Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Salah faham


__ADS_3

Ami dan Lia semakin dekat akhir akhir ini, hingga membuat Anza dan Vebri bingung ada apa. Hingga Anza pun memutuskan untuk mendatangi Ami dirumahnya.


"Oh ,hai Za kenapa nggak bilang dulu kalok mau kesini.?" Tanya Amu saat melihat Anza membuka kamarnya


"Aku hanya merindukanmu." Kata Anza duduk dikasur Ami


"Mau minum apa.?" Tanya Ami


"Sudahlah, aku belum haus." Jawab Anza


"Za ,kau tau aku sedang membuat daftar acara untuk ulangtahunku bulan depan." Kata Ami menunjukkan sebuah catatan yang ia buat pada Anza


"Pesta dirumah ?" Tanya Anza ,karena Ami belum pernah membuat pesta dirumah


"Iya, kau tau aku sangatlah menunggu momen ini." Kata Ami penuh semangat


"Ami ,kenapa kau bicara seakan akan kau akan pergi.?" Tanya Anza kuatir


"Siapa yang tau umur? Aku hanya akan merayakan ulang tahunku yang ke 17 ini dengan semangat yang mengebu gebu.!" Kata Ami .


Wajahnya menunjukkan aura kebahagiaan ,tetapi tidah wajah Anza , wajah Anza sangatlah bingung dengan apa yang dihcapkan Ami barusan ,seperti Ami akan pergi jauh.

__ADS_1


"Eh iya Za, kau tau aku akhir akhir ini dekat dengan Lia, dia sangat mendukung hubunganku dengan Candra, kau tau bahkan ia mau berbagi cerita denganku." Ami mendekati Anza


"Benarkah.?" Kata Anza tak percaya


"Iya, dia selalu memberikanku saran, bagaimana menurutmu.?" Kata Ami


"Jangan terlalu percaya padanya, dia penuh kejutan." Kata Anza menatap Ami


"Kau tau ,kita bersaudara kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Kau kandang bodoh dan lemah ,itu membuatku was was ,jadi jagalah dirimu dengan Baik." Kata Anza memeluk Ami


"Iya aku tau, aku akan berhati hati." Kata Ami


Tiba tiba, wajah Ami berubah memerah.


Anza pun menyusul Ami ketoilet ,dan membantu menepuk nepuk pangkal leher Ami, ia tak jijik sama sekali ,ia malah iba dengan apa yang dirasakan Ami.


Ami pun menutup kloset duduk nya ,dan menekan tombol agar air nya keluar membawa muntahannya pergi kesapiteng (πŸ˜‚). Dia bersandar dibahu Anza merasakan gejolak tak nyaman di perutnya .


"Kau kenapa sih .?" Tanya Anza kuatir


"Aku muntah" jawab Ami singkat

__ADS_1


"Kau masuk angin.? Kedokter aja yuk." Ajak Anza membantu Ami berdiri


"Besok, aku akan ke dokter besok.!" Kata Ami berdiri walah masih sempoyongan.


"Kamu sakit apa sih Mi.!" Tekan Anza saat ia membaringkan Ami di ranjangnya


"Belum waktunya kau tau aku sakit apa Za, kalok aku udah siap aku bakal cerita." Kata Ami


"Kamu nggak HA Mil mi .?" Tekan Anza


"Haha ,mana mungkin.!" Kata Ami tertawa lemas


"Candra nggak beneran masukin itunya ke kamu kan Mi.?!" Kata Anza lagi memastikan


"Gila kau ,mana mungkin ,enggak kok Za aku nggak Hamil." Kata Ami menepok jidatnya


"Siapa yang Hamil.?!" Kata Eza yang tiba tiba membuka pintu kamar Ami dengan expresi marah


"Dek ,kamu Hamil, sama Candra ,iya ? Biar ku bunuh Candra.!!" Kata Eza mengambil tongkat golf miliknya


"Kak ,kak Eza tunggu . Enggak Ami nggak Hamil kak ,.." kata Ami mengejar Eza yang dengan kesal keluar kamar

__ADS_1


Eza yang sejak tadi menguping oembicaraan Ami dan Anza pun panik saat Ami mual dan Anza berbicara tentang Hamil.


Bersambung ...


__ADS_2