Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Dendam Masalalu dan penyesalan


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya.?" Suara Eyang Kakung yang terdengar hawatir membuat seisi ruabgan terkejut


"Aku sudah menganti gips dan menjahit kembali luka sobekannya,aku juga sudah mengompres memar dipipinya, bibir bagian dalamnya sobek jadi dia akan kesulitan untuk makan beberapa saat, dia sudah baik baik saja ,tapi kurasa kondisi jiwanya masih belum stabil.!" Kata Dokter Anton menjelaskan


"Dimana Candra.?" Eyang celingukan mencari sosok pemuda yang setia menemani cucunya, ingin ia bertanya kronolong pertengkaran itu


"Candra pulang Eyang, juga menghampiri Lia gadia yang diamuk Ami.!" Kata Edo yang langsung ke RS setelah mendapat kabar bahwa adiknya kembali mengamuk.


"Sebenarnya, siapa Lia ini.?" Kata Eyang berfikir


"Dia anaknya om Frans Eyang.! " kata Ami bangkit dari tidurnya dengan wajah kesal mematikannya.


"Frans siapa.?" Kata Edo bingung


"Bawa kemari." Kata Ami menyuruh pengawal rahasia nya mendekat, dia memberikan amplop coklat berisi data data dan semua informasi latar belakang keluarga Lia.


Diruangan itu hanya ada Eyang, Ami, Edo, pengawal rahasia Ami, dan pengawal kakek Ami 2 orang, dokter Anton dan perawatnya sudah pergi sedaritadi.


Ami mulai membuka Amplom itu, mengeluarkan foto sebuah keluarga besar, tentu saja ada foto sang eyang, ayah dan ibunya, juga ada foto Edo yang digandeng sang Ayah dan foto seorang bayi digendong ibunya, terlihat juga sang ibu dengan perut yang membuncit.


"Eyang ingat ini hari apa.?" Tanya Ami menatap sang eyang


"Hari ulangtahun eyang putrimu.!" Kata eyang mengingat


"Dan eyang ingat ini siapa.?" Tanya Ami menunjuk gambar wajah seorang perempuan yang sama sama sedang hamil disana


"Dia bibi Azizah.!" Kata Edo terkejut


"Benar, dia bibi Azizah ibu Lia, yang telah mati 15th yang lalu, karena dibunuh suaminya.!" Kata Ami tajam


"Tidak mungkin.!" Kata Eyang


__ADS_1


"Lia tunggu.!" Candra menarik tangan Lia yang hendak masuk kesebuah mobil



"Apa.!" Ketus Lia sambil berlinang air mata



"Kita perlu bicara.!" Kata Candra



"Masuk kemobil.!" Perintah Lia ,Candra pun menurut dan masuk kemobil minimalis milik Lia yang terparkir di RS tempat Ami menginap.



"Kenapa kau lakukan hal itu pada Ami, apa salah Ami padamu.!" Kata Candra kesal




"Apa kau gila, kenapa.?" Jawab Candra terkejut mendengar jawaban Lia dengan enteng, mengingat dia telah menghancurkan masadepan seorang gadis



"Ceritanya panjang Can.!" Kata Lia meremas kepalanya



"Jelaskan secara rinci, aku akan mendengarkannya.!" Kata Candra mantap dengan pilihannya


__ADS_1


"Sebenarnya, aku dan Ami bersaudara, ayah Ami dan ayahku adik kakak walaupun beda ibu. Dulu waktu Ami lahir ,bibi Hana wafat karena melahirkan Ami, dan ibuku yang membantu merawatnya hingga usia Ami 3 minggu ayahku mulai sadar jika ibuku hanya menginginkan paman Hartanto, ibuku selingkuh dengan ayah Ami,.. hiks .!" Lia mulai menangis



"Itu tidak Mungkin,.! Paman Hartanto sangan mencintai bibi Hana, ucapanmu omongkosong.!" Kata Candra tak percaya



"Itu benar, setelah ibu menghancurkan kehidupan ayah yang kala itu usiaku baru 1 bulan, ibuku meninggalkanku, ibuku meminta Cinta pada ayah Ami, dia membuang hargadirinya dan dia rela meninggalkanku dan ayahku demi bisa bersama Ayah Ami, ayahku pun mengamuk dan tak sengaja membunuh ibuku, hiks .. d..an aku tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang Ayah ataupun Ibu, hingga udiaku 8th ayahku bebas dari penjara, hiks,.. aku mulai memendam dendamku, aku melihat Ami bahagia mendapat teman teman, mendapatkan apa yang ia inginkan, aku iri padanya, aku juga benci padanya.. hiks .. hiksa..!" Keluh Lia makin menjadi dan sesekali dia memukul stir mobilnya



"Kau salah Lia, Ami tak selalu mendapat apa yang ia inginkan dengan mudah, dia hidup dalam penderitaan.!" Kata Candra mengepalkan tangannya ikut kesal



"Aku tau, dan aku menyesal telah melakukan hal buruk padanya, aku sungguh menyesal, aku tidak tau jika Ayah nya sangat membencinya,aku melihatnya Ami ditampar dengan keras oleh ayahnya, aku sadar balas dendamku salah, dan ayahku sudah mengingatkan hal itu tapi , aku tetap kukuh pada pendirianku, aku ingin balas dendam pada Ami , dan yang ku dapat malah seperti ini, aku benar benar menyesal Can .. hiks .!" Kata Lia menangis sambil menatap Candra dengan wajah menyesalnya



"Aku harap, kau benar benar menyesal dengan tindakanmu Lia, jika kau sudah mengerti jika tindakan mu salah, datanglah lagi dan minta maaflah pada Ami.!" Kata Candra mengusap airmata Lia dengan lembut karena ia iba dengan kondisi Lia yang ternyata keluarga broken home seperti Ami, Candra pun keluar dari mobil Lia dan bergegas pulang .



Tapi tindakan Candra barusan ,akan memunculkan pertaka bagi hubungannya dengan Ami, karena diam diam ada yang memotert Candra dengan pose sedang menghapus dan mengusap pipi Lia.



Untuk pembaca ,mohon dukungannya agar saya bersemangat bisa menyelesaikan novel saya ini, untuk pembaca


Domoarigatougozaimasu.


__ADS_1


πŸ’žπŸ’ž


__ADS_2