Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja
Wisuda Tahfidz Quran


__ADS_3

"Ammar, aku senang ketika mendengar kabar bahwa Hafiz berhasil menghafal quran dalam waktu hanya dua bulan!" ujar Nadira, bangga.


"Iya, Nad. Masyaa Allah ..., itu luar biasa! Hafiz memang selalu gigih dalam belajar alquran. Dia juga pernah bilang kalau ingin menjadi hafiz quran seperti abinya. Aku merasa takjub mendengarnya kala itu," ujar Ammar sambil menyusun beberapa berkas yang ada di meja kerjanya.


"Aku selalu terinspirasi oleh semangat Hafiz dalam mempelajari quran. Dia selalu rajin mengikuti kelas tahfidz dan berlatih di luar kelas," ujar Nadira dengan senyum yang mengembang, membuat pipinya semakin tembam.


"Betul, itu membuatnya mencapai prestasi yang luar biasa. Aku tidak sabar untuk melihat Hafiz diwisuda sebagai Hafiz Quran besok pagi," ujar Ammar.


"Aku juga tidak sabar. Aku yakin bahwa Hafiz akan menjadi inspirasi bagi orang lain yang ingin menghapal quran," ujar Nadira.


"Pasti! Hafiz telah menunjukkan kepada kita bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai," ujar Ammar.


"Betul sekali. Saya berharap kita semua bisa mengambil pelajaran dari semangat dan prestasi Hafiz dalam menghafal quran," ujar Nadira.


"Aamiin. Semoga Hafiz akan terus memberi inspirasi bagi kita semua dan terus memperdalam pemahaman dan penghayatan atas ajaran quran," ujar Ammar.


Pada pagi hari yang cerah di akhir bulan Ramadan, para santri di pondok pesantren "Al-Fathonah" sibuk mempersiapkan diri untuk acara istimewa hari ini: wisuda tahfidz Quran. Acara tersebut diadakan untuk menghormati para santri yang telah menyelesaikan tahap penghafalan Quran di bawah bimbingan para ustad selama beberapa tahun terakhir.


Setelah salat subuh, para santri segera bergegas untuk membersihkan dan menghias ruang acara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Mereka menata kursi dan meja di depan panggung, serta memasang spanduk bertuliskan, "Selamat atas keberhasilan Anda dalam menghafal Quran" di atas panggung.


Ketika semuanya sudah siap, para santri bergantian memasuki ruangan, mengenakan jubah putih dan sorban, serta duduk di tempat mereka masing-masing. Keluarga dan teman-teman mereka yang datang untuk menyaksikan acara juga sudah mulai tiba dan memenuhi ruangan.


Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Quran oleh salah satu santri terbaik. Kemudian, para santri yang akan di wisuda, diundang ke panggung satu per satu. Setiap santri memperlihatkan kemampuan mereka dalam menghafal quran, membacakan ayat-ayat dari beberapa surah yang mereka hapalkan dengan lancar dan fasih.


"Dan selanjutnya, kita akan mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci alquran oleh Hafiz yang pertama, yaitu Wahid Amzar Hafizuddin Baraqbah. Mohon disambut dengan tepuk tangan yang meriah!" ujar MC.


Terdengar suara tepuk tangan dari penonton yang memenuhi ruangan. Hafiz berdiri dari tempat duduknya dan naik ke panggung.


"Bismillahirrahmanirrahim ...." Hafiz membaca ayat-ayat suci alquran dengan lancar dan fasih.


Penonton terkesima dan mengucapkan takbir.


"Masyaa Allah, terima kasih Wahid Amzar Hafizuddin Baraqbah. Selanjutnya, kita akan mendengarkan hafiz yang kedua, yaitu Candra Eka Ramadhan. Silakan naik ke panggung!" ujar seorang MC pada acara Wisuda Tahfidz Quran di pondok pesantren Al Fathonah itu.


Tepuk tangan dari penonton pun kembali terdengar. Candra Eka Ramadhan berdiri dari tempat duduknya dan naik ke panggung.


"Bismillahirrahmanirrahim ...." Candra membaca ayat-ayat suci alquran dengan lancar dan fasih.


Penonton terpesona dan mengucapkan takbir.



"Allahu Akbar ...!"



"Allahu Akbar ...!"



"Allahu Akbar ...!"



"Masyaa Allah, terima kasih Candra Eka Ramadhan. Kita akan terus mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci alquran dari para Hafiz dan Hafizah yang lain. Silakan disimak dengan seksama ya, para hadirin semuanya!" ujar MC itu dengan senyuman penuh bahagia karena ikut bahagia melihat keberhasilan para santri.


__ADS_1


Sungguh mengesankan bahwa Hafiz mampu menghafal seluruh alquran hanya dalam kurun waktu dua bulan. Ini menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap dan menyimpan informasi dengan cepat. Hal ini juga merupakan bukti dari dedikasi dan kerja kerasnya, karena menghafal alquran bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan usaha serta fokus yang besar.



Jelas bahwa orang tua Hafiz, Nadira dan Ammar, sangat bangga dengan pencapaian putra mereka. Mereka memainkan peran penting dalam mendukung dan mendorong Hafiz selama masa pendidikannya, di antaranya memberikan sumber daya dan bimbingan yang dibutuhkan untuk berhasil.



"Selamat, Hafiz! Mama sangat bangga dengan pencapaianmu dalam menghafal quran dan di wisuda sebagai Hafiz Quran pada hari ini," ujar Nadira. Matanya berkaca-kaca sambil memeluk putranya itu.



"Ya, selamat, Hafiz! Kita semua begitu bangga denganmu dan semangatmu dalam belajar, Nak?" ujar Ammar menambahi ucapan Nadira.



Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan Hafiz bukan semata-mata hasil dari kemampuan alamiahnya atau asuhannya. Hal ini juga mencerminkan kualitas pendidikan yang dia terima di Pondok Pesantren Al Fathonah, serta dedikasi para guru dan mentor yang membantunya selama ini.



"Terima kasih, Ma, Pa. Hafiz tidak akan bisa mencapai tahap ini tanpa dukungan dan bimbingan kalian," ujar Hafiz memeluk kedua orang tuanya.



"Kami selalu mendukungmu, Hafiz. Kami juga senang mendengar kabar bahwa kamu telah memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikanmu di Kairo," ujar Nadira.



"Betul, itu luar biasa. Kamu pasti akan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga di sana. Papa tidak menyangka, mimpimu akan terwujud. Kamu memang penerus papa dalam hal pendidikan agama. Kita bisa sama-sama diberi kesempatan untuk mengemban pendidikan di Kairo." Ammar menepuk bahu Hafiz seolah memberikan kekuatan dan dukungan untuk putranya.




"Iya, Ma. Siap! Aku sangat berterima kasih atas dukungan kalian. Aku akan berusaha sebaik-baiknya untuk menghargai kesempatan ini dan terus belajar tentang quran dan ajarannya," ujar Hafiz sambil merangkul kedua orang tuanya.



"Semoga sukses dalam semua hal yang kamu lakukan, Hafiz. Kami selalu mendukung dan berdoa untukmu," ujar Nadira sambil menghapus air matanya.



"Ya, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dan keberhasilan dalam segala upayamu. Selamat dan sukses selalu, Hafiz!" Ammar memberikan senyuman rasa bangganya kepada Hafiz. Dia tidak menunjukkan air mata haru, sengaja diseka agar tidak terlihat cengeng. Ammar memang salah satu laki-laki yang paling gengsi mengeluarkan air mata di depan orang lain, termasuk istri dan anaknya, bahkan orang tuanya sendiri.



Secara keseluruhan, kisah Hafiz merupakan contoh inspiratif tentang kekuatan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dalam meraih cita-cita.



Setelah itu, para santri menerima penghargaan dari para ustad dan pengasuh pondok pesantren. Ada piala, sertifikat, dan hadiah lainnya untuk mereka yang telah menyelesaikan tahap penghafalan quran. Sambil menatap rasa bangga dari keluarga dan teman-temannya, para santri merasa sangat bahagia dan terharu atas prestasi yang mereka raih.



Acara wisuda tahfidz quran di pondok pesantren tersebut berakhir dengan doa bersama dan pembagian makanan untuk para tamu yang hadir. Para santri merasa sangat terinspirasi untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalam alquran. Mereka yakin bahwa tahfidz quran bukanlah akhir dari perjalanan mereka, tetapi awal dari sebuah perjalanan panjang untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran quran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


***

__ADS_1


Wisuda tahfidz quran merupakan puncak dari proses pembelajaran alquran yang dimulai dari kegiatan ziyadah dan murojaah setiap harinya. Ziyadah merupakan kegiatan khusus untuk menambah ayat alquran. Ziyadah ini biasanya disesuaikan dengan target hapalan masing-masing santri. Sebelum diputuskan sebagai peserta wisuda, setiap siswa harus melewati beberapa tahapan, salah satunya lulus dalam ujian tasmik dihadapan tim penguji tasmik, yaitu dewan asatidz.



Ujian tahfidz atau sering disebut munaqosah merupakan sebuah kegiatan ujian alquran yang pesertanya merupakan orang-orang yang mampu menghafal alquran, di mana di dalam munaqosah tersebut, seorang santri putra dan putri di tes oleh gurunya kemudian santri tersebut menjawab.



Tahfizh alquran akan melatih sensitivitas indra pendengaran anak. Semakin sensitif indra pendengaran anak dalam mendengarkan lafaz-lafaz ayat alquran yang dibacakan, maka semakin mudah anak menjadi fasih mengulang bacaan yang mereka dengar.



Penghafal alquran (hafiz quran) akan mendapatkan keistimewaan di akhirat. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam bersabda, bahwa alquran bisa memberikan syafaat atau pertolongan kepada para penghafalnya di yaumul akhir. Juga Allah berjanji akan melipatgandakan pahala bagi siapa yang menghafalkan alquran menjadi 10 kali lipat. Sedangkan jumlah huruf dalam alquran, sebagaimana disebutkan Imam Sayuthi dalam al-Itqan adalah 671.323 huruf.



Keistimewaan lainnya dari penghafal alquran yang dikutip dari berbagai sumber, yaitu para penghafal alquran akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam pandangan Allah subhanahu wa ta'ala. Hal ini dikarenakan seseorang yang menghafal alquran sudah pasti mencintai Kalamullah (perkataan Allah), sedangkan Allah sangat mencintai mereka yang cintai pada kalam-Nya.



Penghafal alquran yang menjunjung tinggi nilai alquran, dijuluki dengan "Ahlullah" yang berarti keluarga Allah atau orang yang dekat dengan Allah. Hal ini juga sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasallam, dari sahabat Anas bin Malik RA. Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: ‘’Sesungguhnya bagi Allah ada orang yang terdekat dengannya.’’



Kemudian, sahabat bertanya, ‘’Siapa mereka ya Rasul?’’



Nabi menjawab, “Mereka adalah ahlul quran. Mereka itulah keluarga Allah dan orang-orang yang terdekat dengan-Nya.’’



Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam pernah menyegerakan penguburan sahabat yang meninggal dunia dalam perang Uhud, yang hapalannya lebih banyak daripada lainnya. Beliau juga memerintahkan para sahabat agar yang menjadi imam dalam salat adalah mereka yang paling bagus membaca alquran, sekaligus juga menghapalnya.



Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam menjanjikan bahwa orang tua yang memiliki anak penghafal alquran akan diberikan mahkota oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada hari kiamat nanti. Mahkota tersebut memiliki cahaya yang lebih indah daripada cahaya matahari yang menerangi kediaman mereka di dunia.



Penghapal alquran akan mendapatkan syafaat alquran pada hari kiamat. Alquran akan terus mengawal Shahibnya semenjak dari kubur sampai masuk surga.



Syimir bin ‘Athiyyah berkata, "Pada hari kiamat, alquran akan datang menjelma seorang laki-laki yang kurus kering dengan muka pucat pasi. Ia datang ke seseorang yang dibangkitkan dari kuburnya. Lelaki itu berkata, 'Bergembiralah kamu dengan penghormatan dari Allah, bergembiralah kamu dengan keridaan Allah.'"



Orang itu bertanya, "Apakah orang sepertimu memberi kabar gembira? Siapa kamu?"



Kemudian dia menjawab, "Akulah alquran yang menjadikan kamu selalu bergadang pada malam hari (untuk membaca alquran), dan menjadikan kamu haus pada siang hari (karena berpuasa)."



Penghapal alquran yang selalu muraja’ah (mengulang hapalannya), dia sebenarnya tengah melakukan olahraga otak dan lidah. Pada saat itu, otaknya akan berjalan bagai kumparan yang terus-menerus bergerak.

__ADS_1


...****...


__ADS_2