerus berlari memasuki area hutan, menjauh dari kejaran para anggota Gio. Ya gadis itu adalah gabriel, yang baru saja hampir celakai alea dengan mendorong tubuh alea hingga terjatuh dan mengalami kontraksi rahim yang menyebabkan ketuban alea pecah.
"Aku berharap gadis payah itu mati saja!!!! Dia selalu membawa sial untuk ku" geram Gabriel yang menghentak tangan nya ke batang pohon di hutan.
"Hm! hari ini akan menjadi hari terakhir nya. malaikat mau akan menjemput nya malam ini" Gabriel tertawa sinis mengingat darah yang bececeran ditubuh alea yang diperbuatnya.
__ADS_1
"Tapi aku harus pergi jauh untuk itu!. Anggota Gio mengejarku. Aku tidak ingin masuk jeruji penjara!!!" gerutu Gabriel yang mulai melanjutkan perjalanan nya yang semakin masuk ke area plosok hutan. "hari semakin malam, hutan menjadi gelap, jangan sampai aku mati hanya karena menjadi mangsa hewan buas disini" ucap Gabriel. Tapi ia tersentak kaget ketika mendengar suara pasukan gio yang jarak nya tak jauh dari nya.
"F*ck!!! bagaimana mungkin mereka bisa tau aku berada di hutan ini!!!" marah Gabriel yang berlari tapi ia tak sengaja tersandung akar pohon yang membuatnya jatuh tersungkur. "Arghhhh" lirih Gabriel yang merasakan sakit dia area kaki nya.
"BERHENTI!!!!" bentak Levi dan Will secara bersamaan sambil menodongkan senjata api mereka ke arah kepala Gabriel. "JIKA ANDA INGIN HIDUP MAKA BERHENTI!!!" bentak Levi yang perlahan-lahan mendekat kearah Gabriel.
"KALIAN KIRA??? AKU AKAN MENURUTI KEMAUAN KALIAN SEMUA HAHAHAHA. THAT'S NOT POSSIBLE!!!" Gabriel melemparkan pasir ke arah mata Levi yang membuat Levi tidak bisa melihat situasi. Sedangkan Wil dengan cekatan mengangkat senjata nya dan menepatkan pelurunya ke senjata nya ke arah Gabriel dan....
DORRRR!!!!
1 tembakan meluncur mengenai kaki Gabriel yang membuat gabriel kembali tersungkur ke tanah dengan darah segar yang mengalir dari kaki nya.
ARGHHHH!!!!!
teriak gabriel yang memegangi kaki nya yang bececeran darah segar. air mata nya jatuh begitu saja melihat kaki nya yang bersimbah darah.
"ANDA MELAKUKAN KESALAHAN DENGAN MENGUSIK KEHIDUPAN TUAN DAN NONA KAMI. ANDA MENCOBA MELUKAI NONA KAMI MAKA KAMI TIDAK AKAN TINGGAL DIAM UNTUK ITU!!!" Ucap Will terus terang dengan amarah yang menggebu-gebu.
"dengar!!! Bawa dia ke markas. Rantai tangan dan kaki nya. Jangan ada yang mengobati luka nya. Dan ya! 1 lagi jangan sampai dia lolos" Ujar Levi kepada anak buah nya.
"BAIK TUAN!!" ucap serentak anggota nya dengan hormat kepada Levi dan Will.
"Will bagaimana kondisi nona alea??" Tanya Levi dengan tangan yang terus menerus mengusap mata nya yang perih akibat Gabriel tadi.
"Aku tidak tau. Tuan terlihat sangat cemas. Nona alea dan juga bayi nya" Jawab Will.
"Kita hanya perlu berdoa untuk keselamatan nona alea. Dia wanita yang baik untuk tuan. Selama ini orang pertama yang dapat mengubah tuan adalah nona alea" ucap Levi. "Sebaiknya kita kembali. Menemani tuan" lanjutnya.
"Ayoo!!"
__ADS_1
william Cooper
zaen Levi Arkanan.
***
Oek..oekk..oekk...
Terdengar suara bayi yang menangis dari dalam ruang operasi yang membuah gio merasa lega dan sedikit cemas. Beberapa suster keluar dari ruang operasi dan tak lama kemudian 2 suster keluar dengan box bayi yang berisikan seorang bayi perempuan yang lucu, ya bayi kecil itu adakah buah hati gio dan alea.
"Selamat tuan mudah gio, bayi anda adalah perempuan. Dan sangat cantik dan lucu, mirip seperti nona alea" ucap dokter tersebut.
Perlahan gio meraih bayi kecil itu dari box bayi. Mengendong nya dengan hati-hati, betapa mengemaskan wajah mungil kecil dan manis ituu. hati gio perlahan-lahan Lulu dengan bayi itu. "Putri kecil ku" lirih gio sembari masuk kedalam ruangan tempat alea dirawat secara intensif. Ia menidurkan putri kecil nya disebelah alea, yang membuat alea perlahan terbangun.
"alea..., Putri kecil kita" lirih gio kepada alea yang menangis terharu melihat putri kecil nya yang berada disampingnya. "Cantik..." Lirih pelan alea dengan tubuh yang masih lemas.
"Dia cantik sepertimu" ucap gio yang membantu alea menggendong putri kecil mereka."lihat betapa pulas nya tidur nya" gio menyentuh hidung kecil putri nya. "Mirip seperti mu jika tidur" ucap alea mengejek.
"Kamu mengejek ku alea???" tanya gio yang gemas.
Cupppp....
gio mencium bibir alea, kemudian mencium kening alea dan putri kecil nya. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia dengan kehadiran putri kecil mereka.
__ADS_1
Bersambung......