
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...……………………………………………………………………………...
sebelum baca jangan lupa tinggalkan like, komen, follow, and vote 'ya bestie.
Happy reading………
Di pagi hari…
Karena kejadian semalam Alea tertidur di Ruang Tamu dengan kesedihan di dalam hatinya. Dia terbangun setelah mendapati telfon pagi dari sang papa. Alea terpaksa menerima pangilan telfon itu.
"Ada apa? kenapa menelfon ku pagi-pagi seperti ini?" Tanya ketus Alea yang tak ingin basa-basi ataupun berdebat dengan siapa pun. suasana hati nya sangat buruk.
"Aku telah menelfon keluarga Mazundar, mereka ingin bertemu dengan mu di mension." kata papa mazundar pada inti nya."Dan 'ya! cepat bersiaplah aku akan menjemput mu" kata papa mazundar lalu mematikan telfon secara sepihak.
mendengar perkataan sang papa ia bergegas mencari nomor telfon seseorang di handphone nya. nomor yang Alea cari adalah nomor telfon sahabat nya Willonara, dia menelfon Willo untuk menemani menemui keluarga Mazundar.
"Hay, willo! boleh bantu aku ngak?" kata Alea dalam telefon.
"ish... kau ni! aku ini sahabat mu aku akan selalu membantumu setiap saat" ucap Willo dari sebrang telfon. Alea mendengar ucapan Willo ia bangga mempunyai sahabat yang selalu membantu menemaninya dalam suka maupun duka.
"Terima kasih willo, aku ingin kau menemani ku menemui papa dan keluarga mazundar" ucap lirih Alea Sembari mengingat-ingat kedatangan sang papa kemarin malam.
__ADS_1
"what do you mean!!!?" Teriak nyaring Willo, sontak Alea menjauh kan Hanphone nya dari telinga nya.
"Bisakah kau tidak berteriak? gendang telinga ku hampir rusak karna suara nyaring mu itu!" Gerutu Alea sembari mengusap-usap telinga nya.
"I'm so sorry my Friends, jadi jelaskan kenapa kau harus menemui papa b**nsek mu itu! dan kenapa juga kau harus menemui keluarga terkenal dan terkaya di negara ini seperti keluarga mazundar ha? " tanya willo yang penasaran.
Alea pun menceritakan kedatangan Dan maksud Sang papa kemarin malam dengan lekap dan jelas, ia menceritakan tanpa ada satu yang tertinggal. Willo mendengar cerita sahabat nya dia merasa prihatin kepada sosok Alea.
"Lea, sabar 'ya, Aku bangga punya sahabat sepertimu. kau relah mengorbankan dirimu sendiri hanya untuk menyelamatkan hasil kerja keras Bunda mu. aku tidak menyangka aku mempunyai Sahabat yang supergirl! seperti mu." kata, pujian, bangga menjadi satu willo
"Thanks, kau jangan terharu terlebih dahulu aku melakukan ini untuk bunda ku yang mengandung ku selama 9 bulan selama ini, aku hanya tak ingin hasil banting tulang bunda ku harus di buang sia-sia. bagi ku yang terpenting adalah Bunda ku walaupun aku harus mengorbankan diri ku sendiri. pengorbanan ku tak sebanding dengan pengorbanan bunda ku willo," Curhat Alea sembari membayangkan perjuangan Sang bunda.
"Kau tau willo, terkadang aku sangat merindukan bunda...ta-tapi aku hanya bisa menatap wajah nya di dalam bingkai foto, kau tau sejak aku berusia 5 tahun bunda meninggal aku sendirian bersama nenek sekarang mereka semua meninggalkan aku pergi begitu saja" pegungkapan Alea yang selalu ia pendam dalam hati.
"Sudah-sudah jangan membuatku cengeng. kau membuat ku menangis saja, baiklah aku akan segera datang bersiaplah" kata Willo sembari mengusap air mata nya.
"Baiklah aku segera bersiap" ucap Alea lalu mematikan telfon nya.
10 menit kemudian…
Alea telah bersiap dengan gaun berwarna merah maron melekat di tubuh ramping Alea. membuat nya semakin Cantik dan Elegant. Willo yang baru sampai dibuat terengah-engah ia takjub melihat betapa cantik nya Sahabat nya.
"Wah…so pretty," goda willo sembari menatap dari ujung kaki Alea hingga ke kepala. "emm ada yang kurang" ucap willo yang merasa ada yang kurang dari Alea.
__ADS_1
Alea mengyritkan kedua mata nya ia menatap dirinya di cermin dia nampak berfikir keras apa yang kurang. "apa Yang kurang?" tanya Alea penasaran.
"Senyum mu" Ucap Willo lalu tertawa garing. Alea mendengkus kesel lalu menjitak kepala sahabat nya.
"ctuk! ……"sebuah jitakan keras meluncur ke kepala Willo. "Aww…sakit tau, aku kan hanya ingin mengoda mu saja" rintih Willo sembari mengusap-usap kepala nya.
Tak lama sebuah klakson mobil milik Papa mazundar berbunyi. menandakan bahwa papa mazundar telah datang, Alea dan willo pun pergi menghampiri mobil Papa Mazundar dengan raut wajah datar. Willo dam Alea menatap malas Gabriel dan mama Tara.
"Kenapa dia di sini?" ucap ketus Gabriel menujuk ke arah Willo.
"Pa, tante willo adalah sahabat ku dia sudah ku anggap saudara ku sendiri. jadi aku mengajak nya karena aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain willo sahabat ku." ucap Alea mengandeng Tangan willo dengan erat.
"Baiklah! gadis desa ini boleh ikut" ucap Mama tara menghina Willo
'Br**sek dasar wanita Tua bangka!. berani sekali dia Menganggap ku Gadis desa, dia sendiri wanita tua murahan' Gumam Willo menatap sinis Kepada mama tara.
'Wanita Tua selama ini kau menyiksa sahabat ku, suatu saat aku akan menjadikan mu sebagai perkedel untuk pembalasan ku karena kau selalu menginjak-injak sahabat tersayang ku' gumam Willo lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Alea.
Papa mazundar duduk di bangku pengemudi sebelah Mama tara sedangkan Alea duduk di bangku belakang di tengah-tengah antara Gabriel dan Willo. di dalam mobil tercipta suasana hening tidak ada satu pun yang bicara.
Willo mengeggam erat tangan Alea, Willo tau hati Alea sedang gelisah ia mencoba menenangkan hati Alea. Alea tersenyum hangat menatap Willo dan membalas genggaman tangan willo.
Bersambung……………
__ADS_1