
Setelah adegan air mata bersama sang Papa ,Ami pun meminta papa nya untuk menelfon Eza agar segera ke RS. Butuh satu jam untuk Eza menuju RS dimana Ami dirawat ,setelah sampai disana Eza segera masuk keruangan Ami.
"Kenapa sayang ,ada apa.?" Tanya Eza meletakkan tas gendong nya di sova dan langsung menghampiri sang ayah danAmi yang terbaring lemah di tempat tidur.
"Kakak ,Ami Capek, Ami mau buat vidio buat ulang tahun Ami ,Ami nggak jadi pergi kesana ya.!" Kata Ami matanya seakan tak bisa diajak kerja sama untuk terbuka.
"Yasudah kakak vidiokan, oke." Kata Eza mengeluarkan ponsel nya
Dengan sedikit perdebatan kecil Ami pun bisa setengah duduk, dan memulaI vidionya ,ia mengenakan tudung kepala untuk menutupi Rambut nya yang kian menipis karena rontok pasca kemoterapi ,dan laser.
Dengan Aba Aba satu ,dua tiga Ami pun memulai siaran Vidio nya.
"Selamat malam semuanya, terimakasih sudah datang ke acara ulang tahunku ini ,maaf aku tidak bisa datang ke acara yang kubuat jauh jauh hari ,silakan nikmati acaranya.!" Kata Ami memberikan aba aba pada Eza untuk menghentikan vidionya
Saat itu Ami pun batuk batuk dan muntah darah parah ,tubuhnya langsung down dan Dr.Anton segera mesuk dan memeriksa Ami ,3 jam kemudian Ami tersadar dari pengaruh obatnya ,ia mengedipkan matanya agar fokusnya kembali
"Kak ,tolong Vidiokan Amu langi ,ini vidio terakhir ,Ami janji.!" Kata Ami menatap kakak nya yang tergambar jelas raut hawatir diwajahnya "Ami mohon.!" Kata Ami lagi
Dengan terpaksa Eza menuruti keinginan sang adik, ia memvidiokan Adiknya yang berbicara dengan penuh usaha keras.
Setelah selesai membuat vidio ,kondisi Ami semakin down ,kesadarannya menurun hingga ia harus menggunakan beberapa alat tambahan, agar ia bisa bertahan dengan keadaannya.
Tut ...., ...
Suara monitor detak jantung membuat semua yang ada diruangan itu menjadi tegang.
__ADS_1
Dirumah Candra
Candra tengah memegangi telepon gengamnya, menunggu balasan chet dari Ami ,ia hanya mbolak balikkan menu di hp nya ,tetapi yang diharapkan tak kunjung membalas.
Ia menatap sebuah box musik hadiah yang ia siapkan untuk Ami jauh sebelum Ami menjadi sangat dingin padanya. Lama Candra menunggu ,Candra pun memutuskan untuk, turun ke bawah dan menghampiri Ami dirumahnya.
"Apa kondisinya benar benar separah itu.?" Suara mama Candra penuh kekhawatiran
"Hem ,aku sendiri tidak tega saat melihatnya, biasanya dia akan ceria saat memanggilku ,tapi akhir akhir ini untuk tersenyum saja rasanya sangat sulit untuknya.!" Kata papa Candra
"Aku tidak sanggup mendengarnya, dia sudah seperti putriku sendiri ,saat masik TK dia sudah terbiasa memanggilku mama ,tapi semenjak dia sakit ,aku tidak pernah melihatnya, tidak pernah mendengar suaranya.!" Kata Mama Candra menangis
Candra yang mendengar, percakapan sang Papa dan Mamanya pun merasa sakit di dadanya ,entak kenapa pikirannya langsung menuju Ami ,karena siapa lagi anak Gandis yang memangil mamanya dengan sebutan mama.
"Can,." Mama Candra menghampiri Candra dan memeluknya
"Ma, siapa yang sakit ma ,siapa.!?" Kata Candra lagi
"Ami koma.!" Kata papa Candra
Deg
"Nggak mungin, Ami nggak mungkin sakit pa ,dia mungkin hanya kelelahan ,Ami hanya ...."
Perkataan Candra terhenti, dia teringat ketika melihat wajah Ami terakhir kali ,sangat pucat dan lemah .
__ADS_1
Box musik yang ia pegangi daritadi pun terjatuh dan pecah , ia melepas pelukan mamanya dan langsung berlari menuju rumah Ami ,
Ia pencet bell berulang ulang ,hingga Bi Inah keluar
"Den Candra, kenapa disini.?" Tanya Bi Inah bingung
"Siapa bi.?" Tanya Geo menyusul Bi Inah dipintu depan
"Ada Den Candra , Bibik lanjut beres beresnya ya Den, nanti Bibik Buatkan minum." kata bi Inah masuk kembali kerumah
Setelah pergi, raut wajah Geo jadi kesal daN muram menatap Candra
"Kenapa kau disini.!" Kata Candra menatap Geo dengan tajam
"Nggak usah kepo, elu pulang aja Can.!" Kata Geo hendak menutup pintu
"Nggak ,aku mau ketemu Ami" kata Candra mendorong tubuh Geo ,Geo pun terpundur
"Elu, mau apa sih Can .!" Kata Geo mengikuti Candra yang mulai menelusuri rumah Ami
Ia mulai menaiki tanga menuju kamar Ami,
"Kenapa barang barang Ami dipeking, apa yang terjadi ,kemana Ami ,dimana dia ,bi hentikan Ami tidak akan suka barang nya disentuh orang lain.!" Kata Candra membereskan kembali barang barang Ami yang telah disusun oleh bi inah didalam koper dan kardus.
"Den, yang sabar ya .!" Kata Bi Inah membuat dada Candra berdegub dengan kencang
__ADS_1