Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja
Kebebasan Jerry


__ADS_3

Setelah beberapa tahun menjalani hukuman, Jerry merasa sangat menyesal atas perbuatannya yang telah melukai hati Nadira. Setiap hari, dia merenungkan kesalahannya dan berusaha keras untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.



Dalam perjalanan pencariannya untuk memperbaiki masa lalunya, Jerry menyadari betapa pentingnya meminta maaf secara langsung kepada Nadira. Dengan hati yang penuh penyesalan dan tekad yang kuat, Jerry mengumpulkan keberanian untuk menghadapinya.



Jerry menghubungi Nadira melalui telepon dan meminta kesempatan untuk bertemu dengannya. Nadira awalnya ragu dan skeptis, tapi setelah berpikir lama, dia memberikan kesempatan pada Jerry untuk membuktikan perubahannya.



Mereka berdua akhirnya bertemu di sebuah kafe yang menjadi saksi perjalanan panjang Jerry. Dengan tatapan penuh penyesalan, Jerry meminta maaf dengan tulus atas segala kesalahan dan rasa sakit yang pernah dia timbulkan pada Nadira. Dia menjelaskan bagaimana hukuman yang dijalani membuka mata dan hatinya, membuatnya menyadari betapa pentingnya nilai-nilai seperti pengampunan dan kerendahan hati.



"Nadira, aku ingin memulai dengan mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Aku benar-benar menyesali segala perbuatanku yang telah banyak menorehkan luka dalam hidupmu dan mencelakakan Hafiz, anakmu. Aku tidak bisa membayangkan seberapa besar rasa sakit yang kamu rasakan karena ulahku," ujar Jerry dengan nada suara bergetar. Dia takut Nadira tidak akan pernah memaafkannya.



Nadira menatap Jerry dengan serius. Lalu, menundukkan pandangannya.



"Jerry, kata-kata maafmu tidak akan langsung menghapus semua yang telah terjadi. Anakku telah menderita akibat tindakanmu dan aku masih merasakan luka yang dalam akibatnya. Namun, aku akan mendengarkan apa yang ingin kamu sampaikan."



"Aku mengerti, Nadira. Aku tahu bahwa kata-kataku tidak cukup untuk mengubah masa lalu. Namun, aku ingin kamu tahu bahwa aku telah menghabiskan waktu di penjara selama bertahun-tahun dalam menerima hukuman karena kesalahanku. Aku merenungkan setiap detik kesalahan yang telah kuperbuat. Hal itu telah membuka mata dan membuatku menyadari betapa buruknya perbuatanku."



"Apa yang membuatmu berubah, Jerry? Mengapa baru sekarang kamu merasa menyesal?"



"Hafiz, anakmu adalah titik balik dalam hidupku. Melihat dampak yang aku timbulkan padanya, pada masa depannya, dan pada kalian sebagai keluarga, menghancurkan hatiku. Aku tidak bisa terus hidup dalam ketidakpedulian dan kesombonganku lagi. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya karena aku ingin memperbaiki diriku, tetapi juga karena aku ingin mengubah hidup anak-anak lain yang mungkin bisa kuterjangkiti dengan kesalahanku."



Nadira menatap Jerry kembali dengan hati-hati.

__ADS_1



"Apa yang membuatmu yakin kali ini berbeda, Jerry? Bagaimana aku bisa percaya padamu?"



"Aku memahami keraguanmu, Nadira. Kata-kataku mungkin tak berarti banyak saat ini. Namun, aku tidak hanya berbicara, tapi juga bertindak. Aku telah menjalani program rehabilitasi dan mengikuti terapi untuk mengatasi sifatku yang agresif. Aku berusaha keras untuk mengendalikan amarahku dan memahami konsekuensi tindakanku. Aku ingin menjadi contoh yang baik, bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk anak-anak yang mungkin terpengaruh oleh pilihanku di masa lalu."



Setelah sesaat berpikir, Nadira berkata, "Jerry, aku tidak bisa mengatakan bahwa semuanya akan langsung kembali seperti sediakala. Hafiz masih harus melewati kesulitan dan trauma yang kau akibatkan. Namun, aku melihat usahamu yang nyata dalam berubah. Jika kau sungguh-sungguh ingin memperbaiki dirimu dan membantu anak-anak lain, maka mungkin ada harapan untuk masa depan kita."



Meskipun Nadira masih terluka, melihat perubahan yang nyata dalam sikap Jerry. Dia bisa merasakan ketulusan dan penyesalan yang dalam di balik kata-kata serta sikap Jerry. Meskipun belum sepenuhnya memaafkannya, Nadira merasa tergerak oleh usaha dan transformasi yang dilakukan Jerry.



"Terima kasih, Nadira. Aku tidak akan pernah bisa menghapus kesalahan masa lalu, tetapi aku berjanji untuk terus berusaha. Tolong sampaikan permintaan maafku juga kepada Hafiz dan seluruh keluargamu."



Perjalanan panjang menuju pemulihan hubungan mereka belum berakhir, tetapi setidaknya Jerry telah memulai langkah pertama, itu yang paling penting. Dia berjanji untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan membuktikan perubahannya melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.




Kisah Jerry dan Nadira menjadi pelajaran tentang pentingnya menghadapi kesalahan, menerima tanggung jawab, dan berusaha untuk memperbaiki diri. Meskipun masa lalu tidak dapat diubah, mereka percaya bahwa keputusan Jerry untuk meminta maaf dan berubah adalah langkah awal dalam membangun masa depan yang lebih baik.



Namun, untuk hubungan yang akan terjalin kali ini bukan sebagai pasangan, tetapi sebagai teman bahkan keluarga. Jerry menyadari posisi Nadira saat ini sudah menjadi seorang istri dan Nadira sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang istri. Apalagi dia sudah bahagia karena telah di karuniai dua orang putra yang membuatnya bangga.



"Nadira, saat ini aku menyadari bahwa posisimu telah berubah. Kamu telah menjadi seorang istri yang menjaga kehormatan dan memiliki keluarga yang bahagia. Aku sangat menghormati keputusanmu untuk melanjutkan hidupmu dan menciptakan kebahagiaan bersama suamimu."



"Terima kasih, Jerry. Memang benar, hidupku telah berubah. Aku telah menemukan kedamaian dan kebahagiaan bersama suamiku. Kami telah diberkahi dengan dua orang putra yang membuatku bangga setiap harinya."

__ADS_1



"Aku senang mendengarnya, Nadira. Kehadiran mereka dalam hidupmu adalah anugerah yang luar biasa. Aku berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bahagia.



"Aku mengerti bahwa masa lalu tidak bisa diubah, Jerry. Sekarang, fokusku adalah membangun keluarga yang harmonis dan memberikan yang terbaik bagi anak-anakku. Aku percaya bahwa kebahagiaanku sekarang berada di sini."



"Aku menghormati dan mengerti keputusanmu sepenuhnya, Nadira. Aku tidak akan pernah mencoba merusak kehidupanmu yang sekarang. Hanya ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar menyesali perbuatanku dan berharap bisa berkontribusi pada kehidupan anak-anakmu dengan cara yang positif, jika diperbolehkan. Ini semua untuk menebus kesalahan-kesalahanku di masa lalu."



"Aku menghargai penyesalanmu, Jerry, dan aku juga percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah. Namun, sebagai ibu dan istri, tanggung jawabku adalah melindungi dan memberikan yang terbaik bagi keluargaku. Aku berharap kamu memahami hal itu."



"Aku tidak akan mencoba memaksakan apa pun atau mengganggu kehidupanmu. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik."



"Terima kasih atas pengertiannya, Jerry. Aku menghargai upayamu untuk berubah. Mari kita fokus pada masa depan dan memastikan kebahagiaan masing-masing. Semoga ke depannya kita bisa menjaga hubungan ini dengan baik sebagai teman, bahkan keluarga."



"Saya setuju, Nadira. Ke depannya, mari kita saling mendukung sebagai saudara. Aku berharap semoga kita semua bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam perjalanan hidup kita masing-masing."



Ternyata, saat Nadira pergi menemui Jerry, Ammar menyusul Nadira. Sebelumnya, Nadira pamit dengan Ammar untuk ke toko buku. Namun, Ammar curiga kenapa Nadira bersikap tidak seperti biasanya yang merengek untuk ditemani. Padahal, Nadira tidak pernah langsung bisa menerima jawaban penolakan dari Ammar. Nadira selalu meminta Ammar meninggalkan aktivitasnya sesaat kalau ingin ke toko buku atau ke tempat-tempat lain yang ingin dikunjungi, bahkan kalau orang tua dan kakaknya tidak menghubunginya saja, Nadira selalu mengambek.



Di suatu jalan, Ammar sibuk dengan perkelahian di pikirannya. Dia mencoba berpikiran positif, tetapi perasaannya tidak enak.



"Astaghfirullahal 'adziim. Kenapa aku berpikir seperti ini? Mungkin saja Nadira sudah dewasa dalam hal ini. Tidak lagi menuntut waktu, harus bisa membersamainya," ujar Ammar, mencoba menghilangkan pikiran negatifnya.


__ADS_1


Ammar terus berjalan, hingga sampai di tempat Nadira dan Jerry bertemu.


...****...


__ADS_2