
"Kamu memang tidak pernah dibutuhkan dalam hidup mereka. Buktinya, mereka dari dulu jarang bahkan tidak pernah ada waktu untuk membersamai tumbuh kembangmu. Bahkan sekarang kakakmu pun akan segera menikah, pasti kasih sayangnya terbagi; antara dirimu dan istrinya kelak. Kamu tidak punya siapa-siapa lagi! Mungkin kamu cuma jadi beban untuk mereka, itu sebabnya ketika ada yang berniat ingin menikahimu, mereka langsung menyetujuinya."
Nadira terus merutuki dirinya di depan cermin. Dia kembali tenggelam dengan pikirannya yang sangat berisik. Langit mendadak mendung, hujan mengguyur pesantren Al Fathonah pada pagi hari ini. Mewakili perasaan perempuan yang sangat pintar merajut kata ini.
Sangat wajar jika Nadira merindukan kehadiran keluarganya yang tidak terlihat selama sebulan terakhir ini. Padahal sebelum Nadira pindah, masih bisa bertemu, minimal seminggu atau dua minggu sekali. Tiap telepon pun, selalu menanyakan Hafiz (anak pertama Nadira dan Ammar), tetapi sekarang kesibukan membuat Nadira cemburu. Apalagi beberapa hari belakang ini, Nadira butuh kakaknya yang selalu menjadi teman curhat. Namun, seperti yang sudah disadari oleh Nadira, setiap orang pasti punya kesibukan masing-masing. Terkadang, kesibukan tersebut membuat kita sulit untuk bertemu dengan orang yang kita sayangi.
"Duh, Nadira! Kamu mikirin apa, sih? Jangan mikir yang aneh-aneh. Kan memang mereka lagi sibuk aja," ujar Nadira, menggelengkan kepalanya.
Sesekali Nadira melihat jam di ponselnya. Berharap ada panggilan yang tiba-tiba masuk atau setidaknya pesan; memberitahukan kabar bahagia. Nadira tampak murung, tapi di depan orang lain; dia berusaha untuk menutupi kesedihannya.
Nadira mengambil air wudu, lalu salat untuk menenangkan hati dan pikirannya. Selain rajin salat wajib, dia memang selalu menyempatkan salat sunah di tengah-tengah kesibukannya menjadi penulis. Dia juga seorang motivator dan inspirator yang sangat dikagumi semua orang. Walau sebenarnya dia pun butuh motivasi sebagai penguat dirinya. Beruntungnya ada Ammar yang kini menemani perjalanan hidupnya. Apa pun yang terjadi dalam hidup Nadira, Ammar turut serta dalam membimbing Nadira sesuai syariat Islam. Nadira dan Ammar memang pasangan ideal. Mereka tidak hanya memikirkan duniawi saja, tetapi apa yang dilakukan di dunia; selalu dipikirkan dampak ke depannya bagaimana. Apakah ada pengaruh positif untuk kehidupan mereka setelah kematian atau malah menjerumuskan ke hal negatif? Mereka tidak sempurna, tetapi berusaha menyempurnakan.
Kini Nadira sudah siap mengadu sama Allah. Merayu-Nya untuk meminta rezeki, kesehatan, keselamatan dunia dan akhirat, serta hal lainnya. Salat Duha memiliki keutamaan luar biasa bagi yang melaksanakannya. Salah satu keutamaan salat Duha bagi mereka yang rajin melaksanakannya akan dapat pahala yang sama seperti mereka bersedekah.
__ADS_1
Salat Duha adalah salat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Duha. Waktu Duha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya, hingga waktu Zuhur. Jumlah rakaat salat Duha adalah 2, 4, 6, 8, dan maksimal 12 rakaat. Cara pelaksanaannya dilakukan setiap 2 rakaat sekali.
Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan salat Duha yang perlu kita ketahui dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang Muslim dari Abu Dzar, Nabi Salallahu 'Alaihi Wasallam bersabda seperti berikut ini: “Di pagi hari, semua harus memberi sedekah. Setiap bacaan Tasbih (Subhanallah) bisa menjadi sedekah, setiap bacaan Tahmid (Alhamdulillah) bisa menjadi sedekah, setiap bacaan Tahlil (Laa ilaha illallah) bisa menjadi sedekah, dan setiap Takbir (membaca Allahu akbar) juga bisa menjadi sedekah. Demikian juga, Amar ma'ruf (menyeru ketaatan) dan Nahi munkar (mencegah kejahatan) adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi (diganti) dengan melaksanakan salat Duha dua Rakaat.” (Hadis Riwayat Muslim)
Dalam hadis Nu'aim bin Hammar Al Ghathafan beliau mendengar Nabi Salallahu 'Alaihi Wasallam bersabda seperti berikut ini: "Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, jangan tinggalkan shalat empat rakaat di awal hari (pada waktu Duha). Itu cukup untukmu di penghujung hari." (Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, Ad Darimi)
Dalam sebuah hadis, Nabi Salallahu 'Alaihi Wasallam bersabda seperti berikut ini: “Barang Siapa orang mengerjakan salat Duha selamanya, maka Allah akan mengampuni dosanya, meskipun dosanya sebesar buih lautan.” (Hadis Riwayat Tirmidzi)
Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadis: “Barangsiapa salat Duha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangun istana untuknya di surga.” (Hadis Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Salat duha termasuk Salat Awwâbîn (Orang yang Bertobat) karena Allah Subhanahu wa ta'ala juga memasukkan orang yang salat Duha ke dalam golongan orang yang kembali (bertobat) kepada Allah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha, bahwa dia berkata: 'Rasulullah bersabda: "Tidak ada yang melindungi salat Duha, kecuali mereka yang kembali kepada Allah dalam pertobatan." Nabi berkata: “Salat Duha adalah salat orang yang kembali kepada Allah dalam keadaan bertobat.” (Hadis Riwayat al-Hakim dan Imam Muslim)
__ADS_1
Ghanimah atau keuntungan atau kekayaan lebih cepat tercapai dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan rutin melakukan salat Duha, seperti Sabda Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam berikut ini: “Raih kemenangan (ghanimah) dan cepatlah kembali! Terakhir, mereka berdiskusi di antara mereka sendiri kedekatan tujuan (tempat) perang dan jumlah rampasan (kemenangan), yang harus dimenangkan dan dikembalikan dengan cepat (karena jarak yang dekat).
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah Asy-Syams ayat 1 yang berbunyi, "Demi matahari dan cahayanya di pagi hari." Maksudnya adalah Allah bersumpah demi matahari dan cahayanya pada waktu Duha. Banyak ilmuwan dan peneliti percaya bahwa cahaya pagi adalah yang terbaik untuk kesehatan tubuh manusia. Seperti infrared yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri otot dan ultraviolet yang bermanfaat sebagai photocatalyst yang menyehatkan kulit manusia karena kandungan vitamin D-nya.
Dalam hadis yang diriwayatkan At Thabrani disebutkan: “Barangsiapa salat Duha dua rakaat, maka akan tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang melakukannya bahkan empat rakaat ditulis sebagai ahli ibadah. Siapa yang melakukannya enam rakaat, dia akan diselamatkan pada hari itu. Barangsiapa yang melakukannya selama delapan rakaat, Allah menjadikannya sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa melakukannya selama dua belas rakaat, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (Hadis Riwayat At-Thabrani)
Ketika seseorang menunaikan salat sunah Duha, otomatis dia juga mengerjakan salah satu salat sunah Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam yang memiliki banyak keistimewaan dan manfaat. Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam selalu melaksanakan salat Duha sebanyak empat rakaat.
Nadira melepaskan mukena dan ajaibnya, selepas salat Duha, kebahagiaan Nadira datang ketika dia mengetahui bahwa keluarganya datang mengunjungi pesantren Al Fathonah dan melepas rindu bersamanya. Ini adalah momen yang sangat berharga, karena Nadira bisa bertemu dengan orang-orang yang dia kasihi dan menghabiskan waktu bersama-sama.
Dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi kita untuk menghargai waktu dan kesibukan orang lain, tapi juga untuk tidak lupa bahwa kita memiliki keluarga dan orang-orang terdekat yang selalu ada untuk kita. Kita dapat memilih untuk tetap berhubungan dan menjaga hubungan dengan orang-orang tersebut, meskipun jarak dan kesibukan terkadang membuat kita sulit untuk bertemu. Salah satu cara untuk menjaga hubungan tersebut adalah dengan berkomunikasi secara teratur dan saling memberi dukungan.
__ADS_1
Diam-diam ternyata Ammar mengetahui hal ini sehari sebelum mertua dan kakak iparnya datang. Kedua orang tua Nadira dan kakaknya datang ke pesantren karena ada lomba masak di daerah yang tidak jauh dari pesantren Al Fathonah. Senyum merekah dari wajah Nadira. Mereka pun melepas rindu.
...****...