
"Astaga, kau darimana saja.!" Candra menghampiri Ami dan Ahriz yang dari kejauhan tertawa cekikikan
"Aku , tadi beli minuman, dan dijalan bertemu Ahriz lalu berbincang sebentar.!" Kata Ami tak membahas tentang atap sekolah
"Kau tidak apa apa.?" Pertanyaan yang konyol (melihat Ami dari ujung kepala hingga ujung kaki, memeriksa apakah dia terluka)
"Tidak, aku baik baik saja Can.!" Kata Ami memutar tubuhnya
"Kau ini, kenapa mengajaknya pergi tanpa memberitahu orang orang.!" Kata Candra mendorong bahu Ahriz hingga Ahris mundur beberapa langkah
"Kau ini kenapa, jangan seperti anak kecil Can.!" Kata Ami menarik Candra
"Kenapa kau membelanya, oh apa kalian mempunyai hubungan, kalian baru ngapain.!" Kata Candra marah
"Kau salah paham Can, aku minta maaf sudah mengajak Ami pergi tanpa memberitahu yang lain, aku minta maaf.!" Kata Ahriz mendekati Candra berusaha menjelaskan
"Tidak melakukan apa apa ? Lalu kenapa bajumu compang camping sepertiini, dan Ami kenapa rambutmu acak acakan. Cepat katakan apa yang kalian lakukan.!" Suara Candra meninggi
"Kau ini kenapa sih, ayo pergi.!" Kata Ami menarik Candra , dengan kasar Candra menepis tangan Ami dari tangannya
"Murahan.!" Kata Candra sinis pada Ami
"Maaf kan Candra, aku akan bicara padanya, sampaijumpa Riz.!" Kata Ami mengejar Candra
Ahriz mengangguk mengerti, Ami tersenyum dan berlari mengejar Candra, Ahriz melihat Ami yang pergi menjauhinya , bayangannya semakin mengecil dan hilang dibalik lorong, suara langkah kaki pun sudah tak terdengar. Senyuman hambar tergambar dibibir Ahriz,
__ADS_1
"Kejar jika suka.!" Suara seorang gadis mengejutkan Ahriz,
"Ayo kita kerjasama, kau kejar Ami dan aku kejar Candra.!" (Berjalan mendekati Ahriz)
"Anita, jangan aneh aneh.!" (Pergi melewati Anita)
"Jangan seperti orang lemah Riz, kau tak kalah dari Candra, kau juga cerdas, orang tuamu kaya, kau juga golongan ke 2 disekolah, kau coba kejar Ami ,dia tak akan menolak Riz.!" Kata Anita menghentikan langkah Ahriz
"Mengca lah Ta, kau tak sebanding dengan Ami, yang tak lain pengusa Airi School, kau hanya golongan 2 tak sebanding dengan Candra,.!" Kata Ahriz menusuk hari Anita
"Beraninya kau bicara padaku begitu, jangan seperti pecundang Riz ,hanya bisa menunggu dia membutuhkanmu, Lemah.!" Kata Anita meninggalkan Ahriz
"Ah, jika kau masih tertarik dengan penawaranku, kau bisa menghubungiku.!" Kata Anita sebelum benar benar pergi meninggalkan Ahriz yang mulai panas, tangannya mengepal dan menimbang nimbang perkataan Anita.
Dilain tempat ..
Candra sama sekali tak menghiraukan panggilan Ami, ia terus saja berjalan dengan langkah yang lebar kearah bascame.
"Aduh, Can, Candra.!" Kata Ami menghentikan langkahnya "Can, tolong.!" Kata Ami lirih , ia memegangi kaki nya yang sakit, ia sudah tak kuat lagi untuk berjalan menyusul Candra
Candra yang mendengar rintihan Ami pun menghentikan langkahnya, ia berbalik dan terkejut melihat Ami yang sudah terduduk sambil bersandar di dinding dan menangis, dengan panik Candra mendekati Ami
"Mana yang sakit.!?" (Berjongkok)
"Aku tidak melakukan apa apa dengan Ahriz, kenapa kau tak percaya padaku.!" Kata Ami tak menjawab pertanyaan Candra
__ADS_1
"Kaki mu sakit ? Apa kau mual ?" Tanya Candra lagi
"Can, kenapa kau begini padaku.? Hiks, aku tidak melakukan apa apa, tapi kenapa kau mengabaikanku.?" Kata Ami menangis
"Iya iya ,maaf mengabaikanmu, aku percaya padamu tapi aku tak percaya pada Ahriz" (memeluk Ami) "maaf kan aku Ami ayo kita ke bascame yang lain sudah menunggumu.!" Tambah Candra sambil mengangkat tubuh Ami
"Kaki ku sakit, kenapa kau berjalan begitu cepat.!" Kata Ami sambil memukul pelan dada bidang Candra
"Aku tau, maaf aku akan mengompresnya.!" Kata Candra tersenyum melihat tingkah manja Ami padanya
Sesampainya di bascame semua terkejut dengan kedatangan Ami yang digendong oleh Candra
"Ambilkan baskom, isi dengan air es.!" Kata Candra meletakkan tubuh Ami disova
"Tidak aku mau ke kamar.!" Kata Ami memperkuat pegangannya pada leher Candra.
"Kau ini berat,.!" Kata Candra mengangkat tubuh Ami lagi
"Sudah bosan hidup kau.!" Kata Ami
Setelah meletakkan Ami, Candra keluar dan meneguk air es dari kulkas
"Hai pangeran, aku melihatmu di ruangan CCTV loh.!" Kata Geo mengoda Candra
"Aku kesal, dan sempat berfikir tidak tidak.!" Kata Candra kembali meneguk minumannya
__ADS_1
"Kau cemburu teman, ahahah ,hatimu mulai tersadar wkwkw. Sudahlah aku pergi melihat King dulu ." Kata Geo menepuk pundak Candra yang masih berfikir kalut dalam perasaannya