Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Awal Mula Segalanya


__ADS_3

sudah 1 minggu Lia masuk ke AVATAR, tingkahnya makin membuat Ami geram , sering menyuruh nyuruh Febri dan sering mengajaK Nastiti dan Eka keluar untuk berbelanja tanpa sepengetahuan Ami diam diam Lia sering bersendang gurau dengan Candra. Tepi sebenarnya Ami tau gerak gerik Lia bagaimana latar belakang nya dan setiap harinya, saat dengan sengaja menabrak Candra ,semuanya dia tau karena ia memerintahkan Joshep tangan kanan rahasianya untuk menyelediki Lia.



"Ami.!"


Ami menghentikan langkahnya saat mendengar namanya dipanggil seseorang.



"oh ,hai Ta ,ada apa ?" kata Ambi berbalik



"emm ,apa kau ingin keruangan osis ?" tanya Anita gadis dari kelas golongan 2



"ya, kau mau pergi bersama ?" kata Ami menawarkan



"apa kau sungguh sungguh ?" kata Anita tak percaya



"ya, tentu saja.!" kata Ami tersenyum



"baiklah, mari kita keruangan osis." kata Anita berjalan disamping Ami ,



"em Ami, apa kau dan Candra sedang bertengkar.?" kata Anita ragu



"emm, entahlah, dia beberapa hari yang lalu membuatku kesal." kata Ami jujur ,mengingat saat tiba tiba dia memberikan Anita susu yang biasa diberikan pada Ami



"Astaga, sebenarnya beberapa hari yang lalu aku menyelidiki latar belakang Lia, dia adalah anak Kepala Sekolah disini, tetapi dia punya beberapa catatan di kepolisian karena kasus pembulian.!" kata Anita sedikit berbisik



"ahahahha,.. " tawa Iblis Ami lagi lagi keluar mengema di lorong

__ADS_1


"sudahlah, aku tak ingin membahasnya" kata Ami kembali dingin. sungguh sikap Ami memang sulit ditebak.



mereka berdua pun masuk keruangan Osis, disana sudah ada Candra, pak Edi, Geo ,dan beberapa perwakilan kelas .


"king, kemari duduk denganku.!" kata Geo berisik. Ami pun duduk didekat Geo melewati Candra dengan Acuh tanpa meliriknya ..



pembahasan kala itu adalah persiapan untuk berkemah besok lusa, Ami telah mempersiapkan beberapa persiapan salah satunya adalah tempat dimana ada sebuah tempat di daerah Jogja yang cukup untuk berkemah, tak lain dan tak bukan adalah rumah Vebri yang keturunan Ningrat ,dia memiliki lapangan yang luas dan jauh dari perkotaan sangat cocok untuK menguji para siswa. merka pun setuju dengan konsep Ami lalu mereka segera membagi kelompok . dan sialnya Ami satu kelompok dengan Lia , Marwa, Vebri, dan Shafia.



Ami bisa saja protes tak ingin satu regu dengan Lia tapi dia malas berdebat dengan gurunya itu.



Ami sangat mudah lelah akhir akhir ini, sesekali ia mimisan saat tidur membuat bantalnya berubah warna yang tadinya biru muda menjadi biru tua karena bercampur dengan darah. Ami memutuskan untuk beristirahan di bescame hingga jam pulang sekolah. sesampainya disana Ami naik ke ranjang khususnya dan tidur .



"Aku sangat menyukai mu Candra.!" suara Lia terdengar jelas di telinga Ami


"apa apaan gadis itu" gumang Ami




kepala Ami kembali pusing, sakit sekali juga perutnya serasa di remas remas membuat kedasarannya muali berkurang dan kembali ambruk dikasur.



"Awas saja ,jika dia berani menyentuh Candra aku akan habisi dia ,dasar Anak tak tau diuntung.!" batin Ami sambil menahan sakit



Tak lama kemudian Ami sadar ,ia merasakan tangannya ditimba benda berat hingga membuatnya kebas



"Can!" celetuk Ami saat melihat Candra tidur dibawah kasurnya dan kepalanya menindih tangannya.



"eughhh ,Ami kamu kenapa, masih pusing ?" kata Candra setengah sadar langsung panik melihat Ami yang pucat

__ADS_1



"apa sih ,aku nggak kenapa kenapa .!" kata Ami tersenyum



"pas tidur keringatmu banyak banget , dan terus saja menyeringai sambil memegang perutmu.!" kata Candra hawatir.



"aku nggak papa Can, jam berapa sekarang.!?" kata Ami menatap jam yang melingkat ditangan Candra



"astaga jam 7 , kenapa kamu nggak bangunin aku sih .!" kata Ami kesal



"aku nggak tega, kami semua disini kok .!" kata Candra membantu Ami berdiri dan berjalan



"astaga ,kenapa kalian nggak pulang.!" kata Ami hatinya campur aduk antara marah dan terharu.



"eumm, king kau sudah baikan ? kita semua menginap di bescame saja ya ,aku lelah" kata Geo kembali mengulung tibuhnya



"iya , kamu balik tidur aja Mi" kata Vebri mengandeng Ami masuk ke kamar kembali.









__ADS_1



__ADS_2