
"Aku tidak ikut kelas Fisika ah.!" kata Ami membanting tubuhnya di sova bescamp milik AVATAR
"nilaimu jelek masih mau bolos.!" kata Candra yang masih fokus membaca buku entah buku apa itu
"biar.!" kata Ami kesal dan melempar bantak sova ke tubuh Candra yang duduk dipinggir jendela
"Makan siang sudah tiba gais.!" kata Vebri yang diikuti seorang koki dan pramusaji
"ini salat buah, buat Eka sama Nastiti, salat sayur buat Alfi, Nasigoreng buat Geo, Nasi ayam buat Aku, Nasi kari buat Candra, jus Alpukan buat Ami. dan jus Jambu buat Anza.!" kata vebri mengabsen setiap makanan para sahabatnya itu
"Ami ,kamu nggak makan nasi ?" kata Candra mengerutkan dahinya
"pencernaanku baru nggak bersahabat!" kata Ami bangkit dan mengambil jus Alpukatnya
"bentar Anza mana.!" kata Ami mengabsen sekeliling
"dia masih diluar.!" kata Vebri menyuruh pramusaji dan koki itu keluar dengan aba aba
"Ami ,kamu makan dulu, kamu kan masih ada katihan SKJ!" kata Candra menarik Ami untuk duduk disampingnya
"aku nggak mau makan Can.!" kata Ami menghindari sendok berisi nasi kari milik Candra saat hendak menyuapkannya ke mulut Ami. dengan terdesak Ami pun memakan nasi kari itu membuat Candra tersenyum puas
"inget kata Mama, kamu harus makan !" kata Candra mengusap kepala Ami
"gitu aja terus king, pangeranmu itu nggak akan membiarkan kingnya nggak mati kelaparan dimedan perang!" celetuk Geo yang tak digubris Ami dan Candra.
mereka tau ,Ami dan Candra sangat lengket seperti perangko, dimana itu ada Ami disitu bakal ada Candra. mereka adalah sahabat sedari mereka kecil.
__ADS_1
"gais aku mau ngomong.!" kata Anza membuat seisi ruangan itu beku "emm, Lia bakal AVATAR!" kata Anza membuat seisi ruangan melotot . disamping Anza sudah ada Lia yang tersenyum hangat
"Apa ,nggak bisa Za !" kata Alfi sepontan
Ami pun ,diam dan melahap isi sendok yang dijulurkan di depan mulut nya. dia mengunyah dengan seksama sambil berpikir apa yang dipikirkan Anza. Candra pun melirik Ami yang mengunyah dengan tatapan kosong
"Mi" Candra menyentuh pundak Ami
Ami hanya berdehem, dan menelan nasi kari itu dengan berat 5 suap ,baru 5 suap nasi yang ia telan dan Anza datang dan membubarkan nafsunya
"Gais ,gue nggak bercanada,!" kata Anza lagi memastikan teman temannya yang menunggu expresi Ami. Ami pun menyedot kembali jus Alpukatnya sampai habis ,lalu duduk sebentar menunggu emosinya reda. lalu dia bangkit dari duduknya membereskan buku bukunya dimasukkan kedalam rak pribadinya, mengambil beberapa buku dan memasukkan nya kedalam tas.
"Ami, Lia masuk AVATAR bisa kan!" kata Anza meminta izin. Ami masih saja diam tak mempedulikan sahabat sahabatnya menunggu respon yang ia keluarkan. ia pun kembali dan mengambil kunci mobil nya lalu mengendong tas punggung nya ,seakan akan tidak terjadi seusatu disana
ami pun berbalik, menatap Anza dan Lia lekat lekat, matanya mengeluarkan aura Devil yang sering disebut sebut anak anak kelas beladiri.
"Mau jawaban apa!" kata Ami dingin
"ja jadi ,Lia bi bisa massuk kan !" kata Anza terbata bata
"kenapa kau yang bicara, kan dia yang mau masuk.!" kata Ami memainkan lengan tangannya memakai jam tangan yang tadi sempat ia lepas
"Sassaya ma ma mau ,ikut AVATAR!" kata Lia ikut terbata bata
"lo ngelunjak amat sih , berani ngejawab king!" kata Nastiti kesal
"udah, cuma gue yang boleh ngomong, Za bisa kok ,Lia bisa gabung !" kata Ami menatap Anza dan Lia
__ADS_1
"apaan sih Mi, nggak bisa gitu dong.!" kata Alfi ikut angkat bicara. Ami mengangkat tangannya pertanda Alfi untuk diam
"tapi ,tunggu gue Mati baru dia bisa masuk, lo bukan anak kecil Za, nggak pantes elo bilang kayak gini ke bascame, !" kata Ami berjalan ditengah tengah ,sengaja menabrak pundak Lia dan Anza lalu dia pun hilang dari balik pintu
"Aku kecewa Za sama kamu, disini kamu sama Ami ada kaitan darah, tapu kenapa kamu bisa bikin Ami tersinggung kayak gitu.!" kata Vebri ikut keluar
"Ami!" teriak Candra berlari menyusul Ami dengan dengaja dia mengaprak pundak Lia
"lo apaan sih Za, ngeselin deh.!" kata Alfi ikut keluar diikuti Nastiti dan Eka
"ah ,jadi kenyang gue, yang lawas aja nggak bisa masuk apalagi yang masih baru ,!" kata Geo mengeleng kan kepala dan ikut pergi keluar tanpa menyentuh makannya
"tu kan apa gue bilang ,Ami nggak bakal setuju.!" kata Anza pada Lia
"tapi, gue pingin masuk Za!" kata Lia tak bisa membaca suasana, Anza pun pergi dengan kesal dan menabrak pundak Lia
terus dukung ,dengan like dan komen cerita Terukir Dalam Waktu ini agar saya dapat menyelesaikan cerita ini sampai akhir, Hai untuk kalian semua あrがとうございます。
__ADS_1