Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Sudah Baikan


__ADS_3

Dimobil Ami duduk didekat supir sedangkan Edo dan Eza duduk dibekalang.


"Kakak seneng ,liat kalian dah akur." Kata Edo membuka pembicaraan


"Besok besok jangan tugas lama lama, aku lelah menjaga dia semalaman selama beberapa hari sendirian.!" Kata Eza pura pura Cool


"Apa ,Ami sakit ?" Tanya Edo panik


"Ya ,hanya sedikit kelelahan kak.!" Kata Ami menunduk


"Kenapa Ami nggak bilang sama kakak, kakak kan bisa pulang buat jagain Ami.!" Kata Edo sedikit memancing Eza agar lebih jujur pada dirinya sendiri


"Aku bisa menjaganya, kenapa kau mencemaskan itu. Urus saja bisnis kita dan cari uang yang banyak.!" Kata Eza lagi dengan cool tak mau kalah


"Za, cobalah jujur pada perasaanmu ,jangan menyimpan dendam sepertiintu ,mama kan sudah pernah bilang pada kita ,untuk terus sayang pada Ami ,dan selalu menjaganya dengan jiwa dan raga kita. Karena papa nggak bisa jaga Ami, maka kita yang harus jaga Ami dek ,kau ngerti kan.!" Kata Edo lembut sambil membelai kepala Edo.


Suasana haru pun menyelimuti mobil itu ,sopir yang sedari tadi cenganges an pun sontak menangis haru, ia sangat kagum dengan kedewasaan Edo yang baru berusia 25 tahun sudah sangat matang sepertiini.

__ADS_1


Mengembang tanggung jawab sebagaI kakak pertama ,mengurus kedua adiknya terutama Ami sejak kecil ,bagi Ami Edo lah ibu penganti , setiap selesai home school ia akan menghampiri Ami kecil dikamarnya dan mengajaknya bermain.


Sejak kecil Edo selalu diajar lebih keras daripada Eza ,ia akan mendapat pelajaran lebih ketat dan berat ,karena ia cucu pertama juga anak pertama dikeluarga ,maka ia akan menjadi penerus perusahaan . Dan dia dididik untuk menjadi penerus sejak kecil, tak dapat bermain layaknya anak anak pada umumnya.


"Kenapa kalian melow sekali sih." Kata Ami membuat suasana haru tadi menjadi suasana yang ceria kembali.


Eza yang jengkel dengan celetukan Ami pun menjadi gemas dan dengan cepat menjewer telinga Ami.


"Sakit.!" Kata Ami meringis pertengaran kecil pun menjadi pelukan yang hangat didalam mobil ,mereka bertiga berpelukan dengan hangat ,inilah keluarga sempurna batin Ami ,ah bukan mendekati sempurna ,andai saja papa juga mau memelukku ,walau sekali saja ..


Ditempat lain


"Bagaimana ?" Balas yang berada disebrang


"Aku sudah melakukannya." Kata Candra dingin


"Bagus, lancarkan aksi berikutnya."

__ADS_1


"Aku tidak bisa, itu sangat gila ,kita ganti rencana saja" kata Candra menekan pelipisnya


"Lakukan saja,!" Jawab yang disebrang dengan nada kesal


"Baiklah ,aku akan mencobanya." Jawab Candra dan langsung mematikan ponselnya


"Ahh ,bagaimana aku bisa melakukan hal ini pada Ami,!" Kata Candra mengacak rambut nya dengan gusar


Candra kembali mengingat saat ia mencium bibir Ami, bibir yang lembut dan mata yang bulat.


Perasaan ini membuatku gila, sangatlah gila hingga aku selalu malu jika bertemu dengannya. Hah ,.. bagaimana jika dia malah akan menjauh saat aku mengatakan kebenaran ini. Apa dia akan menerima nya ,atau dia malah akan membunuhku. Bagaimana ini.


Candra bergulat dengan pikirannya. Ia berguling kekiri ke kanan sambil teriak teriak tak jelas ,membuat mama Candra sedikit kepo dengan apa yang dilakukan sang anak dikamar.


"Can ,kamu ngapain sih." Tanya mamanya Candra kaget saat melihat Candra


"Eh mama ,heheh.." kata Candra kepergok tengah loncat loncat diatas kasur seperti anak kecil.

__ADS_1


Mama nya pun hanya mengeleng ngeleng kan kepalanya ,melihat sang putra tengah kasmaran ..


"Dasar anak muda." Kata mama Candra sambil berjalan masuk kekamar dan langsung memeluk sang putra, Candea pun membalas pelukan sang mama dengan hangat.


__ADS_2