Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Menginap 2


__ADS_3

"uh sesak" gumang Candra dipagi itu, ia merasa kebas dibagian tangan dan kakinya, seperti ditimba benda berat. "buset" Candra terduduk membuat kepala Ami yang bersandar di tangannya jatuh menghatam ubin.



"aduh.!" teriak Ami sepontan


"kamu ngapain sih .!" kata Candra ,tangannya menyilang melindungi tubuh bagian depannya, berjaga seakan diserang.


"apaan sih, ribut amat.!" kata Ami mengelus kepalanya dengan kesadaran belum 100%


"cowok sama cewek tu nggak boleh tidur sambil peluk peluk gitu.!" bentak Candra dengan nada gugup


"apaan sih, siapa yang cowok siapa yang cewek sih, biasa juga kayak gini. aku mau pindah ke kamar kamu ,beresin tuh masih jam 4 juga dasar bawel .!" kata Ami kesal ,dia pun beranjak kekamar Candra masih mengelus kepalanya, jalannya masih sempoyongan ,menaiki tangga satu demi satu.


"agh , sejak kapan dia tidur disini, perasaan semalam dia masih disova, aduh kakiku kebas.!" gerutu Candra tak habis habis



setelah membereskan semuanya ,Candra pun menyusul Ami kekamarnya, ternyata gadis itu sudah kembali tidur, dengan posisi yah tak seperti gadis lainnya saat tidur terlihat cantik. Candra pun mengeluarkan seragam nya membawanya masuk ke kamar mandi, 5 menit kemudia Candra sudah rapi dengan seragamnya dan keluar sambil mengeringkan rambutnya.



"Mingir ,aku mau pipis !" kata Ami mengejutkan Candra, Candra pun hanya diam dan menyingkir dari kamar mandi



"astaga, tu cewek kagak ada rasa gimana gitu nginep dirumah cowok.!" gerutu Candra dan duduk di kursi belajarnya. dia menatap gambar dirinya waktu kecil , ia mengusapnya dan bergumang "kita udah gede ya Mi " celetuk Candra " lu pikir kita kagak tumbuh, kampret.!" kata Ami mengetutkan Candra hingga pemuda itu jatuh dari kursi karna kaget



"elu setan apa orang sih, mandi sana udah jam 5 tuh.!" kata Candra kesal dan bangkit


__ADS_1


"gue nggak mau berangkat.!" kata Ami berjalan ke kasur



"jangan mulai deh, ayo lah.!" kata Candra membujuk sahabatnya itu.



"pokoknya aku nggak mau.!" kata Ami berbaring dan menutup.tubuhnya dengan betkafer biru milik Candra.



"yaudah , elu dirumah aja , jangan kemana mana, kalok laper bilang bi Inah , !" kata Candra berpesan kepada Ami bak suami yang akan dinas meninggalkan istrinya.



"jangan bilang siapa siapa kalok aku nginep disini ,!" kata Ami dari balik selimuat




"aku berangkat, nanti mau dibawain apa ?" kata Candra memakai sepatunya



"kagak deh Can, cepet pulang aja . nggak asik marah sendirian .!" kata Ami duduk melihat Candra



"oke , aku berangkat ,bey !" kata Candra berpamitan dan melambaikan tangan pada Ami sebelum tubuhnya benar benar hilang dari balik pintu..


__ADS_1


Ami pun kembali melanjutkan tidurnya, hingga tengah hari ,ia terbangun karena perutnya merasa aneh, antara sakit dan mual.


dia pun kebawah menuju dapur, dan meminta bi Inah untuk membuatkannya Mie Goreng instan, Ami memakannya hingga habis ,tetapi rasa sakit diperutnya pun tak kunjung reda. "apa iya sih aku dapet jadwal halangan lagi" gumang Ami mengingat 2 minggu yang lalu dia baru saja selesai haid



"Ami nggak sekolah ?" suara seorang peria mengejutkan Ami yang tengah memegangi perutnya



"engga pi, perut Ami tiba tiba sakit !" kata Ami manja



"iya ,wajah mu pucat sekali , kita periksa ke RS yuk !" kata papa Candra yang masih berbaju lengkap baru pulang dari kerja



"enggak ah pi, Ami mau bobok lagi aja ,!" kata Ami beranjak dari kursi makan



"wajah pucat, keringat banyak, bibirnya kering , semoga bukan penyakit itu yang bersarang ditubuh mungilmu nak !" gumang papa nya Candra melihat Ami sekilas,




untuk pembaca


ありがとうございます


__ADS_1



__ADS_2