Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Bantuan


__ADS_3

Sudah sebulan Ami bersekolah, masih menggunakan tongkat tentunya. Dia mulaI terbiasa dengan adanya Lia diAVATAR, sering sekali Lia membantu Ami.


Beberapa waktu yang lalu


"Can, aku ingin ketoilet.!" Kata Ami siang itu


"Ayo ,kita ketoilet.!" Kata Candra membantu Ami berdiri. Ami merasa sangat terbantu memiliki Candra, dia mau membantu disaat susah.


Sesampai didepan toilet sekolah


"Ayo." Kata Candra hendak masuk kedalam toilet wanita


"Kau mau apa.?" Tanya seorang gadis yang hendak keluat toilet


"Membantu nya ketoilet.!" Jawab Candra polos


"King, beritau dia, kurasa dia menjadi mesum.!" Kata nya pada Ami dan pergi sambil mengelengkan kepalanya diikuti 2 gadis lainnya


"Apa maksud mereka.!" Kata Candra melihat gadis itu pergi melewati dirinya

__ADS_1


"Ahahaah" Ami terkekeh geli melihat wajah polos sahabatnya.


"Apa yang kau ketawakan.!" Kata Candra bingung


"Kau bantu aku sampai disini saja, aku akan masuk sendiri.!" Kata Ami memegang lengan Candra yang masih tak sadar


"Tapi disana licin, aku akan memastikannya dulu.!" Kata Candra hendak masuk kedalam toilet, dengan cepat Ami memegang tangan Candra menahannya agar tidak masuk


"Apa kau gila.?!" Celetuk Ami ,wajahnya berubah menjadi serius membuat Candra makin bingung


"Kenapa kau marah.?" Kata Candra kesal


"1 .. 2.. 3.. " gumam Ami tersenyum geli


"Aaaaaaaaaaa, dasar mesum.!!!" Jeritan gadis gadis dari dalam toilet, Ami tertawa kegelian saat Candra keluar dengan wajah syok nya.


"Kenapa kau, tidak memberitauku. Bagaimana bisa aku lupa jika kau wanita.!" Kata Candra jongkok sambil meremas rambut nya frustasi.


"Apa.! Aku sudah menahanmu, tapi siapa yang tak bisa menahan nafsu nya untuk masuk.!" Kata Ami "sudahlah aku akan masuk kau tunggu disini.!" Perintah Ami, dia pun berjalan berlahan memasuki toilet wanita, saat masuk deg ada Lia disana sedang mencuci tangannya.

__ADS_1


Ami hanya diam saja, melewati Lia dengan canggung dan kesal.


"Kenapa tidak bisa.!" Kata Ami saat ingin masuk kesalah satu toilet disana. Tapi dia kesulitan untuk duduk dikloset karena tongkat nya menyusahkan.


"Berikan padaku.!" Kata Lia lirih mengulurkan tangannya


Sebenarnya Ami sanagtlah engan untuk menerima bantuan Lia ,karena dia masih kesal karena ulah Lia dia jadi sepertiini. Akhirnya Ami memberikan kedua tongkat penyanga nya kepada lia, dan dengan sigap Lia menutup pintu toilet untuk Ami, ia pegang dari luar agar Ami tidak perlu berdiri lagi untuk menutup pintunya.


"Kenapa kau membantuku.!" Kata Ami dari dalam toilet "apa kau kasihan padaku, ah tidak apa kau ingin menebus dosa mu padaku.?! " kata Ami lagi,


"Aku ingin minta maaf Ami, aku menyesal telah melukaimu benar kata ayahku, balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah.!" Kata Lia masih memegangi pintu.


Ami hanya diam mendengar perkataan Lia, sebenarnya dia bisa memaklumi perilaku Lia padanya, Ami tau dia sangat kesal pada ayah nya juga pada dirinya sebagai Anak ayah, tapi Ami marah karena perilaku jahatnya membuat dia harus resain dari kegiatan favoritnya, dia jadi sulit bergerak karena kakinya patah. Ami sendiri sadar hatinya tak kuat jika harus marah pada orang dalam jangaka waktu yang lama. Dan dia akan memilih untuk kebahagiaan orang terkasihnya bahagia walaupun dia menderita.


"Buka pintunya aku sudah selesai.!" Kata Ami mengusap airmatanya, Lia yang mendengar pun langsung membuka pintu Toilet dan mengulurkan tongkat Ami. Dengan cepat Ami menerima tongkat itu dan berjalan keluar, naas tongkatnya tergelincir dan keseimbangan Ami mulai goyah, dengan kilat Lia memegangi tubuhAmi agar tidak jatuh kelantai. Ami hanya diam saja saat Lia membantu Ami berjalan keluar


, diluar Candra sudah mondar mandir cemas memikirkan Ami yang lama ditoilet "apa dia tidak bisa masuk wc, apa dia kesusahan memakai celana dalamnya, apa dia kesulitan untuk cuci tangan, apa jangan jangan dia jatuh di toilet.?!" Pikiran Candra sudah kemana mana, dia memutuskan akan masuk menerima semua konsenkuasi yang akan ia dapat, mungkin dipukul para gadis, atau bahkan diskors gara gara masuk ketoilet wanita, namun saat hendak masuk Ami sudah berada dihadapannya dengan Lia.


"Kenapa kau lama, kau tidak apa apa kan.?" Kata Candra cemas Ami hanya menjawab dengan Anggukan, "terimakasih sudah membantu nya.!" Kata Candra meraih lengan ami yang dipegang Lia, dengan telaten Candra membantu Ami berjalan meninggalkan Lia yang masih terpaku oleh ketampanan Candra.

__ADS_1


__ADS_2