TERRA EMPIRE : JELANG PERANG DUNIA

TERRA EMPIRE : JELANG PERANG DUNIA
Episode 46 : PENANGKAPAN KAKAP


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi SFPD dan tim SWAT untuk mengeluarkan para ******* dari dalam ruang persembunyian dan memborgol kelima orang tersebut. Sama sekali tidak ada perlawanan, para penjahat masih dalam keadaan tidak berdaya akibat pengaruh gas air mata. ******* yang dilumpuhkan Jordan juga masih belum siuman hingga polisi terpaksa mengangkutnya dengan ambulans, bersama dengan tiga mayat ******* lainnya yang disimpan di dalam truk container dengan label Decker & Dwaine di sisinya.


Profesor McQueen, Lana, dan Jordan sudah lebih dulu meninggalkan halaman Machina Factory dengan mobil polisi yang dikemudikan Opsir Jones. Ketiganya tidak berminat menjadi sorotan publik, mereka hanya ingin segera pulang dan beristirahat setelah Profesor McQueen berjanji kepada Letnan Mills untuk memberikan pernyataan ke Markas Besar SFPD besok siang.


“Ini sekedar untuk melengkapi pelaporan kami, Profesor! Masalah dokumentasi dan administrasi. Tapi tidak malam ini. Kami lebih berminat menginterograsi para ******* itu saat ini,” Letnan Mills berkata dengan cengiran lebar.


Profesor McQueen belum pernah melihat petugas polisi itu terseyum begitu lebar, dia ikut gembira karenanya dan mengangguk setuju. Jadi ketiganya sama sekali tidak mengetahui kehebohan yang terjadi saat tim SWAT menggiring dan memasukkan para ******* menuju mobil box untuk dikirim ke Markas Besar SFPD. Awak media jelas menunggu-nunggu momen ini. Momen yang menurut istilah mereka tergolong ‘Penangkapan Kakap’.


Tak heran jika kemudian puluhan lampu kamera dan blitz berlomba-lomba menghujani rombongan pihak keamanan dengan *******. Mereka berusaha mengambil gambar sebaik mungkin, dan di saat posisi di balik garis kuning dirasa tidak lagi dapat memberikan apa yang diinginkan, sebagian dari kameramen TV nekad merangsek maju mendekati mobil tim SWAT. Mereka sama sekali tidak menghiraukan seruan polisi yang meminta agar mereka tetap menjaga ketertiban dengan berdiri di belakang posisi yang telah ditentukan.


***


Imran Pahlevi, atau Shah Iran, sedang dalam perjalanan menuju istananya untuk menikmati makan siang ketika sebuah pesan teks masuk ke ponselnya. Walau nomor ini tidak terdaftar, dia hafal kalau orang yang mengirimi pesan ini adalah orang kepercayaannya. Dia sudah menunggu kabar darinya hampir seharian ini karena tidak sabar untuk mengetahui perkembangan dari perintahnya beberapa hari lalu. Sayang, pesan itu bukan berisi berita yang ingin didengarnya,


‘R√ Maafkan saya. Kegagalan total.’


‘R√ Lihat saluran VOA di TV anda.’


Pria itu menyalakan TV di Rolls-Roycenya dan seketika muncul gambar penyiar wanita yang mewartakan berita dengan wajah berbinar-binar,


“Masih bersama saya, Sandy Bridges dari Voice of America. Sebuah drama yang berakhir dengan luar biasa terjadi malam hari ini, di sebuah tempat bernama Machina Factory di Brisbane, San Francisco ketika San Francisco Police Department akhirnya berhasil membekuk para ******* setelah sebelumnya membebaskan para sandera lebih dulu….”

__ADS_1


Adegan berikutnya yang ditampilkan di layar TV adalah rombongan tim SWAT yang tengah menggiring lima pria yang berjalan dengan kepala menunduk, berusaha menghindari sorotan kamera, dan bagi Shah Iran itu bagus karena hal ini jelas memalukan. Apalagi dia tidak ingin publik, terutama masyarakat Amerika, mengetahui dari mana *******-******* itu berasal.


“Tidak ada kata yang lebih tepat daripada Tuhan memang memberkati Amerika, setelah Presiden Tramp berhasil lolos dari penyergapan dan ******* yang berusaha mengacaukan seluruh kota San Francisco malam ini akhirnya diamankan SFPD dan tim SWAT. Ada beberapa korban jiwa yang tidak bisa dihindarkan dari insiden ini, di mana kami masih menunggu laporan rinci…”


Shah Iran tidak berminat mengikuti lebih lanjut. Dimatikannya TV dan ia mengetikkan sesuatu di ponselnya,


‘S√ ***** KALIAN!!! Siap-siap tanggung akibatnya.’


‘S√ Pastikan orang-orang itu bungkam.’


Hanya berselang beberapa detik, didapatnya pesan teks balasan,


Tiba-tiba Shah Iran kehilangan selera makan siangnya. Ketika Rolls-Roycenya hampir memasuki gerbang istana, dia malah menyuruh supir mengubah tujuan, melaju terus ke lapangan tembak yang berada dua blok di belakang istana. Sang penguasa negeri 1001 malam itu ingin lebih dulu melampiaskan kekesalan yang menggunung…


***


“Tidak ada kata yang lebih tepat daripada Tuhan memang memberkati Amerika, setelah Presiden Tramp berhasil lolos dari penyergapan dan ******* yang berusaha mengacaukan seluruh kota San Francisco malam ini akhirnya diamankan SFPD dan tim SWAT.”


“Ada beberapa korban jiwa yang tidak bisa dihindarkan dari insiden ini, di mana kami masih menunggu laporan rinci berapa jumlahnya dan siapa saja mereka itu dari narasumber VOA. Tapi terlebih dahulu mari kita dengarkan wawancara eksklusif kami on the spot dengan Letnan Mills, yang malam ini sukses memimpin penangkapan ******* di Machina Factory…”


Wajah Letnan Mills terpampang di kamera, mengerutkan dahi dan mata terpicing karena cahaya lampu kamera yang menyilaukan. Si reporter wanita menyapanya, “Selamat malam, Letnan Mills! Saya Sandy Bridges dari Voice Of America. Selamat atas keberhasilan anda dan SFPD malam ini menjamin kota ini tetap aman dari terror.”

__ADS_1


“Terima kasih, Miss Bridges!” sahut Letnan Mills dengan enggan.


“Boleh beri tahukan kepada penonton di rumah, apa strategi jitu yang anda terapkan hingga para ******* takluk?”


“Kesabaran dan mental yang kuat. Kita tidak bisa kompromi dengan orang-orang yang ingin mengacau. Berikan sedikit keleluasaan supaya mereka mengira diri mereka menguasai keadaan, setelah itu maju dengan kekuatan penuh pada waktu yang tepat.”


“Luar biasa, Letnan! Apakah sudah diketahui identitas para *******? Dan apa yang diinginkan sehingga mereka melakukan penyanderaan yang dramatis ini?”


“Kami baru saja menangkap mereka. Itu juga yang kami ingin tahu. Setelah ini kami baru akan melakukan interogasi menyeluruh. Maaf tidak bisa memberi tahu anda apa pun pada saat ini, Miss Bridges!”


“Baiklah, kami akan menunggu, Letnan Mills! Satu hal lagi, boleh beri tanggapan sedikit tentang keberhasilan San Francisco Police Department serta tim SWAT atas penangkapan kakap pada malam hari ini?”


“San Francisco Police Department adalah pengabdi masyarakat. Oleh karena itu kami bertanggung jawab penuh atas keamanan kota. Apa yang kami lakukan malam ini adalah bukti kerja keras kami bagi warga San Francisco. Tidak perlu takut kepada aparat hukum karena kami hanya menindak mereka yang memang melanggar hukum dan berbuat onar. Sekian!”


“Terima kasih, Letnan Mills! Pemirsa, demikianlah laporan langsung kami dari Machina Factory di Brisbane, San Francisco. Saya Sandy Bridges dari Voice Of America…”


Pria itu mengecilkan volume TVnya, mengepulkan asap kelabu dengan derasnya, lalu menggerus ujung puntung rokok ke dasar asbak. Kalau siaran TV hanya mendapatkan informasi sedemikian saja, tentunya itu tidak banyak berguna bagi masyarakat. Dia yakin anak buahnya yang dikirim ke lapangan juga menemui kendala yang sama...


Sejauh ini belum ada media yang mengetahui siapa gerangan para ******* itu sebelum polisi selesai menginterogasi. Di lain pihak, Abel Hisram, atau Abel Felaini, juga tidak yakin polisi akan membuka hasil investigasinya terang-terangan bila menyangkut masalah politik. Insting wartawannya mengetahui bahwa ini adalah berita besar yang akan menaikkan nilai jual artikelnya.


***

__ADS_1


__ADS_2