
Ami menangis tanpa suara, melihat sahabat dekatnya dan cinta pertamanya berbuat hal semacam ini.
"Apa yang kalian lakukan.?" Kata Ami setelah mereka selesai berciuman
"A Aa Ami, aku a aaku ." Candra terbata bata ,seoalah ia adalah seorang pencuri yang tertangkap basah.
Sedangkan Lia, dia hanya diam saja melihat tingkah Candra yang gelagapan.
"Jadi ,ini hal penting yang ingin kau tunjukkan ?" Kata Ami sambil menyeka air matanya
"Li, jawab Li ,bilang sama Ami kalok kita nggak ngapa ngapain.!" Kata Candra
"Apa sih Can, mau jelasin apa ke dia.!" Kata Lia membuat Ami dan Candra syok mendengar jawaban Lia
"Berengsek ya kalian, dan Lia elu beneran Jalang kayak ibuk elu .!" Kata Ami pergi
"Gue kecewa Can ,elu lukain hati Ami yang tulus ,demi elu dia mau pakek dres kayak gini, cuma buat cecunguk kayak elu.!" Kata Geo pergi menyusul Ami
Tapi baru tiga langkah, Geo berbalik lagi dan mendaratkan kepalan tangan kearah pipi Candra. Berhasil membuat Candra memeluk tanah ,memberikan bekas memar di tulang pipinya
"Ini nggak seberapa, kalok aku nggak inget keakraban kita, dah gue lempar elu ke danau." Geo pun pergi setelah menatap tajam Lia dan Candra, ia bergegas menyusul Ami.
Ami terihat sangat kacau, wajahnya benar benar pucat pasi ,ditambah airmata yang tetus menetes membasahi pipi nya.
"Ami, duduk dulu mi,.!" Kata Geo menarik tangan Ami, dan karena lemas Ami jatuh dipelukan Geo. Untung Geo sigap dan menopang tubuh Ami
__ADS_1
"Mi ,Ami sadar Mi.!" Kata Geo berusaha membangunkan Ami dari pingsannya.
Ya Ami pingsan, kondisinya sangat buruk ,akhir akhir ini karena sibuj menemani Lia keluar ,ia jadi melewatkan jadwal kontrolnya.
Geo pun mengangkat Ami ,dibantu orang orang memasukkan Ami kedalam mobil. Ia bergegas menuju Airi Hosipital.
Setelah sampai Ami langsung dimasukkan ICU oleh para perawat.
Geo nampak frustasi ,lalu ia mengambil ponsel Ami dan menelfon Eza.
"Mi ,ada apa dek tumben.!" Jawab Eza
"Bang, Ami bang ,Ami masuk ICU." Kata Geo lemas dan menangis
"Ha ,kok bisa ,kalian kecelakaan.?" Kata Eza panik
"Iya, 15 menit lagi Abang sampe, kamu tunggu disana.!" Kata Eza langsung menutup ponselnya dan bergegas menuju rumah sakit
Eza nampak compang camping, karena ia baru tidur saat Geo menelfon. Ia belum sempat makan atau pun cuci muka.
"Apa ada apa.?" Eza melihat Geo yang juga kacau
Geo pun menceritakan kejadian nya mulai dari awal, wajah Ami sudah pucat ditambah ia melihat Candra berciuman dengan Lia.
Eza yang mendengar pun ikut kesal, melihat Ami yang selalu tertawa saat bersama Lia, dan Lia malah sepertiini.
__ADS_1
"Brengsek.!" Kata Eza memukul tembok
"Eza, telfon Edo sekarang.!" Kata dokter Anton yang keluar dari ruangan ICU
"Ada apa, adikku kenapa.?" Tanya Eza panik
"Panggil dulu Edo.!" Kata Dokter Anton tegas
Dengan cepat Eza menelfon Edo, agar cepat datang ke RS karena Ami masuk ICU. Edo yang mendengar pun langsung keluar ruangannya, dan memberitau asistennya agar rapat dibatalkan karena adiknya masuk RS.
20 menit kemudian Edo sudah masuk keruangan Anton ,ia melihat Eza dan Geo yang sudah berderai air mata.
"Apa kalian kenapa.?" Tanya Edo panik
"Do, duduk dulu aku mau bicara.!" Kata Anton yang memang sudah berteman baik dangan Edo
"Ami, merahasiakannya dari kalian ,aku tau hal itu ,ia tak akan tega memberi tau kalian. Jadi begini Ami menyidap kangker lambung seperti mendiang ibu kalian." Kata Anton
"Apa.? Sejak kapan.!" Kata Eza mengeprak meja
"Sekitar 3 bulan yang lalu, tapi Ami membiarkannya dan tepat satu bulan yang lalu kangker itu meluas. Eza kau ingat saat Ami muntah darah dan demam waktu itu.!?" Tanya Anton pada Eza
Eza pun mengingat, dan mengangguk
"Itu adalah tanda awal bahwa lambungnya sudah rusak. Aku sudah memberitau hal ini pada Ami, tapi Ami ternyata anak itu tidak memberitau kalian.!" Kata Anton menyesal
__ADS_1
"Apa ini akhir, apa tidak ada pengobatan, oprasi ya apa tidak ada tindakan oprasi.!" Kata Edo penuh harapan
"Aku akan menyarankan, agar Ami berobat di Jepang. Dari yang diceritakan Geo tadi ,suasana hati Ami sedang kacau dan itu mempengaruhi kondisi tubuhnya yang lemah saat ini. Jadi aku menyarankan agar Ami berobat dijepang." Kata Anton memutuskan