Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja
Terima Kasih Atas Segalanya


__ADS_3

Selama empat tahun menjalani pendidikan S1, Hamzah berhasil meraih prestasi akademik yang gemilang. Dia menjadi salah satu mahasiswa terbaik di jurusannya, serta aktif terlibat dalam penelitian dan riset di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Prestasi dan dedikasi Hamzah tidak luput dari perhatian dosen dan staf di kampus, termasuk dari pihak pemberi beasiswa.


Ketika Hamzah memasuki tahun terakhir kuliah, dia mendapatkan kabar gembira bahwa dia dianugerahi beasiswa pascasarjana di luar negeri. Beasiswa ini memberinya kesempatan untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi dan lebih mendalam di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Kali ini, beasiswa tersebut memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo.


Baginya, beasiswa tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kerja kerasnya dan dedikasinya dalam mengejar ilmu agama. Dia merasa bahwa ilmu yang diperolehnya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kebaikan umat dan penyelesaian masalah sosial keagamaan. Hamzah bersyukur karena doanya terkabulkan untuk bisa pergi ke Kairo.


Dengan semangat dan tekad yang tak kenal lelah, Hamzah bersiap-siap untuk memulai perjalanan baru di Universitas Al-Azhar, Kairo. Dia berharap bahwa melalui studi yang lebih lanjut dan pengembangan pengetahuannya, dia akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memahami dan menyebarkan ajaran agama serta menyelesaikan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh umat Islam.


Beberapa bulan kemudian, suasana pagi begitu menyejukkan di rumah Nadira. Matahari perlahan menyembul di ufuk timur, memberikan sinar keemasan yang memancar ke dalam kamar-kamar mereka. Di tengah ketenangan pagi, terdengar suara riang dan riuh dari dapur, menandakan bahwa sarapan sedang disiapkan.


Nadira terbangun dengan senyum cerah di wajahnya. Ia merasa begitu beruntung dan bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepadanya. Sekarang, putri kembar kesayangannya, Haneen dan Hania, telah tumbuh menjadi remaja yang penuh semangat dan keceriaan. Mereka adalah buah hati yang begitu berarti dalam hidup Nadira.


Saat ini, Nadira menuliskan perasaan bahagia tersebut ke dalam buku harian, seperti menorehkan sentuhan-sentuhan magis pada halaman-halaman kosong. Buku tersebut menjadi seperti simbol kehidupannya, tempat dia melepaskan isi hati yang tak terungkapkan dalam kata-kata. Setiap goresan tinta yang melintas di halaman-halaman buku adalah serpihan rasa syukur yang memenuhi jiwanya.

__ADS_1


Namun, kebahagiaan Nadira tidak hanya tercermin dari buku harian yang penuh cerita indah. Kegembiraan itu juga memancar melalui prestasi dan kesuksesan anak sulungnya, Hafiz. Seperti bintang yang bersinar terang di langit malam, Hafiz dengan penuh semangat mengabdikan diri sebagai pengajar di pondok pesantren Al Fathonah. Ia menggelorakan api pengetahuan dan menghidupkan semangat keagamaan di hati santri-santri yang ia ajar. Hafiz adalah sosok inspiratif, menyebarluaskan ilmu dan nilai-nilai agama, memberikan mereka bekal untuk perjalanan hidup mereka.


Tidak hanya Hafiz, putra kedua Nadira, Hamzah, juga tidak kalah gemilang dalam mencapai prestasi. Seperti burung rajawali yang melintasi langit dengan gagah, Hamzah menorehkan jejak keberhasilan di bidang pendidikan. Ia menjadi salah satu mahasiswa terbaik di jurusannya dan aktif terlibat dalam penelitian dan riset Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Kejeniusannya dan dedikasinya membawanya mendapatkan beasiswa pascasarjana di luar negeri, sebuah pintu kesempatan yang terbuka lebar baginya. Beasiswa tersebut memberi Hamzah kesempatan untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, sebuah mimpi yang tak pernah pudar sejak lama. Semangat dan motivasi yang ditularkan oleh ayah dan kakaknya mendorongnya untuk mencapai puncak impian tersebut.


(CATATAN DI BUKU HARIAN NADIRA)


Terima kasih, Ya Rabb. Engkau telah memberikan rahmat dan petunjuk-Mu padaku, bagaikan hujan yang lembut menyirami kehidupanku. Maaf jika dulu aku melawan dan meratapi ketidakadilan hidup. Begitu lama aku menggendong inner child dan luka masa lalu, terbawa hingga ke pelukan pernikahanku.


Namun, sungguh beruntungku memiliki suami yang sabar dan penuh cinta. Ia seperti oasis di tengah padang pasir, memberiku ketenangan dan kebahagiaan. Suamiku adalah sang pemimpin hatiku, juga seorang ayah yang hebat, menjadi panutan bagi anak-anak kami. Hafiz dan Hamzah, anak-anakku, telah menorehkan prestasi gemilang dalam dunia akademik; mereka meraih beasiswa dan mengikuti jejak sang ayah sebagai hafidz Qur'an.


Masyaa Allah. Tak ada kata yang mampu merangkum rasa syukur dan terima kasihku kepada-Mu, ya Rabb. Hatiku hanyut dalam lautan rasa syukur yang dalam. Semoga Engkau senantiasa melimpahkan kedamaian dalam hidup kami, bagaikan sungai yang mengalir tenteram.


Engkau adalah cahaya yang menerangi setiap langkah perjalanan hidup kami. Bagai mentari yang hangat, Engkau memberikan kehangatan dan kekuatan di setiap pagi yang baru. Engkau adalah payung yang melindungi kami dari badai kehidupan yang mengguncang.

__ADS_1


Engkau telah memberikan begitu banyak anugerah, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Seperti butiran hujan yang menyuburkan tanah, Engkau melimpahkan rejeki dan kemakmuran pada kami. Engkau adalah sumber inspirasi yang tiada habisnya, meniupkan angin segar pada impian dan aspirasi kami.


Ya Rabb, Engkau juga telah mengajarkan kami arti kesabaran dan ketabahan. Seperti pohon yang berakar kuat, kami belajar bertahan dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup. Engkau adalah penuntun yang bijaksana, membimbing kami menuju jalan yang lurus.


Dalam setiap sujud dan doa kami, Engkau adalah pendengar setia. Seperti bidadari yang mendoakan kebaikan bagi kami, Engkau menyinari jalan kami dengan keberkahan dan kasih sayang-Mu yang tiada terhingga. Kami berserah diri pada-Mu, mengharapkan petunjuk dan rahmat-Mu setiap saat.


Terima kasih, Ya Rabb, atas semua yang Engkau berikan kepada kami. Engkau adalah sumber kehidupan yang tak ternilai harganya. Semoga kami dapat terus bersyukur dan berbuat kebaikan sebagai ungkapan terima kasih kami pada-Mu. Ya Allah, Engkau Maha Pengasih dan Penyayang, terimalah rasa syukur dan terima kasih kami. Aamiin.


Ketika Nadira menutup buku hariannya, dia merasa hatinya penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan. Dia merenung sejenak, menyadari betapa berkat yang Allah berikan kepadanya begitu melimpah. Semua perjalanan hidupnya, dari kecil hingga sekarang, membentuk dirinya menjadi sosok yang kuat dan tabah.


Kini, Nadira merasa begitu bangga melihat kedua putra kesayangannya berkilauan dalam cahaya prestasi dan keberhasilan. Seperti bunga yang merekah di taman, mereka adalah buah dari kasih sayang dan perjuangan Nadira. Dalam hati yang penuh syukur, Nadira memandang masa depan dengan harapan yang membara, mengetahui bahwa anak-anaknya akan terus berkembang dan menorehkan prestasi lebih besar lagi.


Dengan pagi yang indah ini, Nadira bersiap-siap menyambut hari yang baru, berharap dapat terus menjadi ibu yang baik bagi putra-putrinya dan memainkan peran penting dalam kehidupan mereka. Dengan penuh semangat dan keyakinan, Nadira memulai harinya dengan doa dan niat yang tulus, serta siap menghadapi segala tantangan dan anugerah yang akan datang.

__ADS_1


...****...


__ADS_2