Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Masuk AVATAR


__ADS_3

setelah kehebohan yang dibuat Ami dan Candra, tak berselang lama Guru pun masuk ke kelas, dan pelajaran dimulai. tidak ada yang sepesial dipagi itu hingga jam istirahat makan siang pun tiba.



"Ami, kumpulkan semua PR teman temanmu dan keruangan bapak ya .!" kata Pak Edi guru Matematika



"Baik Pak.!" kata Ami berdiri dan memimpin memberi salam



guru itu pun keluar, meninggalkan kelas dengan sigap Ami berkeliling kelas menagih buku PR teman temannya.



"PR.!" kata Ami ketus pada Anza dan Lia



"Ami, .!" Tahan Lia memegang tangan Ami



Ami hanya diam, menatap tajam tangan nya yabg disentuh Lia, Lia pun dengan cepat melepas gengeman nya.



"bisa kita bicara?" kata Lia gugup saat mata Ami menatap tajam dirinya



"nanti datang ke bescame.!" kata Ami berlalu keluar kelas dengan membawa setumpuk buku



setelah sampai keruangan pak Edi ,Ami mengetuk pintu dan masuk setelah dipersilakan. Ada beberapa kegiatan yang akan di lakukan 2 minggu lagi yaitu Acara Kemah bersama satu angkatan. dan Ami ditunjuk sebagai pimpinan untuk mencari tempat dan membagi kelompok. Ami pun mengangguk mengerti dan berlalu meninggalkan ruangan itu.



Ami pun langsung meluncur ke Bascame, disana semua sudah menunggu,



"Geo " kata Ami memberi isyarat


dengan cepat Geo menarik sebuah kursi, dan diletakkan ditengah tengah ruangan Lia pun duduk dihadapan Ami.


"Apa yang kau inginkan ?" kata Ami menyilangkan kaki nya


__ADS_1


"Aku minta maaf.!" kata Lia menunduk



kalimat Lia membuat Ami sedikit terkejut,


"Untuk apa ?" kata Ami melipat tangannya di dadanya.



"untuk kesalahanku, membuatmu marah dan mengacuhkan Anza !" kata Lia masih menunduk



"Kenapa kau mengatakan itu padaku.!" kata Ami mengangkat Alisnya



"karena aku menyesal, dan aku ingin bergabung dengan AVATAR.!" kata nya lirih nyaris tak terdengar



"haha, !" tawa Ami terdengar hambar


"kau ini, baiklah baiklah kau akan masuk ke AVATAR, !" kata Ami menatap tajam gadis keras kepala itu




"ya ,Aku tak pernah berbohong. "kata Ami tersenyum Devil



"terimakasih !" kata Lia tersirat di matanya dia sangat bahagia



"tapi kau tau kan, didunia ini tak ada yang gratis, apa yang bisa kau berikan untukku dan teman temanku sebagai imbalan?" kata Ami memajakan tubuhnya.



"kau ingin apa ,aku pasti kabulkan.!" kata Lia Mantap



"baiklah, kau bisa masuk AVATAR, tapi jangan dekat dekat denganku, dan barang barangku.!" kata Ami beranjak dari kursinya pergi meninggalkan Bascame, diikuti Candra, Geo, Alfi, Vebri ,Eka, Anza dan Nastiti dan terakhir Lia yang mengekor dibelakang merka.



Ami tampak jengkel dengan sikap keras kepala Lia, tak punya malu sekali dia, gumang Ami kesal.

__ADS_1



keesokan harinya, Ami masuk ke Basceme dia melihat Lia duduk dikursi kebanggaannya. dengan mata yang membelalak Ami mengambil ponselnya dan menelfon mang Ujang



"mang, tolong ke bescame sekarang.!" suaranya nampak kesal terdengar jelas, membuat semua orang yang ada di ruangan menatapnya



10 menit kemudian mang ujang datang,


"iya non Ami.?" kata Pria yang usia nya kira kira 30th



"Ambilakn aku kuris, yang ada dirumah warna biru gliter diruangan belajarku, letakkan di dekat jendela.!" kata Ami menatap tempat itu



"punten non, memang kursi non kenapa, bukannya baru 1 minggu diganti.!" kata mang ujang menunjuk kursi yang diduduki Lia berwarna coklat kayu itu



"Ami nggak suka , pokoknya diganti.!" kata Ami menjinjing tas nya dan pergi



"Dia kenapa?" kata Lia polos



"dia nggak suka ,barang nya di pakek tanpa ijin dari dia, apalagi barang pribadi seperti kursi, baju tempat tidur , bahkan piring . dan kamu duduk dikursi peninggalan utinya !" kata Geo ikut pergi meninggalkan Lia yang terkejut atas ucapan Geo barusan.



"mati Aku !" gumang Lia dalam hati menyalahkan kecerobohannya.








__ADS_1


__ADS_2