Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Pusing


__ADS_3

Di RS Lia hanya terdiam ,lebih terlihat gugup. Candra sedaritadi mengamati gerak geriknya, hari sudah berganti pagi, mereka masih setia menunggu diemperan RS , walaupun mereka keluarga pejabat atau pengusaha terkenal semua tak berarti dikota ini.


"Dok, bagaimana keadaannya.?" Tanya Candra yang masih terjaga


"Suhu tubuhnya sudah mulai normal, luka di paha dan kening nya sudah kami jahit, dan pihak keluarga nya tadi menelfon, bahwa pasien minta dipindahkan ke RS Airi, jadi untuk proses pemasangan pen dikaki nya akan dilakukan di RS Airi, dan malam ini pasien alan dipindahkan.! " kata dokter yang usianya kira kira 42 an tahun .


Semua pun mengangguk mengerti, semua beres beres untuk pulang karena sudah tau kondisi Ami, tapi Candra ,Anza dan Vebri masih setia di RS untuk menemani Ami pindah RS.


"Kenapa, kan Ami udah baik baik aja.!" Kata Ahriz yang melihat Candra sedih

__ADS_1


"Aku pikir, setelah telfon kak Eza, kasih tau kalok Ami masuk RS, dia bakal datang tapi nyatanya nihil, keluarga nya nggak ada yang peduli, tau gitu aku telfon mamah atau papa aku, biar bisa jagain Ami sama sama." Kata Candra pilu sambil mengusap wajah nya kasar


"Jangan gitu Can, hanya kita yang Ami punya, kamu juga tau kan diantara kita , Ami cuma sayang sama kamu, kamu harus semangat Can." Kata Vebri sambil mengusap pungung Candra


"Aku nggak sanggup , liat reaksi Ami kalok tau kaki nya patah, aku nggak sanggup.!" Kata Candra menangis pilu, mengingat sahabatnya itu sangat suka berlari, dan sekarang ia harus melupakan impiannya karena cidera kakinya.


"Kau benar, dia akan hancur !" Kata Anza baru sadar dengan kondisi sahabatnya saat ini, langsung memengang kepalanya dan dan berjongkok


Jam sudah menunjukkan jam 4 pagi, seorang perawat membangunkan Candra, Vebri dan Anza, mereka bertiga pun bangun.

__ADS_1


"Pasien akan dipindahkan, harap kalian bersiap siap.!" Kata perawat itu


Mereka pun bersiap siap, dan Ami sudah dinaikkan kedalam mobil Ambulans, tubuhnya masih dilengkapai beberapa selang dan kabel , ah benar benar membuat terluka, setiap hari tertawa ,setiap hari berlari setiap hari tertawa lepas tapi sekarang melihat nya terbaring lemas tak berdaya.


Anza, Candra dan vebri ikut naik kedalan mobil ambulans itu, dibantu seorang perawat dan seorang sopir.


"Ami," panggil Anza lirih , air matanya tak terbendung melihat sahabatnya terbaring lemah didepannya.


6 jam kurang lebih mereka berkendara, dan akhirnya sampai di RS Airi Group, para dokter sepesialis termasuk ayah Candra berbaris menunggu kedatangan Ami, Saat mobil sampai perawat perawat senior langsung menurunkan bet (tempat tidur) Ami dari Ambulans, mereka dengan cekatan mereka mengurus tubuh lemah Ami dan membawanya masuk keruang VVIP ,mereka merawatnya dengan baik saat itu juga Candra ,Anza dan Vebri pulang dan mandi lalu bersiap menuju RS lagi.

__ADS_1


Maaf jika bertele tele,


__ADS_2