Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Rahasia kecil


__ADS_3

Saat ini hari minggu , dan jadwalnya untuk melepas gips Ami, ditemani sang kakak Edo, ya siapa lagi yang rela akhir pekannya digunakan untuk kepentingan sang Adik.


"Udah sayang?" Kata Edo masuk kekamar Ami


"Udah.!" Jawab Ami berdiri, kaliini dia hanya memerlukan satu tongkat saja untuk menopang tubuhnya.


Dengan bantuan papa dan mama Candra ,Ami bisa sembuh dalam waktu yang bida dibilang cepat.


"Bagus, ayo.!" Kata Edo keluar bersama Ami


"Kita sarapan dulu ya.!" Kata Edo membantu mengeserkan kursi untuk Ami.


Dimeja makan sudah ada ayah Ami, danEza yang menunggu mereka, ya setiap hari minggu mereka akan makan bersama sama dimeja makan, sarapan, makan siang juga makan malam.


Ami mulai meneguk jus jambu didepannya, sambil melirik sang ayah berharap dia bertanya tentang kondisinya ataupun tentang kemana dia pergi.


"Ayah aku mau antar Ami ke RS, buat lepas gips Ami, ayah mau ikut.?" Tawar Edo dengan nada senang


"Ehem, tidak ayah ada banyak pekerjaan.!" Kata Ayah Ami sambil melahap roti didepannya


"Apa Eza mau ikut.?" Tanya Edo setelah mendapat jawaban sang ayah


"Cih, kenapa mengajakku,.!" Kata Eza membuat hati Ami sedikit tertusuk


"Yasudah jika kalian tidak mau ikut, biar kak Edo aja yang anterin gadis kita satu satunya ini.!!" Kata Edo sambil tersenyum pada Ami, Ami pun hanya membalas kecut senyuman Edo


"Ami udah selesai kak.!" Kata Ami setelah menghabiskan setengah gelas jus nya, tanpa memakan roti yang telah diolesi selai coklat kacang diatasnya.

__ADS_1


"Habiskan dulu rotimu.!" Kata Edo


"Ami makan dimobil aja kak.!" Jawab Ami singkat membungkus roti itu dengan tisu kering dan mulai menyengir kepada Edo.


"Yasudah, ayo kita berangkat.!" Kata Edo berdiri dan membantu Ami "kami berangkat.!" Kata Edo setelah Ami berdiri.


Mereka pun mulai menghilang dibakik pintu besar itu , terdengar suara mobil yang lambat laut menjauh dan hilang, hanya hening yang tersisa di meja makan, tidak ada perbincangan ataupun suara sendok yang menyentuk piring keramik disana, hanya ada kesunyian.


Sesampai nya di RS Ami dan Edo langsung masuk dan mengambil nomer antrian.


"Edo.!" Suara seorang wanita membuat Edo dan Ami berbalik mencari sumber suara.


"Ranti.!" Kata Edo setelah melihat siapa yang memanggilnya.


Gadis cantik, berkulit putih dan berambut panjang, sungguh wanita idaman.


"Ami, mau kontrol.?" Tanya Ahriz setelah menyadari jika Ami bersama dengan pacar sang kakak


"Iya, aku mau lepas gips.!" Jawab Ami ramah


"Ranti, kamu kerja disini.?" Tanya Edo gugup


"Iya, aku udah pindah ke bagian poli bedah, dan kenalin nih Ahriz adikku, tang sering aku ceritakan.!" Kata gadis yang dipanggil Ranti oleh kakak


Ahriz pun mengulurjan tangannya, dan disambut hangat oleh Edo. "Ini, adikku Ami.!" Kata Edo menunjuk Ami, dengan ramah Dokter muda itu menjabat tangan Ami.


"Ami teman sekolah Ahriz kak, yang waktu itu aku ceritakan.!" Kata Ahriz menjelaskan

__ADS_1


"Oh jadi kamu, adik Edo juga teman Ahriz yang kuat, ayo masuk, kita lepas gips mu.!" Kata Ranti mempersilakan Ami dan Edo masuk, Ahriz hanya ijut mengekor mereka masuk.


Sudah melepas gips


"Kamu ngapain Riz disini.?" Tanya Ami duduk di taman RS


"Aku tadi mengantar kakakku, tapi aku bertemu denganmu, jadi aku ingin tau bagaimana caranya melepas gips hehe,." Kata Ahris mengaruk kepala belakangnya


"Oh , kakak mu dan kakak ku, apa kau tau sesuatu.?" Tanya Ami


"Emm, kalau itu coba kau tanyakan saja pada kakak mu Ami,.!" Jawab Ahriz serius


"Ami ayo pulang sayang.!" Kata Edo disela sela perbincangan Ami dan Ahriz.


"Riz aku pulang dulu ya, sampai jumpa besok.!" Kata Ami berdiri, sekarang kaki nya terasa lebih enteng, secara gips nya sudah dilepas, Ami masih sedikit pincang, dan kakai nya masih sakit untuk digunakan menapak ditanah, jadi dia masih menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.


"Kak, kakak pacaran sama kakak nya Ahriz ya.!" Serang Aki saat mereka sudah keluar dari halaman RS


"A apa yang kau bicarakan sayang.!" Cekik Edo ,suaranya mendadak jadi gagap


"Aku tidak akan bilang siapa siapa, ini rahasia kita.!" Kata Ami mengoda sang kakak


"Kamu ini, kami saling suka ,tapi entah bagaimana kedepannya ,Ami tau sendiri kan Ayah itu bagaimana.!?" Kata Edo jujur, benar Edo tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari Ami, karena wajah Ami yang teduh deperti sang Bunda ,membuat Edo nyaman cerita tentang apapun pada Ami, walaupun tidak semua.


"Ami akan dukung hubungan ini kak, lagipula dokter muda itu Cantik, juga ramah.!" Kata Ami tersenyum memberi kekuatan pada sang kakak


"Makasih sayang, semoga itu terjadi.!" Kata Edo mengusap ujung kepala Ami

__ADS_1


__ADS_2