Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja
Kembali Menjelajahi Kota Kairo


__ADS_3

Setelah melepas rindu dengan keluarga, Hafiz kembali ke Kairo dengan semangat baru dan motivasi untuk menyelesaikan pendidikannya. Hafiz membawa pulang kenangan indah bersama keluarganya, terutama saat bersama Hamzah, serta Aisha dan Aqeela (adik sepupunya) yang kembar. Mereka berempat terhubung oleh ikatan keluarga dan persamaan yang tak terbantahkan, dan Hafiz berharap dapat terus mempererat hubungan itu di masa depan.


"Waktunya aku kembali ke Kairo, Ma, Pa. Aku merasa sedih meninggalkan kalian lagi, tetapi aku juga bersemangat untuk melanjutkan pendidikan," ujar Hafiz. sambil memeluk Mama dan Papanya.


Nadira memeluk Hafiz dengan erat.


"Oh, anakku, rasanya seperti baru kemarin kamu pulang dan sekarang sudah waktunya pergi lagi. Tetapi kami tahu betapa pentingnya pendidikanmu di Kairo. Kami selalu mendukungmu sepenuhnya," ujarnya.


Ammar memberikan nasihat kepada Hafiz.


"Hafiz, ingatlah bahwa pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa kamu berikan pada dirimu sendiri. Kami sangat bangga dengan keputusanmu untuk menyelesaikan studimu di Kairo. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu membutuhkannya."


"Terima kasih, Mama dan Papa. Kata-kata kalian memberikan semangat besar bagiku. Aku benar-benar beruntung memiliki orang tua seperti kalian yang selalu mendukung dan memahami impianku. Aku berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai kesuksesan."


"Anakku, jaga kesehatanmu dengan baik di sana. Pastikan kamu makan dengan teratur, beristirahat yang cukup, dan menjaga pola hidup yang sehat. Kami sangat menginginkanmu tetap fit dan bahagia selama di Kairo." Pesan Nadira tetap sama. Begitulah seorang ibu yang selalu cerewet dengan pola hidup anaknya.


Ammar terus memberikan nasihat dan saran kepada putra pertamanya.


"Selain itu, jangan lupakan pentingnya menjaga keseimbangan antara studi dan waktu luang. Temukan kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman-temanmu selama di sana, terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan menjelajahi budaya baru. Pengalaman di luar kelas juga akan membantu perkembanganmu secara menyeluruh."


"Aku akan selalu mengingat semua saran kalian, Ma, Pa. Aku berjanji untuk menjaga kesehatan dan menjaga keseimbangan antara studi dan kegiatan lainnya. Aku sangat beruntung memiliki dukungan dan cinta kalian dalam perjalanan ini."


"Anakku, kami akan selalu mendoakanmu setiap hari. Jangan ragu untuk menghubungi kami dalam hal apa pun yang kamu butuhkan. Kami akan selalu di sini untukmu, meskipun jarak memisahkan kita." Mata Nadira berkaca-kaca, dia berusaha menyeka air mata agar tidak menetes.


"Betul, Hafiz. Kami selalu ada untukmu. Jangan ragu untuk berbagi kabar dan pengalamanmu dengan kami. Kami akan senang mendengarnya," ujar Ammar.


"Terima kasih, Ma, Pa. Aku sangat beruntung memiliki kalian dalam hidupku. Aku akan sangat merindukan kalian kembali. Tetapi ini bukan selamanya dan aku akan bekerja keras untuk membuat kalian bangga." Janji Hafiz.


"Kami juga akan merindukanmu, Sayang. Tetapi ingatlah bahwa keluarga selalu ada di hatimu, di mana pun kamu berada. Kami percaya pada kemampuanmu dan berharap yang terbaik untukmu di Kairo," ujar Nadira.


"Selamat berjuang kembali, Hafiz. Tetaplah fokus, bersemangat, dan percaya pada kemampuanmu," ujar Ammar, memberikan pesan terakhir sebelum Hafiz ke ruang tunggu untuk penumpang setelah check-in, sebelum naik pesawat.


Hafiz pun berpamitan kepada adik-adiknya, serta keluarga lainnya yang turut mengantarkan Hafiz ke Bandara. Ketiga adik Hafiz, Hamzah, Aisha, dan Aqeela memeluk Hafiz dengan erat. Begitupun dengan keluarganya yang lain, memeluk Hafiz secara bergantian. Lalu, Hafiz berpamitan dengan melambaikan tangannya.

__ADS_1


...***...


Hafiz merasakan kelegaan saat akhirnya tiba kembali di Kairo setelah menempuh perjalanan yang panjang selama 13 jam. Perjalanan tersebut mungkin melelahkan dan penuh dengan berbagai tantangan. Dia mungkin harus menghadapi kemacetan lalu lintas, perubahan cuaca, atau bahkan mungkin mengalami beberapa turbulensi dalam perjalanan udara.


Namun, semua kelelahan itu sirna saat Hafiz akhirnya bisa merebahkan tubuhnya di atas kasur yang nyaman di rumahnya. Dia melepaskan sepatunya yang sudah membuat kakinya terasa pegal dan mengendurkan otot-ototnya yang tegang.


Hafiz menikmati sensasi dari kasur yang memberinya kenyamanan dan dukungan yang sangat dibutuhkan. Dia merasa lega bahwa dia tidak lagi harus duduk atau berdiri dalam waktu yang lama. Tubuhnya merespons dengan rasa nyaman saat dia merebahkan dirinya dan pikirannya mulai merasakan kedamaian setelah perjalanan yang melelahkan.


Hafiz menghembuskan napas lega dan merasa berterima kasih atas kesempatan untuk kembali ke penginapannya di Kairo. Dia merenungkan petualangannya dan merasa senang bahwa dia berhasil menyelesaikan perjalanan tersebut dengan selamat.


Sekarang, Hafiz siap untuk bersantai, memulihkan tenaganya, dan menikmati kenyamanan rumahnya. Dia tahu bahwa perjalanan itu mungkin berat, tetapi dia juga menyadari bahwa pengalaman itu memberinya kenangan yang berharga dan cerita yang dapat dibagikan kepada orang lain.


Setelah beberapa jam beristirahat. Ada yang mengetuk pintu kamar Hafiz. Ternyata dia adalah sahabat Hafiz, sama-sama orang Indonesia yang menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar Kairo.


Hafiz membuka pintu dan merebahkan kembali tubuhnya.


"Ah, rasanya begitu indah bisa melepas rindu dengan keluarga. Aku benar-benar merasa terisi ulang setelah menghabiskan waktu bersama mereka," ujar Hafiz.


"Ya, memang luar biasa, betapa kehadiran keluarga bisa memberikan semangat dan energi positif dalam hidup kita. Bagaimana perjalananmu untuk kembali ke Kairo ini?" ujar Sandi.


"Itu sangat menginspirasi, Hafiz. Bagaimana kamu merencanakan untuk menjaga semangat dan motivasi tersebut?" tanya Sandi yang sangat antusias mendengar cerita Hafiz.


"Aku berencana untuk fokus pada tujuan akademik dan memanfaatkan setiap peluang yang ada di Kairo. Aku ingin mendapatkan pengalaman berharga selama kuliah dan memaksimalkan potensi dalam bidang studi ini. Selain itu, aku juga akan lebih aktif dalam sebuah komunitas yang dapat mendukung dan memotivasi selama perjalanan pendidikan ini."


"Itu adalah rencana yang hebat, Hafiz! Jika kamu memerlukan bantuan atau dukungan apa pun, maka jangan ragu untuk menghubungiku. Aku selalu siap membantu."


"Terima kasih banyak, teman. Aku benar-benar menghargainya. Dukunganmu akan sangat berarti bagiku dalam mencapai tujuan akademikku. Aku juga akan berusaha memberikan yang terbaik dan mendukungmu dalam setiap hal yang kamu lakukan."


"Sama-sama, Hafiz. Kita saling mendukung dalam perjalanan kita masing-masing. Semoga berhasil mencapai impian dan tujuan kita di Kairo. Ayo, mari kita berjuang bersama!"


"Tentu, teman. Bersama-sama, kita pasti bisa mengatasi segala rintangan dan meraih kesuksesan. Aku berterima kasih atas persahabatan dan semangatmu. Kita akan membuat masa depan yang cerah di Kairo!"


"Betul sekali, Hafiz. Mari kita buktikan bahwa perjalanan pendidikan kita di Kairo adalah langkah pertama menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat baru, motivasi yang menggebu, dan persahabatan ini akan membantu kita melewati segala hal."

__ADS_1


"Sungguh, aku berharap begitu. Mari kita mulai perjalanan ini dengan semangat baru dan determinasi yang tak tergoyahkan. Terima kasih sekali lagi, teman!"


"Sama-sama, Hafiz. Selamat datang kembali ke Kairo dan semoga perjalanan pendidikanmu berjalan dengan sukses. Aku selalu di sini untukmu."


"Terima kasih banyak, teman. Aku benar-benar menghargainya. Ayo kita mulai!"


...***...


Keesokan harinya, Sandi mengajak Hafiz untuk pergi mengunjungi salah satu destinasi menakjubkan di Kairo. Sandi telah mendengar banyak cerita tentang tempat ini dan ingin berbagi pengalaman tersebut dengan Hafiz.


Mereka berdua bertemu di depan rumah penginapan Hafiz, semangat untuk memulai petualangan mereka. Hafiz merasa antusias dengan tawaran Sandi, karena dia juga ingin menjelajahi lebih dalam keajaiban yang ditawarkan oleh kota tempat tinggal saat ini.


Mereka naik taksi menuju destinasi tersebut. Di sepanjang perjalanan, Sandi menceritakan sejarah dan makna budaya di balik tempat yang akan mereka kunjungi. Hafiz sangat tertarik mendengarkan cerita tersebut, sambil melihat pemandangan kota yang sibuk melewati jendela taksi.


Setelah beberapa waktu, mereka tiba di destinasi tersebut. Mereka turun dari taksi dan melangkah menuju pintu masuk. Hafiz merasa kagum dengan keindahan arsitektur yang memukau dan detail yang rumit di sekitarnya.


Sandi memimpin Hafiz menjelajahi setiap sudut tempat tersebut, memberikan penjelasan tentang keunikan dan sejarah di balik setiap bagian. Mereka menemukan bangunan bersejarah, taman yang indah, dan patung-patung yang mengesankan.


Hafiz dan Sandi tidak hanya menikmati keindahan visual, tetapi juga mencoba makanan lokal yang terkenal di area tersebut. Mereka mencicipi hidangan tradisional yang lezat dan berbagi tawa dan cerita di antara suara-suara jualan dan kehidupan sekitar mereka.


Selama berjam-jam, Hafiz dan Sandi terus menjelajahi destinasi itu, mengabadikan momen-momen indah dengan kamera dan berbagi kegembiraan bersama. Mereka merasakan keajaiban kota Kairo dan menghargai kekayaan budaya yang ada di sekitar mereka.


Hingga tibalah mereka di sebuah destinasi yang paling diminati oleh kebanyakan orang, baik masyarakat sekitar, maupun wisatawan di luar Kairo.


Ada berbagai cara untuk menikmati keindahan ibukota negara yang dijuluki negeri seribu menara ini. Di mana kota kuno dan modern berpadu menjadi harmoni yang sempurna. Eksotis, kata para turis. Menyusuri sungai terpanjang di dunia yang membelah kota dengan menyewa felucca, perahu khas Mesir.


Dikutip dari situs detik travel, orang lokal hanya membayar 3 LE saja atau sekitar 5.000 rupiah. Sedangkan kalau mau private, sedikit lebih mahal yaitu 60 LE per jam. Bisa juga mencoba berjalan kaki menyusuri bundaran Tahrir yang bersejarah itu, lalu down town hingga kawasan tua Hussein. Rasa lelah akan terbayar karena disuguhi deretan bangunan ala Eropa di down town dan tiba di Hussein, akan bertemu bangunan-bangunan berarsitektur Mamluk. Kita akan menikmatinya dari ketinggian.


Kalau Jakarta punya Monas, Kuala Lumpur punya menara Petronas, Dubai punya Burj Khalifa, Kairo juga punya gedung tinggi untuk menikmati panorama kota. Cairo Tower, namanya. Sebuah menara yang terinspirasi bunga teratai ini terdiri dari 8 juta mosaik berbentuk belah ketupat dan resto berputar. Banyak yang tertarik ingin mengunjungi tempat tersebut. Tower setinggi 187 meter ini berada di kawasan Gezira atau pulau kecil di tengah Nil. Dibangun pada tahun 1956. Sempat menjadi bangunan tertinggi di Afrika. Untuk tiket masuk, pengunjung bisa membayar 150 LE atau sekitar 71.401,72 rupiah dan kalau dibulatkan menjadi 71.402 rupiah. Harganya cukup sebanding dengan suguhan pemandangan yang ikonik. Kita bisa melihat sungai Nil yang melegenda membelah kota dengan deretan hutan beton mengelilinginya.


Waktu terbaik naik ke tower ini adalah sore menjelang senja hingga malam. Mengabadikan matahari yang perlahan tenggelam, lalu berganti gemerlap lampu kota. Sungguh cantik. Kalau mau romantic dinner dengan pasangan, kita bisa langsung ke restorannya yang berada di atas tower. Harganya juga cukup masuk akal dan sangat direkomendasikan untuk turis yang hendak ke sini. Kebetulan Hafiz dan Sandi tiba di tempat ini, waktu sudah menunjukkan 17.30 EST. Itu sebabnya mereka bisa menyaksikan matahari terbenam. Di Kairo, matahari akan terbenam sekitar pukul 18.07 EST.


Mesir adalah negara yang terletak di Afrika Utara, dan memiliki zona waktu berupa Waktu Standar Mesir (Egypt Standard Time, EST) dengan waktu GMT+2, atau 2 jam lebih awal dari waktu GMT. Sehingga perbedaan waktu Indonesia dengan Mesir adalah antara 5 jam di Indonesia barat, hingga 7 jam di Indonesia timur. Bila di Indonesia sudah jam 12 malam WIB, maka di Mesir adalah 5 jam lebih lambat, yaitu jam 7 malam.

__ADS_1


Setelah sehari yang penuh dengan petualangan dan penemuan, Hafiz dan Sandi kembali ke rumah dengan hati yang penuh kegembiraan dan kenangan yang tak terlupakan. Mereka berjanji untuk menjelajahi destinasi lain di masa depan dan terus menggali keindahan yang ada di kota Kairo. Kepergian sang surya, menutup perjalanan mereka hari ini.


...****...


__ADS_2