Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja
Kabar Baik dari London


__ADS_3

"Assalamualaikum, Abi! Bagaimana kabar Abi dan keluarga kita di sana?" sapa Ali melalui panggilan telepon.


"Waalaikumussalam, Ali! Alhamdulillah, semuanya baik di sini. Ada kabar apa dari London?" tanya Lutfi sambil memeriksa berkas-berkas penting di meja kerjanya.


"Abi, aku punya kabar gembira untuk Abi! Sarah, istriku, sedang mengandung!" ujar Ali dengan riang.


"Masya Allah! Alhamdulillah! Betul-betul kabar yang luar biasa! Abi sangat bahagia mendengarnya, Ali! Bagaimana keadaan Sarah? Apakah dia sehat?" tanya Lutfi yang seketika menghentikan kerjaannya.


"Alhamdulillah, Sarah dalam kondisi baik-baik saja. Dia mengalami sedikit mual-mual di trimester pertama, tapi sekarang semuanya mulai membaik. Kami sangat berterima kasih kepada Allah atas karunia ini," ujar Ali dengan penuh rasa syukur.


Trimester pertama merujuk pada periode tiga bulan pertama kehamilan manusia. Kehamilan manusia umumnya dibagi menjadi tiga trimester yang berbeda, masing-masing berlangsung selama sekitar 12 minggu.


Trimester pertama dimulai dari saat pembuahan, ketika ****** bertemu dengan sel telur dan pembuahan terjadi. Setelah itu, sel telur yang telah dibuahi akan melakukan perjalanan ke rahim dan menempel pada dinding rahim dalam proses yang disebut implantasi. Proses ini biasanya terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan.


Selama trimester pertama, organ dan sistem penting dalam perkembangan janin mulai terbentuk. Perkembangan embrio awalnya melibatkan pembentukan lapisan-lapisan sel yang akan berkembang menjadi berbagai bagian tubuh dan organ. Pada akhir trimester pertama, embrio telah berkembang menjadi janin yang memiliki struktur organ dasar.


Selama trimester pertama, ibu hamil mungkin mengalami gejala seperti mual dan muntah (morning sickness), kelelahan, perubahan mood, peningkatan sensitivitas terhadap bau, perubahan pada payudara, dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Penting bagi ibu hamil untuk menjaga pola makan yang sehat, mengonsumsi vitamin prenatal, menghindari zat beracun, dan mendapatkan perawatan prenatal yang tepat dari dokter kandungan.


Trimester pertama juga merupakan periode yang rentan terhadap masalah perkembangan dan komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, perawatan prenatal yang baik dan kunjungan rutin ke dokter kandungan sangat penting selama trimester pertama untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin.


"Tentu saja, kita harus selalu bersyukur atas segala yang diberikan Allah. Ini adalah berita yang benar-benar membahagiakan bagi keluarga kita. Lalu, sudahkah kalian tahu jenis kelamin bayi itu?" tanya Lutfi.


Ali menjawab dengan bijak. "Belum, Abi. Kami belum mengetahui jenis kelaminnya. Kami berencana untuk menjalani tes ultrasonografi dalam beberapa minggu ke depan. Tapi yang pasti, apa pun jenis kelaminnya, kami akan senang dengan karunia ini."


Tes ultrasonografi, yang juga dikenal sebagai tes USG atau tes pencitraan ultrasonik adalah prosedur medis non-invasif yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menciptakan gambaran visual dari struktur internal tubuh manusia. Tes ini dilakukan dengan menggunakan perangkat bernama ultrasonografi atau mesin USG.


Tujuan utama dari tes ultrasonografi adalah untuk membantu dalam diagnosis medis dan pemantauan kondisi kesehatan. Tes ini sering digunakan selama kehamilan untuk melihat perkembangan janin, memeriksa organ dalam rahim, dan mendeteksi kemungkinan komplikasi kehamilan. USG juga dapat digunakan untuk memeriksa organ-organ tubuh lainnya, seperti hati, ginjal, kandung kemih, dan organ reproduksi lainnya.


Selama tes ultrasonografi, seorang tenaga medis akan mengaplikasikan gel khusus ke area yang akan diperiksa, misalnya perut atau daerah lain yang relevan. Kemudian, mereka akan menggunakan alat ultrasonografi yang bergerak di atas kulit dengan lembut. Alat tersebut mengirimkan gelombang suara ke dalam tubuh, yang kemudian dipantulkan oleh organ-organ dan jaringan di dalamnya. Gelombang suara yang dipantulkan kemudian ditangkap oleh alat tersebut, diubah menjadi gambar, dan ditampilkan di layar.


Tes ultrasonografi biasanya aman dan tidak menyakitkan. Ini memberikan gambaran waktu nyata dari organ dan struktur tubuh yang sedang diperiksa. Dokter atau teknisi medis yang melakukan tes akan menganalisis gambar-gambar tersebut untuk membantu dalam diagnosis atau pemantauan kondisi kesehatan.

__ADS_1


Tes ultrasonografi memiliki berbagai kegunaan di bidang medis, termasuk dalam diagnosis penyakit, evaluasi perkembangan janin, pemandu selama prosedur invasif, pemantauan kondisi jantung dan pembuluh darah, dan banyak lagi.


"Betul sekali, Ali. Yang terpenting adalah kesehatan dan kebahagiaan Sarah dan bayi dalam kandungannya. Kapan perkiraan waktu persalinannya?" Lutfi kembali bertanya untuk memastikan menantu dan calon cucunya dari Ali, baik-baik saja.


"Menurut perkiraan dokter, persalinan diperkirakan akan terjadi sekitar akhir tahun ini. Kami masih menunggu dengan penuh harap dan doa."


"Semoga persalinan berjalan lancar dan Sarah diberikan kekuatan serta kesehatan yang baik. Aku benar-benar tak sabar menanti kelahiran cucuku. Jaga Sarah baik-baik ya, Ali. Tolong sampaikan salam abi kepadanya."


"Aku akan pastikan untuk memberikan salamnya, Abi. Terima kasih atas doa dan dukungannya. Kami merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang penuh cinta dan perhatian seperti kalian."


"Ini adalah ujian yang indah dari Allah, Ali. Jaga keluargamu dengan baik dan berikan kasih sayang yang tak terbatas kepada Sarah dan bayi dalam kandungannya. Semoga Allah selalu melindungi kalian."


"Aamiin, Abi. Terima kasih atas segala doa dan nasihat Abi. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aku akan memberikan kabar selanjutnya setelah ada perkembangan. Sudah dulu ya, Abi. Aku masih ada kerjaan, nih! Assalamu'alaikum, Abi!" ujar Ali menutup obrolan.


"Waalaikumussalam. Iya, Ali. Semoga Allah memberkahi kalian."


Tanpa menunggu kerjaannya selesai, Lutfi meninggalkan ruang kerjanya sekaligus berkas-berkas yang sedang diperiksa, belum dibereskan di meja. Lutfi bergegas ke rumahnya dan mengumpulkan semua anggota keluarga yang tinggal di pondok pesantren Al Fathonah. Yah, siapa lagi yang tinggal di sana selain Ammar dan keluarga kecilnya karena anak Lutfi hanya ada dua; Ali dan Ammar.


Lutfi dengan gembira mengumumkan bahwa Sarah, istri Ali, sedang mengandung dan mereka akan segera memiliki momongan. Semua orang di ruang tamu menjadi sangat bahagia mendengar berita tersebut. Sorak-sorai kegembiraan dan ucapan selamat mengalir dari semua anggota keluarga yang hadir.


Lutfi merasa terharu dan bersyukur karena cucunya akan segera bertambah. Ia merangkul Ali dan Sarah dengan penuh kasih sayang dari kejauhan, membayangkan seakan kedua anaknya itu sedang berdiri di hadapannya, sambil mengucapkan selamat kepada mereka. Semua orang di ruangan itu berkumpul dalam kehangatan dan kegembiraan, merayakan kebahagiaan keluarga mereka yang akan bertambah.


Rencananya, mereka akan memberi dukungan penuh kepada Ali dan Sarah selama kehamilan dan setelah kelahiran bayi mereka. Mereka sudah merencanakan untuk mengubah dan mempersiapkan pondok pesantren Al Fathonah agar menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk bayi yang akan datang.


Setelah berbagi kabar bahagia ini, Lutfi dan keluarga berbicara tentang rencana dan persiapan yang perlu dilakukan menjelang kelahiran bayi tersebut. Mereka saling bertukar ide dan berkomitmen untuk memberikan cinta, perhatian, dan dukungan penuh kepada Sarah, Ali, dan bayi yang akan datang.


Keseluruhan suasana di ruang tamu dipenuhi kehangatan dan kebersamaan. Mereka menyadari bahwa momen seperti ini adalah saat-saat yang berharga dalam kehidupan keluarga dan mereka bersama-sama merayakannya dengan penuh sukacita.


Namun, mereka pun bimbang, di karenakan Ali dan Sarah tinggal di London, bagaimana kalau misalkan Sarah melahirkan di sana? Kalau pun jawabannya, 'iya', artinya Lutfi sekeluarga akan terbang ke London untuk menjenguk Ali dan Sarah serta bayi yang akan lahir akhir tahun ini.


Lutfi mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video ke ponsel Ali. Selama telepon belum diangkat, mereka berdiskusi dengan serius.

__ADS_1


Lutfi mengernyitkan dahi. "Jadi, kalau Sarah melahirkan di London, bagaimana kita semua bisa menjenguk mereka? Apakah kita harus terbang ke sana?"


Tidak butuh waktu terlalu lama, Ali langsung mengangkat telepon tersebut, kebetulan Ali pun baru tiba di rumahnya. Saat ini ia sedang berada di ruang keluarga bersama istri tercintanya, Sarah. Ali mendengarkan obrolan antara abi dan adiknya, Ammar. Sedangkan mata Lutfi masih fokus pada Ammar dan anggota keluarga lainnya. Bola matanya bergerak ke kiri dan kanan, seakan sedang mengamati orang-orang di sekelilingnya. Lutfi berharap ada solusi terbaik untuk permasalahan mereka.


Ammar memikirkan hal tersebut. "Memangnya bagaimana dengan tanggung jawab dan kehadiran kita sebagai keluarga? Aku ingin ada di sana saat bayi baru lahir."


Lutfi mengangguk setuju. "Tentu saja, kita ingin memberikan dukungan dan kebersamaan kepada Ali, Sarah, dan bayi yang akan lahir. Tapi perjalanan ke London bukanlah hal yang mudah."


Ali ikut menanggapi obrolan tersebut, tapi sebelumnya Ali mengucapkan salam terlebih dulu dan salamnya telah dijawab oleh Lutfi serta lainnya, yang mendengar salam dari Ali.


"Benar, Abi. Aku khawatir dengan biaya dan kenyamanan perjalanan yang harus kalian hadapi. Apakah kalian benar-benar ingin terbang jauh hanya untuk menjenguk kami?" tanya Ali dengan ekspresi khawatir.


Sarah dengan lembut ikut menimpali, "Kami juga memahami tantangan yang akan dihadapi kalau kalian masih di London menjelang persalinan. Namun, jika kalian ingin datang, maka kami akan sangat senang dengan kehadiran kalian."


Lutfi bertanya kepada semua orang. "Apa pendapat kalian? Bagaimana jika kita membuat rencana yang teratur dan mencari solusi yang terbaik bagi kita semua?"


Ammar memikirkan dengan serius. "Mungkin kita bisa mencari opsi tiket pesawat yang lebih terjangkau atau mencari akomodasi yang lebih ekonomis di sana. Juga, mungkin kita bisa mengatur jadwal perjalanan yang sesuai dengan waktu istirahat dan kesempatan yang baik untuk semua."


Lutfi tersenyum. "Aku setuju. Kita bisa berkoordinasi dengan baik, mencari opsi terbaik, dan mengatur waktu dengan baik. Yang terpenting, kita akan tetap bersama sebagai keluarga di momen yang spesial ini."


Ali tersenyum dan berterima kasih. "Terima kasih, Abi. Terima kasih, semuanya. Aku tahu ini bukan keputusan yang mudah, tapi dengan kehadiran kalian di samping kami, semuanya akan menjadi lebih indah."


Sarah menggenggam tangan Ali. "Aku merasa sangat beruntung memiliki keluarga seperti kalian. Meskipun jarak memisahkan kita, tetapi cinta dan dukungan tidak terbatas oleh jarak."


Lutfi berseri-seri. "Kita adalah keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang. Kami akan menemukan cara untuk bersama-sama merayakan kelahiran bayi ini, entah di London atau di tempat lain."


Lutfi masih merasa berharap bahwa Sarah bisa pulang sebelum persalinan tiba, sehingga mereka bisa menjalani proses kelahiran bayi di Indonesia. Ia berharap agar Sarah dapat berada di dekat keluarga dan teman-teman terdekatnya selama momen penting ini. Namun, Lutfi sadar bahwa keputusan tersebut tidak hanya tentang keinginannya semata, melainkan juga tentang kebutuhan Ali dan tanggung jawabnya di perusahaan di London.


Lutfi menyadari bahwa Ali memiliki tanggung jawab yang besar di perusahaan tempatnya bekerja. Kehadiran Ali di London sangat penting untuk karier dan masa depannya. Lutfi tidak ingin egois dan memaksa Ali untuk kembali ke Indonesia, meninggalkan kesempatan berharga yang ada di London.


Dalam hati Lutfi, ada kebimbangan yang menghantuinya. Ia merasa sedih karena mungkin tidak dapat hadir pada momen kelahiran cucu kelimanya dengan langsung di samping Ali dan Sarah. Ia juga mengerti bahwa pentingnya memahami dan menghargai keputusan yang telah diambil oleh Ali.

__ADS_1


...****...


__ADS_2