Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Kesayangan semua


__ADS_3

Sekitar 20 menit Candra belum keluar dari ruangan inap Ami, membuat ubun ubun Eza makin panas, dia makin duduk tidak tenang menunggu Candra keluar.


"Kenapa dia lama sekali didalam.!" Kata Eza jengkel


"Tenang lah." Kata Edo menenangkan Eza


Tak lama kemudian papa dan mama Candra datang, mereka menghampiri Eza dan Edo ,sedangkan Geo sudah pergi mengurus sesuatu disekolah.


"Bagaimana kondisinya.?" Tanya mama Candra


"Bawalah anak mama pergi, aku tidak mau adikku kenapa kenapa didalam sana.!" Kata Eza sedikit kasar


"Aku akan menyuruh Candra keluar.!" Kata papa Candra memasuki ruang rawat Ami


Terlihat sedikit perdebatan disana, terlihat Candra yang tidak mau meninggalkan Ami, namun papa nya masih saja membawa Candra pergi keluar ruangan tersebut, terlihat Ami hanya meneteskan air mata, hatinya ikut pilu menyaksikan Candra yang menangis tak mau pergi dari Ami, sedangkan Ami terbaring lemah tak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Ami Edo.?" Tanya mama Candra tak bisa dipungkiri jika beliau hawatir dengan Ami


"Kondisinya cukup buruk Tante, rambutnya makin habis karena kemoterapi, tubuhnya banyak bercak merah karena kemo laser, dan sekarang dia baru saja lolos dari kertis, jantungnya berhenti beberapa detik tadi, membuat kami sangat hawatir." Kata Edo


"Astaga,.." kata mama Candra sedikit oleng ,dia pun duduk sambil memegang kepalanya


"Kami akan membawanya ke Jepang, untuk oprasi pengangkatan sel kangker, dan melanjutkan kemoterapi disana." Kata Edo lagi ,sedangkan Eza masih sibuk memperhatikan Candra dan papa nya didalam


"Jika ini demi kesembuhannya, tidak apa apa kapan kalian sekiranya akan kembali.?" Tanya mama Candra


"Maafkan aku kak Eza.!" Kata Candra dengan air mata yang masih mengalir


"Hentikan , jangan terus terusan meminta maaf, membusuklah dengan kata maafmu itu ,aku tidak mau mendengar kata itu dari mulutmu.!" Kata Eza pergi masuk kedalam ruangan Ami dan mengunci pintunya dari dalam


"Maafkan Eza, dia sebenarnya anak yang baik tapi dia tidak bisa mengontrol emosinya.!" Kata Eza menunduk

__ADS_1


"Tidak apa apa, mama paham nak ,kalian sudah seperti anak mama sendiri apa lagi Ami, dia sudah mama anggap putri mama sendiri.!" Kata mama Candra mengusap bahu Edo


"Apa benar kalian tidak akan kembali ke Indonesia.?" Tanya papa Candra


"Hem, hanya aku yang kembali untuk mengurus perusahaan papa disini, dan Eza akan menjaga dan mengurus Ami disana dan melanjutkan studi nya disana.!" Kata Edo memberitau


"Baiklah, semoga aku masih diberi kesempatan bertemu Ami yang sehat dan menyenangkan seperti dulu kelak." Kata papa Candra


Setelah sedikit berbincang, dan Candra sudah membaik mereka pun berpamitan pulang , sedangkan Eza masih tidak mau membuka pintu


Dia berbincang dengan Ami, walaupun Ami hanya melihat tidak bisa menjawab, mata Ami masih nampak sembam ,dan Eza selalu mencium i punggung tangan Ami ,


"Terimakasih masih bertahan, terimakasih banyak.!" Kata Eza sambil mengusap kepala Ami dengan lembut


Edo yang melihat dari luar kamar inap, hanya tersenyum, betapa hangat nya ,betapa sayang nya Eza pada Ami ,

__ADS_1


"Ma, mama lihat Eza ma? Dia sangat sayang pada Ami ma, sampai sampai ia tak bisa melepas Ami ,tidak bisa melihat Ami menangis." Gumam Edo sambil mengusap liontin peninggalan sang mama


__ADS_2