Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Maaf 2


__ADS_3

Tak lama kemudian, Eza keluar dengan mata yang memerah, dia sudah melepas semua pakaian seteril yang tadi ia kenakan.


"Ada apa.?" Tanya Edo panik


"Aku tidak tahan melihatnya sepertiini.!" Kata Eza menangis dipelukan kakak nya


"Sudah, ayo kita menemui Anton ,dia menyuruh kita menyiaPkan beberapa berkas." Kata Edo sambil menepuk pungung adiknya


"Kau tidak masuk,? Tapi jika kita pergi siapa yang menjaga Ami.?" Tanya Eza bertubi tubi


"Dia butuh istirahat, kita temui Anton, lalu kita akan menjaga nya bersama." Kata Edo menarik Eza berjalan menjauhi Geo dan Candra


Sepergian Edo dan Eza, Candra pun bergegas keruangan seteril dan mengunakan alat pelindung diri untuk menemui Ami.


Candra

__ADS_1


*Aku memasuki ruangan itu, terdapat nama NN Amiria A A disana, aku mengeser pintu itu ,sungguh ruangan penuh dengan aroma lavender ,aroma faforit Ami, tidak ada aroma obat sama sekali diruangan itu.


Dadaku semakin berdetak tak karuan, berharap bukan Ami gadisku yang dirawat disana, tapi mataku tak bisa menghianati perasaan dan otakku, aku melihat Ami terbaring disana ,tubuhnya benar benar kurus, dipenuhi alat bantu hidup, dari infus, selang oksigen, pendeteksi irama jantung ,semua menempel ditubuh kecilnya.


Aku mendekati kasur itu, air mataku tak kuasa terbendung lagi ,


Deg deg .. deg deg ...


Jantungku makin tak bisa terkontrol, saat aku semakin dekat dengan seseorang yang sangatku kenal, yang sangat kusanyangi, yang sanag sangat kurindukan , wajahnya pucat ,bibirnya kering dan kantung mata nya sangat hitam ,menandakan ia sering menangis dan kurang tidur kepalanya tertutup kain bercorak bunga bunga kecil warna kuning.


Kuraih tangan kecilnya, sangat dingin ,sangat ringan ,kucium tangan itu dan kutempelkan di keningku, aku menangis sejadi jadinya menyadari jika aku sudah menghancurkan hati yang telah rubuh ,


Normal


Ami merasa, ada yang menangis disamping nya, seorang laki laki menundukkan kepalanya sambil sesengukan. Dengan lemah ,Ami mencoba mengusap kepala pemuda itu

__ADS_1


Betapa terkejutnya dia ,setelah melihat yang menangis itu adalah Candra, Candra yang merasa ada sebuah tangan mengusap kepalanya pun mengangkat kepalanya, ia terkejut juga karena Ami telah sadar


"Maafkan aku." Kata Candra lirih


Ami pun hanya tersenyum kecil dan mengangguk pelan.


"Aku sungguh minta maaf.!" Kata Candra lagi menangis .


"Jangan pergi Mi ." Kata Candra


Tanpa disadari Edo dan Eza sudah kembali dari ruangan dr.Anton, Eza yang melihat Candra didalam ruangan Ami pun terpancing Amarah nya, ia ingin sekali menghajar Candra karena telah lancang masuk keruangan inap sang adik setelah melukai perasaan adiknya.


Namun saat ia ingin membuka pintu, tangannya langsung ditahana oleh Edo


"Lihat adimnu tersenyum dengan kehadiran Candra, jangan buat dia menangis.!" Kata Edo melihat Ami yang tersenyum dan sadar dari koma nya setelah melalui masa keritis ,ia masih bisa tersadar

__ADS_1


Eza pun ikut melihat arah pandang Edo, dan ia pun duduk setelah melihat senyman sang adik ,


Edo, Eza dan Geo pun memutuskan memberi ruang untuk Ami dan Candra sebelum Ami pergi ke Jepang, mereka membicarakan tentang acara pesta ulang tahun Ami besok, dan acara nya pun sudah 99% siap, dari panggung, kue ,cetring ,pengisi acara semua sudah siap, dan rencana nya Ami akan ke Jepang besok tepat jam 10 pagi .


__ADS_2