
Sudah 4 jam mereka menyusuri Hutan itu tapi Ami tak ketemu bagaikan ditelan Bumi, Candra semakin cemas pada keadaan Ami , karena udara semakin dingin.
"Nak, sebaiknya kita kembali dan memanggil pihak berwajib" kata seorang petugas keamanan
Candra pun melihat kondisi teman temannya, mereka terlihat kelelahan dan kedinginan, Candra pun menghelakan nafas panjang dan berkata
"Bagaimana keadaan Ami, sungguh aku tak sanggup membayangkannya" kata Candra dia pun jongkok dan mengusap air matanya yang menetes "dia takut gelap, bahkan dia belum sembuh dari demam nya, dia juga belum makan dan apa dia baik baik saja didalam sini, dia juga takut seranga dan ular" kata Candra air matanya terus saja mengalir bebas darimatanya.
"Aku akan disini 1 jam lagi," kata Geo memutuskan
"Aku juga" sahut Ahriz mendekati Geo
"Kami bertiga akan mencari 1 jam lagi" kata Candra berdiri dan mengusap airmatanya
"Aku akan menjaga mereka" kata Pak Edi
Semuanya pun pergi meninggalkan keempat orang tadi didalam hutan, Candra, Geo, Ahriz dan Pak Edi berjalan berpencar, Candra bersama Ahriz dan Geo bersama pak Edi.
Klek..
"Aku seperti menginjak sesuatu" kata Candra menghentikan Langkah nya "Riz ,ini jam tangan Ami" kata Candra ,matanya berbinar penuh arti
"Iya benar, tadi Ami bilang Jam tangannya rusak dan sering kendor tak bisa dikancing, benar ini milik Ami" balas Ahriz memperhatikan Jam tangan yang kacanya telah pecah itu
__ADS_1
"Ami...!!!" Teriak Candra dengan keras, Candra terus berjalan hingga Ahris menghentikan langkahnya dengan menarik tubuh Candra kebelakang
"Kenapa" tanya Candra bingung
"Perhatilan langkahmu" kata Ahris menunjuk sebuah lubang berbentuk kotak yang cukup dalam dan gelap
"Huhuhu...Can, tolong aku.. huuuhuhu" suara tangisan lirih mengejutkan Candra dan Ahriz, ya suara tangisan itu sungguh lemah hampir tak terdengar, suaranya dari lubang
"Ami" teriak Candra dari atas langsung menyorotkan lampu senternya kebawah "Ami, jawab aku" teriak Candra , dengan lemah Ami pun mendongak keatas. Sungguh miris keadaannya, kotor penuh lumpur dan bercak darah didahi dan pipinya
"Geo, pak Edi Ami disini, Tolong dia" kata Candra teriak panik, tubuhnya bergetar melihat sahabat karipnya dibawah sana kedinginan dan kelaparan, dan juga dia pasti kesakitan
Geo dan Pak Edi yang mendengar teriakan Ami pun langsung datang dengan terpogoh pogoh.
Ahriz pun menunjuk lubang itu, Candra terus saja memberi cahaya kepada Ami, Pak Edo pun berlari menuju perkemahan dan meminta bantuan para petugas keamanan, pak Edo pun membawa 4 prang dewasa dan membawa peralatan penerangan dan tambang untuk menarik Ami.
"Kenapa mereka lama sekali" kata Candra "aku tak tahan melihat Ami sendirian kesakitan dibawah sana" kata Candra ikut masuk kelubang yang lunayan dalam itu.
"Bruuk" Candra jauh didepan Ami
Reflek Ami pun menangis sejadi jadinya, dia tak berkata Apapun hanya menunjuk kakinya yang bengkok dan sakit
"Jangan menangis, aku disini maaf kan aku aku tak menjagamu dengan baik" kata Candra memeluk Ami dengan erat, dia elus rambut Ami penuh arti "mana yang sakit, tunjukkan padaku" kata Candra melepas pelukannya dan menyentuk kedua pipi Ami
__ADS_1
"gelap, tadi ada cacing masuk ke sepatuku,dan dan dan k kaki ku sakitt se sekali sekarang ,huhuhuhu..." kata Ami kembali menangis dan menunjukkan kaki nya yang patah
"Astaga, yatuhan" kata Candra memeluk Ami lagi sambil membuang muka miris melihat kondisi Ami yang sekarang.
"Riz, kurasa kakinya patah" kata Candra dari bawah "tolong kembalilah dan bawalah tandu dia akan kesakitan" kata Candra memberi perintah dari bawah,
"Aku akan menemanimu" kata Geo , Ahriz dan Geo pun berlari sekuat tenaga untuk kembali keperkemahan
"Can, disini sangat dingin" kata Ami mulai mengigil, wajahnya sangatlah pucat ,bibirnya membiru. Dengan sigap Candra pun mencopot jaket nya dan memakaikannya pada Ami
"Jangan tidur ya," kata Candra mengosok tangan Ami, tangannya sangat dingin dan kotor, tapi Candra tetap mengengamnya dan meniup nya dengan hawa dingin
"Can, aku mengantuk" kata Ami lemah
"Hei, aku disini kau jangan tidur" kata Candra memegang pipi Ami
"Aku sungguh mengantuk, dan aku lelah aku ingin tidur sebentar saja" kata Ami setengah sadar, mata bulatnya tak lagi ada , dia menutup matanya rapat rapat. Ami terserang hipotermia, tubuh Ami memang tak kuat suhu dingin, saat kehujanan pun dia pasti akan dirawat de RS keesokan harinya, dan ini dia diluar udara malam selama kurang lebih 6 jam an.
"Maaf kan aku" kata Candra , dia pun ...... .....
__ADS_1
Bersambung