
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Pukul 12 malam...
Terlihat seorang Cowok Tampan Sedang Fokus ke Komputer, Jari-jari nya sangat lihai dalam memainkan keyboard Komputer itu. Mata nya sangat tajam menatap komputer itu. Yups dia adalah Levi, tangan kanan Gio di dalam permafiaan.
"Aku harus segera memberitahu hal penting ini Kepada Ketua" Ucap Levi sembari mengcopy paste setiap file di komputer nya.
Levi yang fokus ke komputer nya, hingga tak sadar bahwa ada seseorang yang menyelinap ke rumah nya lewat jendela. Seorang Pria berjas menyelinap ke rumah levi.
Pria berjas itu mendekati Levi yang masih fokus ke komputer. Pria itu semakin mendekat dan semakin mendekat. Lalu...
"Dorr....." Pria itu mengejutkan Levi dari belakang.
"ANJ*NGGG.....!!!, HANTU, MAK!! TOLONG MAK! SETAN MAK"
Levi berteriak heboh karena kaget, sampai-sampai ia menutup mata nya sembari menyodorkan pistol ke arah pria yang menggejutkan nya. Tubuh nya bergemetar. Walaupun dia dijuluki bocah psikopat dan dewa maut, kelemahan nya adalah Hantu.
"LOH... HANTU SIALAN. PERGI NGAK!! KALAU NGAK PERGI GUE TEMBAK" Ancam Levi yang masih menutup mata nya tanpa melihat siapa pria itu.
"GUE MASIH JOMBLO SETAN. KASIANI GUE, GUE PENGEN IDUP SETAN" Levi Masih ketakutan.
"Hahahahahhhh...Seorang Bocah psikopat takut sama Hantu rupanya" Pria itu tidak lain adalah Will yang menyelinap masuk ke dalam rumah Levi.
"LO WILL SIALAN!! SINI LOH!!" Levi mengejar Will yang berlarian di rumah kecil itu.
"Hahahahhhh..." Gelak tawa Will sembari berlari menghindar dari Levi.
"APA LO? MAU GUE TONJOK. BOCAH MONYET!!" will mengejek Levi sembari lari.
"AWAS LO WILL......!!!" levi Merasa Geram kepada Will.
Mereka bedua berlarian layak nya Tom and jerry. Will yang selalu saja memancing emosi Levi, sama seperti levi biasa nya memancing emosi Will. Mereka bedua tanpa henti saling berlarian.
"Capek Gue..." Will mendudukan dirinya di Sofa sembari mengatur nafas nya yang terenga-engah.
"Sama..." Begitu juga Levi. Levi mendudukan dirinya di sofa juga.
Mereka saling mengatur nafas yang masih terengah-engah. Levi meminum segelas teh untuk menghilangkan Haus karena berlari mengejar Will.
"Gue juga mau minum Lev" Ucap Will melihat Levi meminum Teh.
"Mau?....Nih Gue kasih" Ucap Levi memberikan Gelas Teh yang tadi ia minum
"LEVI BAJING*N" Will melihat gelas itu kosong habis karena diminum oleh Levi.
"Wkwkwkwkwk..." Levi tertawa puas melihat Will kehausan.
"Oh 'ya. tadi loh lewat mana? kok gue ngak tau lo ada disini? terus lo ngapain kesini malam-malam terus bawa koper segala lagi?" Will dicecar pertanyaan oleh Levi.
__ADS_1
"Gue lewat Jendela. Gue kesini mau kasih tau besok kita ikut Ketua ke rumah Sahabat Nona Alea" Ucap Will santai.
"ANJIRR.... LO LEWAT JENDELA? LO ITU MANUSIA ATAU CICAK?" Levi tak percaya Will memanjat Jendela.
"Levi Sialan!... gue manusia lah" Will geram.
"Tunggu! kita ngapain ikut Ketua?" Levi memang sangat pintar dalam bertarung tapi tidak dengan otak nya yang lambat.
"Jangan banyak tanya Lo! gue ngantuk nih besok pagi kita harus jemput Ketua sama nona" Will menyandarkan kepala nya memposisikan tubuh nya di sofa dengan posisi tidur.
"Kayak nya Ketua mulai suka sama Nona Alea" Ucap Will tiba-tiba sambil menatap langit-langit.
"Tentulah... Nona Alea itu istri nya, pasti Ketua mencintai nya" Kata Levi lalu kembali fokus ke komputer.
"Bukan seperti itu Bocah psikopat!" Will menjitak kepala Levi.
"Kau Taukan Ketua itu Kejam, Arrogant. Ketua paling tidak suka dekat dengan Gadis. tapi sejak kehadiran Nona Alea di kehidupan Ketua, ketua mulai berubah" Will mengingat-ingat kecemburuan Gio dengan dokter Leo di rumah sakit.
"Aku tidak mengerti?" Levi sungguh otak Sempit.
"Contoh nya saar Nona Alea disiksa oleh keluarga Mazundar, ketua begitu marah dan peduli kepada Alea. Sungguh aku melihat Cinta di mata Ketua Lev... Hanya saja aku melihat Tuan lemah dalam cinta nya" Will Menceritakan kejadian dimana Alea ditampar oleh gabriel dan Mama tara.
"Levi kau mendengar ku kan....?" Will melihat Levi yang sudah tertidur.
"LEVI SIALAN!!" Will menidurkan dirinya di sofa seperti Levi.
Di pagi hari...
"Drrrtttt... drrttt..." Suara dering ponsel Levi.
Levi yang masih tertidur pulas di Sofa, terpaksa bangun. tangan nya mencoba menerima Telfon itu. Mata nya ia paksa untuk bangun.
"WOI...!!! INI MASIH PAGI. MAU GUE BANTAI LO!!"
Levi berteriak memarahi Orang yang menelfon nya pagi-pagi. Levi tidak sadar yang menelfon nya adalah Orang yang lebih kejam dari nya.
"KU BERI WAKTU 30 MENIT UNTUK DATANG! ATAU KAU LAH YANG AKAN KU BANTAI"
Yups yang menelfon adalah Gio. sebenarnya Gio tadi menelfon ponsel Will tetapi ponsel Will tidak aktif. maka dari itu Gio menelfon ponsel Levi.
Mata Levi langsung melotot mendengar Suara dan Ancaman yang tidak Asing baginya. Dengan cekatan Levi langsung membangunkan Will yang masih tertidur pulas.
"*WOI WILL BANGUN...!!!"
"ANJIRR... BANGUN!!!! LO"
"WILL KALAU LOH NGAK BANGUN... SIAP-SIAP LO HABIS DI TANGAN KETUA*!!!"
Levi berteriak mencoba membangunkan Will. tetapi Will bukan nya bangun, Will malah menutupi telinganya dengan bantal.
__ADS_1
Tiba-tiba ide nakal muncul dari otak Levi. Levi melangkah menuju kamar mandi lalu ia keluar membawa sebaskom air dan....
"BYURRR...."
will langsung terbangun dengan tubuh basah kuyup. mata nya melebar tajam ke arah Levi yang tertawa puas.
"Hahahhahhhh..." Levi tertawa puas melihat Will basah kuyup.
Levi menghentikan Tawa nya mengingat Ancaman Gio di telfon tadi. lalu ia menyuruh Will untuk cepat Siap-siap.
"Will cepat siap-siap. Tuan menunggu kita" Levi berlari ke kamar mandi sama hal nya Will juga ikut berlari ke kamar mandi.
"Woi gue duluan yang mandi" Serga Levi.
"Kagak Gue duluan! yang mandi" Serga Will.
mereka terus berdebat mengenai mandi. Beberapa saat lamanya akhirnya mereka menyelesaikan perdebatan mereka. dan mereka memutuskan tidak perlu mandi.
mereka langsung menaiki mobil Will, karena levi tidak memiliki mobil. Kali ini Levi lah yang menyetir mobil. Levi mengendarai mobil itu layak nya pembalap handal. sedang kan Will dibuat pusing karena Levi menyetir mobil dengan Sangat cepat.
"LEVI ANJIRR...GUE PENGEN IDUP. GUE NGAK MAU MATI SAMA LO ANJI*G" Will merasa Geram.
"BACOT!! LO!!" Serga Levi lalu mempercepat mobil.
Tak butuh waktu lama bagi Levi sampai di Bandara pribadi Keluarga mazundar. Levi dn Will kembali berlarian mencari keberadaan Gio dan Alea di bandara besar itu.
Mereka sekarang berdiri tepat di hadapan Gio. kepala mereka berdua menunduk tak berani menatap Gio. Will dan Levi menunduk secara bersamaan.
"Menjauh dari ku!!" Gio mencium bau tak sedap dari Levi dan Will.
"Kenapa Tuan?" Tanya Levi Heran.
"Cium diri kalian sendiri!" Ujar Gio.
Will dan Levi mempertajam Indra penciuman nya. lalu mereka tau apa penyebab Gio menyuruh mereka menjauh.
"Maaf Tuan kami berdua belum sempat mandi" Ucap Will sembari menatap tajam Levi.
Terlihat seorang wanita mengenakan rok selutut nuansa putih dan jas wanita berwarna berwarna Cream. ya itu adalah Alea yang baru saja membeli Segelas air putih untuk Gio minum.
"Gio ambil ini" Alea menyerah kan sebotol air putih.
Gio meneguk Air itu. entah kenapa hari ini sangat panas cuaca nya. sehingga Gio selalu merasa Haus dan dahaga.
"Ayo" Alea mendorong kursi roda Gio dengan diikuti oleh Will dan levi Menuju Jet pribadi Gio.
Terlihat beberapa Bodyguard dan anak buah Gio berdiri tepat di depan Jet pribadi sembari memberi hormat kepada Gio.
Bersambung...
__ADS_1