
"Drettt...drettt..drettt..."
Tiba tiba Hp Ami berbunyi ,membuat Candra langsung terbangun dan duduk dipingir kasur.
Ami langsung mengambil ponsel nya dan mengangkat telfon itu ,
"Hallo .." kata Ami setelah meletakkan ponsel itu ditelinganya
"Ami, ayo jemput kak Edo dibandara.!" Ajak Eza
"Kak Edo pulang sekarang.?" Tanya Ami langsung berdiri dari duduknya ,nampak wajah bahagia tersirat bahagia.
"Iya ,ayo cepat pulanglah dan bersiap siap aku tunggu.!" Kata Eza menutup telfonnya
"Yeee .." Ami berjingkrak jingkrak dan memeluk Candra secara reflek
"Kau tau Can, hubunganku dan kak Eza sudah membaik, dia ternyata memiliki sisi yang lembut seperti kak Edo, Dan sekarang dia mengajakku menjemput kak Edo dibandara.!" Kata Ami senang.
"Benarkah, dia tidak memukulmu lagi .?" Tanya Candra curiga
"Tidak sama sekali, bahkan semalam dia tidur dikamarku, menjagaku ." Kata Ami polos
"Apa.? Dia tidur bersamamu.?" Kata Candra terkejut
"Ya ,dia bahkan tidur sambil memelukku ,seperti yang kau lakukan padaku.!" Kata Ami bahagia ,itu adalah momen yang langka saat Eza mau tidur bahkan sampai memeluknya dan menjadikan lengannya sebagai bantal
"Mana boleh ..!" Kata Candra kesal sambil membuang muka
"Apanya yang tak boleh ,bahkan saat aku sakit kak Eza selalu membuatkan aku bubur, membantuku untuk tidur dan juga dia sekarang mau mengantarku kesekolah." Kata Ami memuji sang kakak penuh dengan kebangaan
__ADS_1
"Hentikan, jangan memuji laki laki lain di hadapanku, kau pulanglah dan jemput kakak mu, dan cepat kembali kemari.!" Kata Candra mendorong Ami keluar dari kamar nya dan menutup pintu kamar nya dengan paksa
"Bisa bisanya dia menyanjug lelaki lain didepanku, setelah dia berciuman denganku. Ini yang kedua Mi ,kuharap ada ciuman ciuman ketiga dan seterusnya.!" Batin Candra sambil mengusap bibirnya ,senyuman tersirat manis dibibir pemuda itu ,cih manusia kasmaran.
"Kenapa dia begitu padaku, cih dasar aneh.!" Kata Ami pergi setelah menendang pintu kamar Candra, diapun menuruni tangga dan meminta izin pada Mama Candra bahwa ia ingin pulang dan akan menjemput sang kakak dibandara.
Sesampainya dirumah, Eza sedang bersiap dikamarnya ,begitu juga Ami ,ia langsung bersiap seperti biasa mengucir rambutnya dan mengenakan kaos hitam dan celana jins berwarna navy, dipadukan dengan jam tangan berwarna coklat ,tak lupa mengucir kuda rambut sebahunya. Sepatu kets berwaena hitam cukup senada dengan kaosnya nya.
"Kak ,ayo buruan.!" Kata Ami manja didepan pintu kamar Eza
"Iya bentar, nggak usah teriak teriak.!" Kata Eza ,tak lama Eza keluar dengan mengenakan celana pendek selutut dan menggunakan jaket berwarna hijau ,tak pula ia mewarnai jambulnya
"Wow ,artis korea dari mana nih.!" Kata Ami mengejek
"Kau malu aku berpakaian sepertiini.?" Kata Eza menghentikan mengikat sepatunya setelah Ami berkata sepertiitu.
"Hah ,tentu saja dulu aku menjadi pria pujaan di Airi School ,dari Junior High School ,Sampai sekarang di univ ,kau harus bangga dengan itu.!" Kata Eza berdiri sok keren
Dia pun bergegas mengambil tas pundaknta dan keluar sambil menutup pintu, diikuti Ami mereka berdua menuruni tangga bersamaan.
"Nanti makan malam saja di jalan bareng kak Edo ya." Kata Eza setelah dimobil
"Oke.!" jawab Ami semangat
Setelah dibandara ,mereka berdua cukup menarik perhatian, kulit putih dengan gaya stayl yang pas pada diri mereka cukup membuat aura tampan dan keren mereka keluar.
Edo yang sudah menunggu, dengan gaya stayl tak kalah keren ,menggunakan jas cukup membuat pembisnis muda itu menjadi sorotan beberapa pramurari disana. Ia melihat 2 sosok yang selalu tak akur berjalan berdampingan.
"Kak." Ami menaikkan tangannya sambil melambaikannya pada Edo, dan Edo pun membalas nya dengan senyuman yang lebar.
__ADS_1
Ami yang melihatnya pun berlari keciL mendekati Edo, tanpa tak sengaja ia menabrak seorang ibu ibu yang sedang memegang jus, jus itu pun tumpah dilantai mengenai sepatu.
"Maaf tante , saya nggak sengaja.!" Kata Ami membungkuk
"Apa kau anak kecil hinggak kau harus berlari sepertiitu, kau lihat sepatuku jadi kotor gara gara ulahmu, cepat ganti rugi.!" Omelnya sambil menekan nekan kepala Ami dengan jarinya
"Maaf ,tapi sepatu anda tidak kotor sama sekali.!" Kata Ami masih sopan
"Kasar sekali omonganmu, apa kau menganggap akU buta.? Tak melihat noda itu.!" Kata ibu ibu itu hendak menampar Ami karena kesal omongannya dibantah
Dengan sigap Eza, menahan tangan ibu ibu itu, dengan mengeluarkan muka garang nya
"Kau mau memukul adikku ,iya .?! Makan aku akan mematahkan tanganmu terlebih dahulu, aku akan mematahkannya hingga kau tidak bisa menggunakannya lagi." Kata Eza sambil mendorong ibu ibu itu
"Cih ,apa kau tidak dididik oleh orang tuamu.? Kau belajar etika dimana ha.!" Ibu ibu itu mulai bergetar
"Kenapa kau membawa orang tuaku, dimana orang tuamu hingga kau berani main tangan pada adikku ,yang seusia anakmu ,kau tak punya anak .? Apa anakmu sama sama jalang sepertimu ha.!" Bentak Eza langi dengan kata kata yang lebih kasar
"Kak ,jaga bicaramu ayo.!" Kata Ami menarik tangan Eza
"Eza, jaga ucapanmu." Kata Edo menengahi keributan yang sekarang menjadi bahan tontonan
"Bibi ,maafkan adikku ,dia memang kasae ,aku akan mendidiknya lebih baik maafkan aku dan adik adikku bibi, ini kartu namaku ,aku akan bertangung jawab atas kejadian ini ,aku pun akan menganti sepatu bibi yang kotor.!" Kata Edo mengeluarkan kartu namanya
Ibu ibu itu langsung melotot setalah tau siapa yang berurusan dengannya, keluaga terkaya dinegara ini ,sungguh suatu hal yang memalukan tetapi juga suatu hal yang beruntung. Bibi itu pun pergi tanpa menjawab perkataan apapun setelah mendapat kartunama Edo.
"Sudah puas ributnya ,Ayo pulang.!" Kata Edo tersenyum pada kedua adiknya ,dan merangkul mereka untuk pulang.
Ami pun memeluk Edo dengan erat sebelum berjalan meninggalkan bandara,
__ADS_1