TERRA EMPIRE : JELANG PERANG DUNIA

TERRA EMPIRE : JELANG PERANG DUNIA
Episode 17 : IDE UNTUK MASA DEPAN


__ADS_3

Kedua remaja itu tiba di ballroom lantai satu ketika Presiden Tramp berdiri di mimbar, menyampaikan setengah bagian dari pidato sambutannya. Tiga buah kamera di sisi kiri, kanan, dan tengah ruangan menyorot ke arah podium di mana sang pemimpin negara berada, sementara para awak televisi berseragam berjajar di belakang tiap kamera untuk mengawasi perekaman gambar.


"...Machina Factory bagaimana pun juga merupakan bagian penting dari negara ini, pemerintah, juga seluruh masyarakatnya. Berkat apa yang telah dibangun dan ditemukan di perusahaan ini membuat kita bisa memiliki banyak harapan, yang mana berkat penemuan-penemuannya yang bukan hanya menakjubkan tapi sungguh sangat membantu kehidupan kita untuk menjadi lebih mudah, lebih simpel, dan lebih cepat."


“Apa yang dilakukan perusahaan ini merupakan tonggak yang membuat Amerika terus berpikir bagaimana menjadi selangkah-dua langkah lebih maju dari teman atau pun pesaing kita di negara lain, dengan terus menciptakan kesempatan di masa depan di mana kita memberi banyak pengaruh yang mencengangkan, tentu sebagai dampak positifnya banyak yang ingin belajar dari kita. Dan seperti yang kita yakini, semakin banyak manusia yang meniru dan ingin belajar, maka kualitas peradaban menjadi semakin meningkat."


"Teknologi tidak bisa dihindari merupakan kunci untuk mempersiapkan masa depan yang cerah bagi anak-anak kita. Dengan teknologi, kita bisa meningkatkan pengaruh nyata seperti yang terjadi baru-baru ini dengan drone yang modelnya diciptakan di tempat ini. Drone-drone itu terbukti mampu meningkatkan kekuatan pangan hingga kekuatan pertahanan militer demi mempertahankan batas-batas kedaulatan negara yang mulai tergerus oleh apa yang kita sebut sebagai globalisasi."


Para tamu undangan pun bertepuk tangan...


"Apa yang kita lakukan dengan drone tipe XK-19 di Iran menegaskan bahwa Amerika serius untuk memerangi terorisme, apalagi ketika mendapati suatu negara memanfaatkan nuklir yang dimiliki sebagai senjata untuk mengintimidasi negara-negara tetangga, sementara di pihak lain kepentingan untuk melindungi rakyat Amerika sendiri perlu diusahakan, hingga pesawat tempur tanpa awak jadi jawaban untuk mengeliminir korban jiwa anak-anak kita yang berada di kesatuan militer agar darah tidak tertumpah dengan sia-sia..."


Tepuk tangan tamu makin membahana.


"Sangat jelas sudah peran Machina Factory dalam memberikan dukungan pemerintah sebagai salah satu komponen pembuka cakrawala teknologi baru, apalagi dalam menghadapi lawan yang selain memiliki kebencian mendalam juga dipersenjatai peralatan canggih. Apa yang dibuat dan diberikan oleh mereka yang berkarya di tempat ini menjadikan saya, sebagai pemimpin negara ini, berani berkata bahwa memang kita akan kembali menjadi negara besar… karena kita memiliki rakyat yang hebat seperti anda-anda semua.”


“Seberapa besar dukungan yang diberikan tempat ini kepada pemerintah, maka rasanya pemerintah juga wajib memberikan dukungan balik yang tidak kalah besar…” ucapannya tersela karena pengunjung di hall sudah memberikan respon mereka dengan tepukan tangan, dan setelah itu Howard Tramp mengakhiri pidatonya dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


“…itu janji saya bukan hanya sebagai pemimpin negara yang ingin memberikan support penuh kepada rakyatnya yang berjasa, melainkan juga sebagai pribadi, yang ingin memberikan dukungan seorang ayah kepada anaknya…”


Tepukan tangan makin membahana, diiringi dengan suitan.


“…karena hanya dengan sikap dan cinta yang benar maka kita akan memperoleh kedaulatan kita kembali untuk hidup bebas dari ketakutan akan teror, intimidasi, dan ancaman serta memastikan anak-anak kita hidup damai berkat lindungan warisan teknologi yang kita siapkan di masa depan.”


Sementara semua orang dalam ruangan bertepuk tangan sebagai respon positif kepada sang Presiden yang baru saja usai berpidato dan saat itu turun dari podium, ada sesuatu yang mengganjal di hati. Jordan yang membuatnya tidak ingin mempercayai begitu saja kalimat-kalimat indah yang dilontarkan sang pemimpin negara tersebut, betapa pun itu kedengarannya menggugah dan memotivasi semangat banyak orang, termasuk Lana yang saat itu ikut bertepuk tangan dan tengah mencari-cari kesempatan yang tepat untuk berfoto dengan sang Presiden.


“Kupikir kamu tidak suka perang,” bisik Jordan di telinga Lana. “Kenapa kamu begitu bersemangat mendengarkan orang yang memicu masalah di Timur Tengah itu?”


“Aku tidak suka perang. Tapi yang dia lakukan hanya mencoba melindungi kita dari para *******, kan?” balas gadis itu dengan pandangan heran karena Jordan tampak tidak terkesan sama sekali dengan yang disampaikan Howard Tramp. “Kita tidak bisa menyalahkannya karena melakukan hal itu.”


Berikutnya Profesor McQueen diundang naik ke podium oleh MC di mana sang ilmuwan akan mendemokan penemuan terbaru perusahaannya sebagai puncak acara. Di saat bersamaan dua orang asistennya, salah satunya adalah Carl, ikut masuk ke panggung sambil mendorong sebuah meja dengan sesuatu yang menonjol di atas meja dorong dengan kain putih menutupinya.


Pria itu mengambil nafas sejenak sebelum bicara, sementara tamu-tamu undangan tak satu pun melepaskan pandangan darinya, "Saat ini bumi dipenuhi dengan banyak kelimpahan... makanan dan air tersaji di meja makan kita dengan mudahnya tanpa kita perlu berpikir dari mana mendapatkannya, karena tanah yang kita pijak ini memberikan segalanya kepada kita."


"Dengan tanah yang dimiliki bumi saat ini, kita tahu sebagai generasi yang hidup di masa ini betapa masih mudahnya menanam benih tumbuhan yang menjadi kebutuhan pangan manusia seperti gandum, padi, atau jagung. Sayangnya, para peneliti di Machina Factory mendapati kenyataan bahwa kemudahan itu perlahan tapi pasti akan menyurut di masa depan, masa bagi anak-anak kita yang seharusnya menjadi masa aman dan damai..."

__ADS_1


"Keamanan manusia di masa depan sudah menjadi visi perusahaan ini sejak didirikan, dan potensi menurunnya kemampuan bumi untuk memproduksi segala kelimpahan yang kita nikmati pada masa ini merupakan ancaman nyata akibat adanya polusi serta sampah. Sementara potensi hilangnya atau mungkin juga tenggelamnya tanah-tanah ideal yang produktif akibat mencairnya gletser di kedua kutub bumi juga menjadi ancaman yang tak kalah mengerikan."


Layar multimedia menyala dan menampilkan rangkaian gambar, "Coba anda bayangkan ketika gletser kutub mencair terus menerus sepanjang tahun. Es yang berubah menjadi air itu tentunya meningkatkan volume samudera bumi kita, yang membuat penurunan mutu air tanah hingga akhirnya daratan yang semula ada menjadi tenggelam."


"Belum lagi tumpukan sampah yang mencapai satu setengah ton tiap harinya, itu hanya di San Francisco sendiri, hingga simulasi yang dibuat kawan-kawan ilmuwan di sini tentu akan menggetarkan kita semua. Dengan mengetahui adanya ukuran sampah seperti yang terjadi per hari ini kesimpulan mereka adalah tanah yang kita injak hari ini mungkin saja tidak akan ada lagi karena tertimbun sampah atau rusak sebelum tahun 2100 datang."


Uraian sang profesor yang didukung gambar yang terpampang di layar multimedia berhasil membuat penonton berbisik-bisik dengan nada tegang. Sebagian besar menggeleng-geleng tak percaya, mungkin karena baru menyadari betapa seriusnya resiko tersebut.


"Mempertimbangkan hal itu, salah satu divisi Machina Factory yang selama beberapa tahun ini aktif membantu masyarakat untuk mengembangkan industri pertanian, dengan adanya drone, sistem otomatis pengairan ladang, dan lain sebagainya, kembali memberikan sumbangan pemikiran untuk mengatasi potensi krisis di masa depan tersebut."


"Ide kami adalah mengembangkan sistem pertanian dengan gabungan dual solusi yang nantinya akan diterapkan di kawasan sekitar kutub utara dan selatan. Bila konsep ini sukses, umat manusia akan memperoleh lahan pertanian baru tanpa perlu pusing membuka hutan yang sedianya harus tetap menjadi paru-paru dunia...." pria itu menunjuk layar multimedia. "...di sana anda bisa melihat simulasi sistem tumpukan sampah di tengah perairan Antartika yang nantinya akan menjadi Tempat Pembuangan Akhir dengan teknologi mutakhir."


"Kawasan TPA tersebut akan diperlengkapi teknologi sedemikian rupa sehingga sampah yang dulunya kita kelola sebagai humus dengan teknologi lama dapat langsung diolah dengan sendirinya menjadi suatu wahana humus yang layak tanam. Sementara mesin-mesin filter yang merupakan penunjang sistem di sekeliling wahana ini nantinya jadi drainase yang menyimpan supply air dan penyiraman bibit-bibit yang ditanam di wahana tersebut hingga panen."


"Simulasi ini kedengarannya jadi teori atau gagasan saja bila cuma dimunculkan di multimedia, tentunya bukan itu yang kita mau di pertemuan ini, kan? Apalagi Presiden sudah hadir di tengah-tengah kita, tentu harus ada bukti yang diberikan..." kedua Tramp terkekeh bersama dengan ledakan tawa para tamu undangan. "...oleh karena itu alangkah baiknya bila saya melakukan sedikit demo teknologi demi membuktikan berhasil-tidaknya konsep ini."


Archibald McQueen mendekati meja dorong yang tadi dimasukkan kedua asistennya ke podium, "Saudara-saudara sekalian, Machina Factory dengan bangga mempersembahkan Water Adopter Farming Technology, atau yang sering kita singkat sebagai WAFT seri ke dua..."

__ADS_1


Layar multimedia di belakang sang profesor menampilkan gambar dari suatu sistem pengairan yang tampak canggih di sebuah ladang jagung terapung di tengah samudera, pada saat yang bersamaan Profesor McQueen menarik lepas penutup kain dari benda yang diselubungi di atas meja dorong


***.


__ADS_2