Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Mesra ??


__ADS_3

setelah perkenalan tadi ,Hana sensei pun memulai pembelajaran, hariini adalah waktunya praktik membuat kaligrafi aksara kanji. Tak terlalu sulit untuk para sisaw siawi


tapi tidak untuk Ami ,gadis yang tomboy itu kesulitan untuk mengoyangkan kuas nya dengan baik. ia mulai jengkel dengan kuas biru gliter bertuliskan Ami-kun itu, ia telah merobek dan meremas beberapa kertas hingga menja nya tampak seperti tempat sampah, Candra yabg melihat kelakuan sahabat dari kecilnya itu pun tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.



"sensei, kuas ku ini rusak .!" kata Ami membuat semua mata tertuju padanya



"tidak ada yang salah dengan kuasmu Ami-san" kata Hana sensei tersenyum sambil mengelengkan kepala



"tapi ini, sudah kertas ke 6 ku sensei,!" kata Ami lesu



"Candra ,bantu Ami-san ya.!" kata wanita muda itu tersenyum manis



"hai sensei" jawab Candra


Sensei itu pun kembali melakukan rutinitasnya, entah apa yang ia ketik hingga tidak mengubris keluhan Ami



"Can, selesaikan ini untukku ya " kata Ami kepalanya menempel pasa lengan Candra



"itu tugasmu, apa iya saat kau tak kuat melahirkan seorang anak, aku yang harus menyelesaikannya." kata Candra memiringkan kepalanya hingga menempel pada ujung kepala Ami, ia masih bergelut dengan Aksaranya sendiri


__ADS_1


"Can, kau ini temanku atau musuhku,!" kata Ami kembali duduk dengan tegak. Candra hanya terkekeh melihat expresi wajah Ami yang belepotan tinta dipipi dan jidatnya



"Geo!" panggil Ami dengan suara lirih



"yes honey.!" Geo pun merespon pangilan Ami



"selesikan aksara ini untukku.!" kata Ami tak kehabisan akal, Geo pun berbalik dan menatap Ami dagunga ia tempelkan dimeja Ami secara Geo duduk di depan Ami



"bagini king, kau tau kan aku sangat ingin membantumu, aku juga jarang menolak permintaanmu, tapi kau tau sendiri pangeranmu ini selalu saja memberiku tatapan pembunuh saat aku ingin menolongmu, jadi maafkanlah Patihmu ini king.!" kata Geo duduk kembali dan menyatukan kedua tangannya dan berbalik menghadap depan setelah meilhat expresi Candra. Ami pun melirik Candra benar saja wajah yang biasanya hangat menjadi dingin setelah Ami meminta bantuan pada Geo



"kau ini.!" kata Ami memanyunkan bibirnya dan mengambil kuasnya kembali, ia mencoba memainkan kuasnya, tapi tetap saja hasilnya tak sesuai harapan Ami pun kembali meletakkan kuasnya dan merapikan peralatan kaligrafinya, lalu maju kemeja sang sensei dengan expresi kesalnya, ia meletakkan nya tanpa lalu kembali duduk dan meletakkan kepalanya dimeja. ia tak ingin melihat wajah mengesalkan Candra, tersenyum puas saat berhasil membuat Ami kesal.



"hem" jawab Ami singkat tak terusik


"coba lihat kemari.!" kata Candra lagi


"aku malas!" keluh Ami masih saja tak bergerak


"coba lihat sini duku.!" kata Candra lagi, baru lah Ami membalik kepalanya menatap Candra yang ikut ikutan meletakkan kepalanya dimeja


"ada apa.!" kata Ami lemas


"lihat ini." Candra mengeluarkan sebuah gantungan kunci berbentuk bintakng segi 6

__ADS_1


"kau dapat dari mana!" kata Ami membulatkan matanya dengan suara berbisik


"Aku menemukannya di bawah meja belajarku.!" kata Candra tersenyum, dan menyondorkan gantungan kunci itu pada Ami



Ami pun kembali bersemangat, dan mengangkat kepalanya dengan enteng.


Candra pun mengeluarkan tisu basah dari kantongnya, ia mengambil selembar dan mulai mengelap jidat dan pipi Ami yang terkena tinta .Ami masih saja tersenyum melihat gantungan kunci keberuntungannya sudah ketemu. Candra kembali tersenyum melihat tingkah Ami yang kadang sulit ditebak.



dibalik senyuman mereka ada 4 mata menatap setiap geraj gerik mereka, 2 mata dengan tatapan pembunuh ditujukan pada Ami dan tatapan ingin memiliki ditujukan pada Candra.


"Aku akan beri perhitungan padamu Ami.!" gumang Anita samil meremas kuasnya










Terimakasih untuk pembaca sekalian, terus dukung cerita Terukir Dalam Waktu, jangan kupa like dan komen agar saya bisa terus menulis dan menyelesaikan cerita ini, baik untuk semuanya


__ADS_1


ありがとうございます。



__ADS_2