Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Pertanda buruk


__ADS_3

Hubungan Ami dan Lia sudah semakin akrab, sesekali Lia membuat makan sian untuk Ami, dan Ami beberapa kali memberi Lia hadiah seperti baju atau hadiah kecil seperti penjepit rambut, sebenarnya Ami adalah tipe anak yang suka memberi hadiah, uang nya ? Tentu uang pribadi miliknya sendiri, selain menjadi seorang atlet Ami juga seorang seniman, sering manggung dibeberapa cafe ternama, piano atau gitar keduanya mahir dimainkan oleh nya, dari bayaran kafe lah Ami mendapat uang untuk memberi sahabat sahabatnya hadiah kecil.


Siang itu, mereka berjalan jalan mall pusat perbelanjaan brendet terbesar dikota.


"Emm, ini sangat cocok untuk Candra.!" Gumam Ami, saat melihat sebuah sweeter berwarna abu abu muda, saat hendak mengambilnya ada sebuah tangan lain yang juga menyentuh benda itu.


"Kau ingin membelinya.?" Kata Ami saat melihat Lia adalah orang yang sama sama memegang baju itu.


"Ah ,ya apa kau juga menginginkannya.?" Tanya Lia melepas baju itu


"Ya, aku merasa seseorang akan cocok menggunakannya, tapi kau bisa membelinya, aku akan membeli yang lain.!" Kata Ami menyondorkan baju itu


"Aku juga merasa, seseorang akan terlihat manis saat mengunakan ini, terimakasih king aku akan membelinya.!" Kata Lia menerima baju itu dan berjalan kekasir


"Semanis apapun dia, dia akan kalah saat Candra yang memakainya.!" Gumam Ami mengelengkan kepala dan mengambil 3 buah kaos putih bertulisan "#hope" berwarna hitam.


"Aku harus melakukan kontrol rutin di Rs aku pergi dulu ya.!" Kataku setelah melihat Candra menunggu di lobi


"Uh, sang pengeran sudah menjemput.!" Ejak Anza


"Sudah puas kalian belanjanya.?" Kata Candra mendekati Ami dan mengambil Alih belanjaan yang dibawa Ami


"Ya, aku membeli baju untukmu dan Geo, kita akan memakai baju coupel itu sangat lucu.!" Kata Ami

__ADS_1


"Baiklah, kita akan buka dirumah nanti, ayo kita berangkat nanti terlambat.!" Kata Candra


"Hem, aku pergi ,bey.!" Kata Ami melambaikan tangan dan berjalan disamping Candra


"Candra, tunggu.!" Lia menghentikan langkah Ami dan Candra


"Emm, aku juga membelikan mu hadiah kecil semoga kau suka.!" Kata Lia menyondorkan sebuah bingkisan


"Maaf, tapi Candra tidak menerima hadiah.!" Kata Ami


"Ah, benarkah." Kata Lia lesu


"Tapi kurasa tidak apa apa, iya kan Can dia angota AVATAR.!" Kata Ami menyengol Candra memberi kode untuk menerima bingkisan dari Lia


"Ah, sungguh ini menyenangkan, terimakasih sudah menerimanya, kuharap kau berkenan memakainya.!" Kata Lia siratan merah tergambar di kedua pipi Lia.


Entah kenapa Ami jadi kesal melihat perilaku manis Lia, dia menjadi muak melihat tingkah Lia yang sepertiitu pada Candra, Ami pun melirik sorot mata Candra ,tergambar jelas jika Candra juga terpaku menatap gerakan malu malu kucing Lia.


Ami melepas tangan nya dari gandengan tangan Candra, ia merasa ada yang salah, tidak bahkan dia belum menemukan jawaban atas apa perasaan nya, tapi kenapa Candra begitu terpaku melihat Lia, Candra tidak pernah melihatnya bukan tidak pernah menatapnya dengan lekat begitu. Apa dia , apa Candra jatuh hati pada Lia.!


"Ami, kau kenapa.?" Kata Ahriz yang tak sengaja ditabrak Ami karena bergulat dengan pikirannya


"Maaf." Singkat Ami yang tak memandang lawan bicaranya

__ADS_1


"Aku melihat drama disini, apa ada syuting disini.?" Kata Nastiti berbisik


"Ya, ini harga yang diterima Ami, berbesar hati memaafkan penghianat, dan sang penghianat mengambil jantung Ami, kalian tau kan seberharga apa Candra bagi hidup Ami.!" Kata Vebri sambio melipat tangannya didada


"Apa yang kalian lakukan, cepat bantu Ami.!" Kata Anza panik


"Jangan lakukan apapun untuk sekarang.!" Kata Vebri menahan Anza "bencana ini tak akan berhenti jika hanya kau yang menahannya.!" Kata Vebri


"Ehem, sekali terimakasih.!" Kata Candra tersenyum pada Lia dan mendapati Ami tak berada disampingnya


"Ami, apa kau sakit.?" Tanya Ahriz memegang pundak Ami


"Eh, Ahriz, ah tidaK tidak, aku baik baik saja.!" Kata Ami gelagapan menjawab pertanyaan Ahriz


"Kenapa kau disini, ayo kita berangkat.!" Kata Candra mendekati Ami dan melepas tangan Ahriz dari pundak Ami


"Em, Can aku akan berangkat sendiri ke Rs, kau pulang duluan saja.!" Kata Ami melepas tangan Candra dan pergi, tapi baru beberapa Langkah dia sudah menabrak seseorang hingga jatuh


"Ami.!" Teriak Candra mendekati Ami dan membantu Ami berdiri setelah meminta maaf, dia memapah Ami dan membawanya keluar gedung


"Kau jalang.!" Kata Lia membentak Lia yang masih terpesona dengan senyuman Candra


"Za, ayo pergi, aku tak sudi jalan bareng dia lagi.!" Kata Vebri menyengol bahu Lia dengan sengaja dan mereka pun pergi meninggalkan Lia yang masih termenung dengan ucaoan Anza

__ADS_1


__ADS_2