
"Bagus Ami, kurasa obat yang dikirim eyang mu sangat manjur, kaki mu mulai membaik, kurasa lusa kaku sudah bisa berjalan tanpa tongkat.!" Kata dokter Anton
"Ah, senangnya.!" Jawab Ami singkat tanpa expresi
"Minum obatmu secara rutin, dan terus minum susu penguat tulang ya, jangan berlari dulu sebelum kau benar benar sembuh.!" Kata dokter lagi sambil berdiri dari jongkoknya
"Aku tak akan kembali Dok, aku tak akan kembali menjadi atlet.!" Jawab Ami menatap sang Dokter rawatnya
"Jangan putus asa, kau masih bisa berlari Ami, isilah semangatmu seperti biasa.!" Kata dokter memberi semangat
"Tidak, aku sudah melepaskannya, aku akan menjadi seniman atau pemusik, bukankan itu menarik.?" Kata Ami tersenyum dan turun dari bet(tempat tidur pemeriksaan)
"Ya , ini hidupmu, lakukan apa kemauanmu, tapi ingat jauhi Narkoba.!" Kata Dokter itu menatap Ami lekat
"Ahahaha, tentu Eyang akan membunuhku jika aku melakukan itu.!" Kata Ami tertawa
"Tapi Ami, kau kenapa hariini, semangatmu berkurang.!" Kata sang Dokter
"Emm, sebenarnya aku bingung.!" Kata Ami menyanga kepalanya dengan tangan
__ADS_1
"Ceritakan, apa masalahmu.!" Kata dokter itu menyimak Ami
"Dokter, aku bingung dengan hatiku, kadang dia tak mau mendengarkanku" menghelakan nafas panjang "dia selalu saja melompat saat si ayam itu menyentuhku, memberiku perhatian dan merawatku, dan semua itu sangan menyenangkan, sungguh aku menikmatinya.!" Tersenyum sambil menutup matanya tiba tiba matanya terbuka"tapi hari ini ,hatiku seperti tersayat saat si ayam menatap orang lain Dok, Ayam itu menatap seseorang dengan tatapan terpesona," kata Ami meletakkan jidatnya di meja dokter itu sambil mendengus kesal "jadi Dok, berikan aku suntikan atau obat agar hati dan jantungku ini kembali seperti biasa.!" Keluh Ami membuang muka nya kesal
"Ami, kurasa kau mengalami masalah berat,.!" Kata dokter Anton paham apa yang sedang menganggu pikiran dan perasaan gadis yang sedang mencari jati dirinyaitu.
"Benarkah, lalau apa yang terjadi." Ami mulai panik
"Huff, tak ada harapan Ami.!" Kata Dokter Anton mengusap wajahnya kasar seakan anak frustasi
"Be bbenarkah, a aapa aku akan Mati.?" Kata Ami bengong dengan expresi datar
"Apa yang harus ku lakukan, apa aku perlu cangkok jantung atau yang lainnya.!" Kata Ami memegangi kepalanya
"Kau harus bilang pada si Ayam itu, jika kau mencintainya, bilang padanya jika kau nyaman berada disamping nya, dan bilang padanya bahwa kau cemburu jika dia mendekati atau sekedar menatap wanita lain.!" Kata Dokter Anton tertawa puas melihat reaksi Ami yang mendengarkan serius apa ucapan sang dokter muda.
"Apa ini, a aa aku tidak jatuh cinta.!" Kata Ami malu pipinya merona setelah ada yang tau tentang perasaan nya
"Sudahlah, aku paham tentang penyakitmu ini, tapi Ami siapa si Ayam ini.?" Kata sang dokter bersandar pada kursi kerjanya dan melipat tangannya
__ADS_1
"Bukan siapa siapa.!" Kata Ami memainkan mulutnya kesal
"Tunggu, kau bilang yang selalu merawatmu, apa dia Edo.?" Kata Dokter itu kembali serius
"Kau gila, yabai.!" Kata Ami melotot "dia kakak kandungku, kebangaanku, kesayanganku mana mungkin aku seperti gadis murahan, menyukai saudaranya, cih.!" Kata Ami mengeprak meja
"Aa, aku tau apa itu Aku.?" Kata sang dokter sok genteng mengusap rambutnya "ah ya, bisa saja itu aku, aku selalu merawatmu, dan kau akan cemburu saat aku dekat dengan para perawat, benar bukan begitu, adik manis.!" Kata Dokter Anton mengoda Ami
"Ah, yang benar saja. Aku muak dengan ini aku pergi.!" Kata Ami beranjak
"Tunggu, jika bukan aku ahh, aku tau apa dia Candra , ah benar Candra selalu menjagamu dan merawatmu sampaisekarang bahkan tadi dia mengantarmu, ah benar kan , Amilia Asfaharta Akabane, si Ayam itu Candra kan.!" Kata Sang dokter cukup membuat Ami kaku sekaligus malu
"Kau ini bosan hidup.!" Kata Ami menatap sang Dokter
"Ahahah, aih kenapa kau tegang begitu, kita ini teman rahasiamu aman padaku,.!" Kata Dokter Anton merangkul pundak Ami "tapi Ami, apa kau benar benar tidak mau denganku, aku tak katah ganteng dari Candra bahkan aku lebih gagah darinya, juga orang bilang aku mirip oppa oppa korea, kau benar benar tidak tertarik.?" Kata Dokter itu sambil lagi lagi mengusap rambutnya
"Heol.!" Kata Ami membuang tangan sang dokter dan pergi keluar ruangan itu,
"Fake love , fake love nanananan.." gumama Dokter Anton sambil mengerakkan tubuhnya bak boy band Korea
__ADS_1
(dokter sama autor nya kpop #ARMI)