
“Rusia saat ini sedang menunggu pergerakan dari kedua belah pihak. Pihak mana pun yang memulai mereka akan mendapat kesempatan bagus untuk menawarkan bisnis utama mereka yakni persenjataan, mengingat Amerika punya regulasi ketat untuk tidak membeli apa pun dari Cina. Sementara Iran sudah jelas dari mana supply senjata untuk militer mereka. Itu sebabnya kita harus terus mengendalikan si oportunis ini agar tidak terus mengompori.”
“Kita sudah mendengar Iran akan memberikan imbalan 50 juta dollar bagi siapa pun yang membawa kepala Howard Tramp ke Iran. Dua minggu lalu Tramp sudah memberikan konfirmasi di live talkshow CNN yang menyebutkan bahwa dia tidak takut dengan ancaman Iran, menyatakan itu sebagai lelucon terburuk tahun ini. Dia bahkan berani menjanjikan uang dua kali lipat dari apa yang sedang dikumpulkan rakyat Iran bila ada pembunuh yang berhasil mendapatkannya…”
“Dari uang pribadinya?” tanya Takumi Hara. “Aku ragu si pelit itu mau mengeluarkan sedemikian besar dari kantongnya.”
“Mungkin akan dianggarkan dari uang negara sebagai pos protokol pengamanan Presiden,” Sylvester Borje berpendapat. “Aku juga melihat talkshownya di CNN. Hitung-hitung sebagai biaya pelatihan keamanan Secret Service, dia bilang?
“Kenyataannya itu tidak menyurutkan rakyat Iran untuk menggalang dana. Sementara rakyat Amerika lebih banyak berdiam diri. Mungkin mereka juga menganggap bahwa itu lelucon terburuk tahun ini, seperti yang disebut Tramp. Yang perlu kita cermati justru bagaimana massa ini bergerak demi melawan Presiden Amerika.”
“Ini bukan gerakan dari Shah Iran?” tanya Balin Pati.
Cointa menggeleng, “Bukan! Shah Iran selesai dengan perintahnya karena aku sudah peringatkan dia agar tidak macam-macam. Penyerangan di Machina Factory itu salah satu aksinya setelah pengeboman di Baghdad. Walaupun serangan itu gagal dan Tramp masih hidup, ternyata itu jadi alasan buat rakyat Shah untuk unjuk gigi. Jadi itu inisiatif massa di Iran.”
“Aku belum tahu bagaimana perkembangan selanjutnya, tetapi kenyataannya meski penggalangan itu masih berlangsung dan belum mencapai nominal yang dijanjikan, beberapa pihak sudah mulai menanggapi. Terjadi kenaikan pembelian senjata di Iran dan Turki, juga kenaikan jumlah warga kedua negara itu yang berusaha masuk ke Amerika dengan membawa senjata. Untungnya masih bisa digagalkan oleh petugas bandara.”
“Lima puluh juta dollar tentunya menggiurkan siapa pun yang hidup dalam jurang kemiskinan,” komentar Magendy. “Aku baru menyadarinya dari penjelasanmu, Clementine. Beberapa hari ini juga terjadi kenaikan pembelian senjata di beberapa negara seperti Afrika Selatan dan Rwanda, aku akan cek dulu apakah terjadi juga kenaikan jumlah keberangkatan ke Amerika.”
“Di sisi Amerika, Secret Service sudah disiagakan penuh selama dua puluh empat jam baik di White House maupun rumah dinas Presiden. Itu artinya mereka juga kuatir soal tawaran imbalan lima puluh juta dollar itu,” Mr. Janus menambahkan.
“Dan Howard Tramp juga bukannya menganggap hal ini main-main meskipun dia mengatakan demikian di wawancara CNN. Dia memerintahkan USS Jameson untuk melepas drone pembunuh Sulaimandi untuk mengincar Shah Iran juga.”
“Yang untungnya berhasil digagalkan oleh Clementine. Beri applause dulu untuknya,” Mr. Janus tersenyum dan bertepuk tangan yang diikuti juga dengan tepukan tangan dari Prefect yang lain.
Clementine menambahkan, “Terima kasih, kawan-kawan! Sayangnya ini bisa berkembang menjadi situasi negara melawan negara dalam artian sesungguhnya, bukan pemimpin-pemimpin mereka yang berselisih lalu berperang dengan melibatkan rakyatnya, tetapi massa melawan massa. Massa di Iran saat ini sudah bergerak, bayangkan apabila massa di Amerika juga mulai bergerak.”
“Yang mana akan terjadi bila Tramp berhasil dibunuh,” Balin Pati mengangguk.
“Tidak ada yang akan tinggal diam bila simbol negara mereka dibunuh, walaupun Tramp juga tidak terlalu disukai oleh sebagian orang Amerika sendiri,” kata Takumi Hara.
“Dan siapa pun yang membunuhnya, Iran akan dipersalahkan karena mereka yang memulai hal ini. Oleh karena itu, Tramp menjadi kunci agar perang tidak segera terjadi… hal yang menyebalkanku mengingat bagaimana orang itu harus kita lindungi sementara dia sendiri punya kecenderungan untuk berulah, atau melakukan tindakan balasan seperti halnya Shah Iran. Itu saja laporan dari Mainland yang perlu kita cermati bersama,” kata Clementine Cointa.
__ADS_1
Mr. Janus berdehem karena itu adalah gilirannya bicara, “Terima kasih, Clementine. Seperti yang dikatakannya, Howard Tramp sekarang jadi kunci. Oleh karena itu kita wajib menjaga Tramp karena negaranya berpotensi menjadi seperti Jerman di masa perang dunia kedua…” pria itu melirik Sylvester Borje. “…dan itu harus dilakukan sebelum kita mendapatkan orang untuk mengisi posisi Prefect Atlantic yang akan mengatur wilayah itu.”
“Menurutku kirim orang ISSAC untuk masuk ke Secret Service atau CIA,” kata Balin.
“Aku setuju,” kata Takumi.
“Aku juga,” Magendy mengangguk.
Melihat Cointa mengangguk, Mr. Janus lalu mengetuk palu, “Kalau begitu berdasarkan keputusan bersama kita akan turun tangan secara langsung lewat Secret Service.”
“Bagaimana dengan Prefect Atlantic? Apakah sudah ada perkembangan dari BECK?” Sylvester Borje bertanya.
“Masih tiga puluh persen kemungkinan,” jawab Mr. Janus. “Dan ada perkembangan menarik soal ini. Constable Valdano memberiku file menarik. Sesuatu tentang teknologi yang ditemukan seseorang bernama Archibald McQueen yang mungkin dapat membantu kita…”
“Archibald McQueen?” Clementine Cointa mengerutkan kening. “Kalau tidak salah dia penanggung jawab di Machina Factory, bukan? Memangnya kenapa dengannya?”
“Dia menciptakan alat untuk menemukan Mahogra,” jawab Mr. Janus.
“Aku juga tadinya tidak percaya, tapi begitu melihat rancangannya sangat masuk akal. Aku yakin kalau dia membuatnya, maka kita bisa membalik proses yang selama ini kita lakukan. Dengan menemukan Mahogra maka kita lebih cepat menemukan pemiliknya.”
“Tapi kenapa dia tidak menemukan Mahogra kami?” Balin bertanya.
“Gelombang gamma! Itu terpancar karena Mahogra mencari frekuensi yang tepat dengan tubuh Phaladine. Mahogra kalian tak lagi memancarkan gelombang gamma setelah menemukan pemiliknya sehingga teknologinya tidak bisa mendeteksi,” jawab Mr. Janus.
“Benarkah? Aku baru mendengar hal itu sepanjang memegang Nagasasra,” Balin memandang kerisnya yang diam di dalam sarung emas bertahtakan batu delima.
Mr. Janus tersenyum, “Aku sudah lama mengetahuinya. Hanya saja mengetahui ada manusia selain Terra Atlantian yang paham hal itu membuatku juga sama terkejutnya denganmu. Teori dan teknologinya masuk akal. Dan pria itu pintar, dia menyembunyikan beberapa hal supaya tidak ada yang mampu mengerjakan teknologi tersebut tanpa dirinya.”
“Jadi anda berencana membujuknya untuk memberikan itu kepada kita?” tanya Takumi Hara. “Mungkin tidak mudah, yang kudengar dia disokong oleh Duncan Tramp.”
“Aku akan memikirkan sesuatu. Untuk itu, mungkin aku butuh bantuanmu, Sylvester! Kita akan dekati dia lewat pengaruh Wales yang menjadi negara kelahirannya.”
__ADS_1
“Avrupa Territory siap melayani anda, Mr. Janus,” Sylvester Borje mengangguk.
“Mudah-mudahan bila kita bisa menemukan Mahogra lebih cepat maka posisi Prefect akan segera terisi dan perang dunia bisa dihindari… atau kalau tidak ada perang dunia pun, kita semua tentu senang kalau Circulus bisa kembali diaktifkan, bukan?” kata Mr. Janus yang segera direspon dengan anggukan setuju oleh kelima Prefect. Pria itu mengetukkan palu. “Jadi kita sepakat melakukan pendekatan pada Profesor McQueen. Sylvester akan membantuku dalam hal ini. Kalau ternyata teknologinya berfungsi, tidak ada salahnya dia direkrut.”
“Hal terakhir yang ingin kudiskusikan dengan kalian…”
“Syukurlah dia mengatakan hal terakhir, karena aku sudah tidak sabar untuk menonton Fruorio,” Balin berbisik kepada Magendy, yang ikut terkekeh, dan tawa pelan keduanya sedikit mengganggu perhatian Mr. Janus, pria itu segera berdehem.
“Masalah ini menyangkut keselamatan bumi, karena satelit pertahanan kita menangkap kedatangan meteor raksasa yang akan mendekat sekitar lima atau enam bulan lagi. Begitu besarnya sehingga satelit memperhitungkan meteor itu tidak akan sanggup dihancurkan sampai ukuran aman oleh atmosfer kita.”
“Seberapa besar memangnya?” Sylvester Borje bertanya.
“Luas penampangnya diperkirakan dua puluh lima kilometer.”
“Dua puluh lima kilometer,” Balin berdecak. “Apakah laser satelit tidak bisa membantu memotongnya?”
“Laser hanya sanggup menjangkau dengan daya daya hancur maksimal sejauh tiga ribu meter dan daya potong lima ribu meter persegi per jam. Tidak banyak yang bisa dihancurkan dari meteor sebesar itu. Sebelum laser menyikat setengah bagian saja, meteor itu pasti sudah memasuki atmosfer dengan ukuran yang masih terbilang berbahaya,” kata Clementine Cointa.
“Terima kasih penjelasannya, Clementine…” Balin mengernyit pada wanita itu yang dibalas dengan tawa geli. “Aku hanya mengutarakan kemungkinan karena Mr. Janus jelas ingin kita naik ke sana, padahal aku sedang tidak ingin melakukannya.”
“Kamu tidak perlu ikut Balin. Aku tahu kamu lelah dengan masalah cincin api akhir-akhir ini, apalagi sebentar lagi kamu harus mengawasi pembangunan pilar nuklir. Clementine juga tidak usah menangani ini karena dia harus bersiaga dua puluh empat jam mengawasi perkembangan di Timur Tengah. Lengah sedikit, Amerika bisa mengirim puluhan drone pembunuh untuk menyerbu,” Mr. Janus segera menenangkan. “Aku minta Magendy dan Takumi saja yang membereskan hal ini. Siapkan Mahogra kalian bila perlu.”
“Siap!” sahut Magendy Okocha dengan cepat.
“Kashikomarimashita,” kata Takumi Hara menyusul.
“Dan aku cepat-cepat menjawab supaya bisa menonton Fruorio bersamamu,” bisik Magendy Okocha kepada Balin Pati yang menahan tawa.
Mr. Janus mengetukkan palu sebagai tanda berakhirnya pertemuan para Prefect, dia berdiri dan menyalami kelimanya, “Heil Terra!” yang juga dibalas kelima-limanya dengan salam serupa.
***
__ADS_1