Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja
Jodoh Tak Terduga


__ADS_3

Di balik tirai waktu yang panjang, sinar harapan akhirnya menerobos dalam tarian gembira. Seperti bunga yang merekah setelah hujan, hari yang ditunggu-tunggu datang bersama pelangi pernikahan Ali dan Sarah. Seperti dua burung yang bersama-sama menerjang angin, mereka terbang tinggi dalam cinta yang membara.


Di hadapan matahari yang tersenyum, cinta mereka berkembang layaknya bunga mawar yang mekar indah. Seperti ombak yang berkejaran di pantai, mereka melangkah bersama dalam irama yang sama. Seperti dua bintang yang bersinar di malam gelap, mereka menyatukan takdir mereka dengan janji-janji suci.


"Ananda Muhammad Ali Baraqbah bin Muhammad Lutfi Baraqbah," ujar Erhan yang berjabatan tangan dengan Ali.


"Ya, saya," jawab Ali tegas sambil berjabatan tangan dengan calon ayah mertuanya.


Erhan melanjutkan kalimatnya, "Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Sarah Gulizar Jorawar dengan mas kawin berupa emas 10 gram dan rumah senilai 1 milyar, dibayar tunai!" ujar Erhan yang berjabatan tangan dengan Ali.


"Saya terima nikah dan kawinnya Sarah Gulizar Jorawar binti Erhan Hakeem Muzaffer dengan mas kawin tersebut. Dibayar tunai!" ujar Ali dengan satu helaan napas.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu.


"Sah!" ujar para saksi, serentak.


"Alhamdulillahi Rabbil 'alaamiin .... Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."


Semua hadirin mendoakan keberkahan pernikahan Ali dan Sarah.


Sebagai benih yang tertanam dalam tanah subur, mereka berdua menyemai cinta dan harapan di setiap sudut hati mereka. Seperti pelangi yang mempercantik langit, pernikahan mereka menyinari dunia dengan warna-warni kebahagiaan.


Dalam kebersamaan mereka, Ali dan Sarah menjadi dua pilar yang saling menguatkan. Seperti rumah yang kokoh di tengah badai, mereka membentuk pondasi yang tak tergoyahkan. Seperti dua hati yang menyatu dalam harmoni, mereka mengalun dalam melodi kasih sayang.


Pernikahan mereka bagai taman yang indah, dipenuhi dengan bunga-bunga bahagia yang bermekaran. Seperti kisah dongeng yang berakhir dengan "hidup bahagia selamanya," Ali dan Sarah melangkah bersama menuju masa depan yang penuh keceriaan.


Hari ini, dunia merayakan pertemuan dua jiwa yang terikat dalam ikatan suci. Seperti pesta yang meriah, kebahagiaan merayap dalam setiap senyum dan tawa. Ali dan Sarah mengucapkan janji abadi, membawa harapan dan impian mereka bersama dalam perjalanan mereka yang tak terlupakan.


Mereka adalah matahari yang bersinar terang, menerangi jalan satu sama lain di setiap petualangan. Pernikahan mereka adalah cerita yang ditulis di langit, ditandai oleh bintang-bintang cinta yang berkelap-kelip. Dalam hadirat cinta, Ali dan Sarah mengarungi samudera kehidupan dengan penuh kepercayaan dan keyakinan.

__ADS_1


Pernikahan Ali dan Sarah adalah titik akhir dari sebuah perjalanan yang panjang, dan pada saat yang sama, titik awal dari babak baru yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan keberkahan. Mereka adalah dua pahlawan yang menemukan rumah satu sama lain.


Setelah acara prosesi ijab kabul, suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan mengisi ruangan. Semua orang berkumpul dan menikmati makanan yang telah dihidangkan dengan penuh selera. Meja-meja dipenuhi dengan hidangan lezat yang menggugah selera, dari hidangan utama hingga makanan penutup yang menggoda.


Para tamu dengan senang hati menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Ada aroma rempah-rempah yang menggoda, mengisi ruangan dengan keharuman yang mengundang selera. Mereka berbincang-bincang, tertawa, dan menikmati kelezatan makanan yang terhidang di depan mereka.


Ada sajian makanan tradisional yang melambangkan kekayaan budaya dan keberagaman. Rendang yang gurih, nasi kebuli yang harum, dan sate yang terasa lezat di lidah. Semua tamu menikmati variasi makanan yang beragam, menjelajahi cita rasa yang berbeda dan menikmati perpaduan sempurna dari berbagai masakan.


Tidak hanya itu, hidangan penutup manis juga tersedia untuk memanjakan lidah para tamu. Kue-kue indah dengan dekorasi yang memukau dan aroma yang menggoda, serta pilihan es krim yang segar dan lezat. Mereka menikmati setiap suap, tersenyum saat melelehnya manisnya cokelat atau kelezatan buah-buahan segar.


Di antara percakapan gembira dan tawa yang mengalun, semua orang menikmati makanan dengan penuh sukacita. Hidangan yang lezat dan kenikmatan yang dirasakan menjadi simbol kebersamaan dan persatuan dalam perayaan pernikahan Ali dan Sarah.


Makanan menjadi jembatan yang menghubungkan semua tamu, menciptakan atmosfer keakraban dan kegembiraan. Sambil menikmati setiap suapan, mereka berbagi cerita, tertawa bersama, dan menghargai momen berharga ini.


Pada saat itu, suasana penuh sukacita dan kehangatan melingkupi perayaan pernikahan. Setiap hidangan yang disantap membawa kenangan manis dan keceriaan dalam ingatan semua orang yang hadir. Nikmatnya makanan hanya menjadi pelengkap dari kebahagiaan yang terpancar dari wajah Ali dan Sarah yang kini resmi menjadi suami istri.


Semua orang merasa diberkati oleh momen ini, dan mereka melanjutkan untuk menikmati makanan sambil merayakan kebahagiaan Ali dan Sarah dalam pernikahan mereka yang baru saja dimulai.


Malam harinya, di suatu ruangan, semua orang berkumpul, Nadira dan Sarah berbincang.


"Aku enggak pernah menyangka loh, kalau kita akan menjadi saudara seperti ini," ujar Nadira sambil mengingat bagaimana pertemuannya dengan Sarah dalam acara peluncuran buku perdananya yang berjudul 'Takdir-Mu yang Terbaik'.


"Itulah takdir. Kita tidak pernah tahu ke mana Allah akan membawa kita pada takdir yang telah ditetapkan-Nya. Kalau pun dulu aku sudah mengenal Ali, belum tentu juga kami akan ditakdirkan bersama. Yah, jodoh memang datang tak pernah diduga," ujar Sarah sambil tersenyum.


Lalu, Nadira dan Sarah membicarakan tentang buku Nadira yang sedang digarap.


"Jadi, Mbak Sarah, aku sedang menggarap buku baruku yang berjudul 'Cinta dalam Cerita'. Aku ingin mengeksplorasi berbagai kisah cinta dari perspektif yang berbeda-beda. Aku ingin menunjukkan bahwa cinta itu tidak hanya tentang romansa klise, tetapi juga tentang persahabatan, pengorbanan, dan perjalanan hidup yang menggetarkan hati," ujar Nadira dengan semangat menggelora.


"Wah, itu terdengar menarik sekali, Nadira! Aku selalu mengagumi imajinasimu dalam menulis. Apa yang membuatmu terinspirasi untuk membuat buku dengan konsep seperti itu?" seru Sarah yang sangat antusias mendengarkan cerita Nadira.

__ADS_1


"Terima kasih, Mbak Sarah! Inspirasi sebenarnya datang dari pengalaman hidup dan cerita-cerita nyata orang di sekitarku. Aku percaya bahwa di balik setiap individu, ada kisah cinta yang berharga dan menginspirasi. Aku ingin membuka mata pembaca terhadap berbagai bentuk cinta yang ada di dunia ini."


"Itu sangat luar biasa! Seringkali kita terjebak dalam pandangan yang sempit tentang cinta. Aku yakin bukumu akan membantu orang untuk melihat sisi-sisi lain dari cinta yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya."


"Iya, aku berharap begitu. Aku ingin membawa perubahan positif dalam cara orang melihat dan merasakan cinta. Dan tentu saja, aku tidak sabar untuk berbagi kisah-kisah luar biasa ini dengan pembaca."


"Aku yakin bukumu akan menjadi sukses besar, Nadira. Karya-karyamu selalu memikat hati orang-orang. Aku bangga menjadi saudaramu dan melihatmu tumbuh sebagai seorang penulis yang hebat."


"Terima kasih, Mbak Sarah. Aku sangat menghargai dukunganmu. Kita berdua memiliki impian dan passion masing-masing, dan aku senang kita dapat saling mendukung dalam perjalanan hidup ini."


Mereka melanjutkan percakapan mereka tentang buku Nadira dan ide-ide lain yang melintas di benak mereka. Di malam yang hangat itu, kedekatan dan keakraban antara Nadira dan Sarah semakin terjalin, menandai awal dari hubungan saudara yang indah dan penuh kasih.


Tidak lama kemudian Ammar dan Ali menghampiri mereka. Ammar, suami Nadira, menanyakan apa yang sedang istri dan kakak iparnya perbincangkan, karena tampaknya asyik banget. Ali pun ikut penasaran sambil memandang wajah cantik istrinya, Sarah.


"Hei, apa yang sedang kalian perbincangkan? Terlihat sangat asyik dan menarik. Aku penasaran!" ujar Ammar, merangkul istrinya.


"Kami sedang membicarakan buku baru yang akan aku garap, berjudul 'Cinta dalam Cerita'. Aku ingin mengeksplorasi berbagai kisah cinta yang unik dan menginspirasi. Mbak Sarah memberikan dukungan dan masukan yang luar biasa," jawab Nadira dengan senyum mengembang.


"Ya, ini adalah proyek yang sangat menarik dan Nadira memiliki konsep yang brilian. Aku sangat bangga padanya!" ujar Sarah, menambahkan.


Ali sambil tersenyum menimpali, "Itu sangat menarik! Nadira, kamu selalu memiliki imajinasi yang mengagumkan. Aku yakin bukumu akan sukses besar."


"Terima kasih, Kak Ali. Aku senang mendapatkan dukunganmu juga. Aku berharap buku ini dapat menginspirasi banyak orang tentang cinta yang sejati," ujar Nadira penuh harap.


Ammar tersenyum. "Aku sangat senang melihat kalian berdua saling mendukung. Nadira, kamu memiliki bakat luar biasa dalam menulis, dan Mbak Sarah, kamu selalu memberikan motivasi dan dukungan yang tak ternilai. Kalian adalah tim yang luar biasa!"


"Terima kasih, Ammar. Kita semua saling mendukung dan berbagi impian kita satu sama lain. Ini adalah kebahagiaan besar untuk menjadi bagian dari keluarga ini," ujar Sarah. Tutur katanya sungguh bijak. Wajar saja kalau dia sering menjadi pewara di berbagai acara tertentu bahkan pernah sempat mengisi acara motivasi untuk orang-orang yang hampir menyerah karena tidak percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki.


"Aku setuju, Ammar. Kita memiliki ikatan keluarga yang kuat dan saling mendukung dalam meraih impian dan tujuan kita. Ini adalah momen yang berharga," ujar Ali, terharu.

__ADS_1


Mereka semua tersenyum satu sama lain, merasakan kebahagiaan dan kehangatan dalam kebersamaan yang tercipta. Percakapan mereka berlanjut, sambil saling bertukar ide dan membagikan kegembiraan mereka. Di malam yang penuh cinta dan kebersamaan ini, mereka merayakan hubungan keluarga mereka yang kuat dan tak ternilai harganya.


...****...


__ADS_2