Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Sayang


__ADS_3

"Jepang.!" Geo setengah berteriak


"Selain teknolong mereka lebih canggih, disana juga Ami akan mendapat kehidupan yang lebih baik, kasih sayang dari Eyang tidak akan lepas, dia juga akan lebih diawasi disana. Sedangkan disini selain bertolak belakang dengan papa kalian, Ami juga ada masalah Hati, dan itu adalah masalah serius " kata Anton tegas


"Apasih, Ami nggak akan selemah itu, apa sih kau cuma melebih lebihkan." Kata Eza mendengus kesal seakan tak percaya


"Tidak. Pencernaan atau lambung sangat berpengaruh dengan perasaan dan emosional, dan kau tau dia masih muda sudah menderita Kangker, memang kangker yang diderita Ami adalah karena keturunan, tapi ini terlalu dini untuk seseorang penderita kangker lambung.!" Kata Anton kesal karena diremehkan


"Benar kata Anton, Ami masih muda baru 18 tahun. Mungkin dia tertekan karena ayah, karena dia tau jika dia sakit keras, dan mungkin ditambah syok karena Candra dan Lia, dan dia masih akan memikirkan ujian akhir di bulan depan. Aku juga pernah mendengar bahwa lambung memang berhubungan dengan pikiran seseorang" Edo membela Anton


"Bagaimana ini, Ami tidak akan mau pergi ke Jepang.!" Kata Geo ,wajahnya sudah tak karuan karena menangis


"Kenapa dia tidak mau, dia harus mau.!" Kata Eza


"Za, jangan paksa Ami ,kita tunggu dia sadar dulu, dan kita akan diskusikan hal ini dengan dia, aku beritau Eyang, dan kamu beritau Ayah. Dan Geo jangan sampe semua orang tau jika Ami sakit , jika sampe berita ini keluar dan Eyang tau bukan dari kita ,Eyang akan marah pada Papa dan Papa akan marah pada Ami lagi.!" Edo memberi perintah sesekali ia mengusap kepalanya dengan kasar membayangkan jika hal buruk itu terjadi

__ADS_1


"Bagaimana caramu memberitau Eyang.?" Kata Eza


"Aku akan ke Jepang, tapi aku akan menunggu Ami siuman terlebih dahulu." Kata Edo memberi keputusan


Semuanya mengangguk setuju, setelah keluar dari ruangan Anton Geo langsung pamit pupang dengan menggunakan mobil Ami, ia akan ganti baju dan akan kerumahsakit lagi, sedangkan Edo pun akan pulang dan akan kembali dengan membawa baju ganti untuk Eza dan Ami, dan Eza yang akan menjaga Ami.


"Dek, maafin kakak ya ,kakak nggak bisa jagain kamu, tau kayak gini, kakak nggak akan benci sama kamu ,nggak akan marah sama kamu, maafin kakak ya .. hiks ,.. " air mata Eza tak terbendung lagi ,melihat adiknya yang terbaring lemah dibet rumah sakit dengna banyaknya selang yang menempel ditubuhnya.


Perlahan Ami membuka matanya, ia mendengar suara isak tangis seseorang, ia paksakan membuka kelopak mata yang seakan merekat kuat ,ingin tau siapa yang menangis didekatnya.


"Ka, kakak.!" Panggil Ami lagi ,barulah Eza menghentikan tangisannya dan mengusap pipinya


"Ami, mana yang sakit ,bilang ke aku.!" Kata Eza sambil memencet tombol peringatan


Ami hanya dapat berkedip, tak sanggup lagi ia keluarkan candaan dan tawa lepasnya, bahkan untul menggeleng saja ia sama sekali tak sanggup. Berlahan air matanya keluar mengalir dari sudut matanya melewati pelipis.

__ADS_1


Tak lama Anton datang dengan 2 orang perawat wanita, segera Anton mengecek kondisi Ami.


"Akh, sa kit .. " kata Ami saat Anton menyuntikkan sebuah cairan obat dilengan Ami,


"Kenpa kau buat dia sakit lagi.!" Kata Eza marah ,ia masih setia memegangi tangan Ami, tak ada yang berani mengusik Eza karena tempramennya yang buruk.


"Aku hanya menyuntikkan obat tidur untuk Ami, agar dia bisa beristirahat dengan cukup" kata Anton memberi lengertian pada Eza


Eza hanya diam ,dan terus saja mengelus punggung tangan Ami, dengan lembut dan sesekali menciumnya.


Perlahan mata Ami kembali tertutup, dan ia pun kembali ke alam dimana ia menjadi tenang.


Maaf banget teman teman , up nya lama karena seminggu ini saya ada persiapan untuk acara kampus yaitu LDK, dan tangan saya mendapat sedikit cidera karena selalu menulis, sekalilagi mohon maaf untuk pembaca dan mohon pengertiannya,...


Untuk semuanya domoargatou gozaimasu,. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2