
Kejadian tadi siang membuat mood Ami jadi buruk dan kacau ,biasanya Ami akan menjawab sapaan dari teman teman yang menyapanya ,namun untuk kaliini ia malah memberikan tatapan iblis kepada mereka yang menyapa, membuat orang orang takut dan bertanya tanya apa yang terjadi pada Ami.
Ia segera kekels mengambil tas nya dan menelfon Eza untuk menjemputnya.
"Kak, jemput Ami sekarang ,titik ,jangan pakek lama.!! " kata Ami setelah pangilan suaranya menyambung ,dan belum ada jawaban dari sebrang.
Eza yang sedang berada dikelas pun langsung meminta izin pulang lebih cepat karena ada keperluan mendesak, Eza segera berlari memasuki mobilnya dan mengendarainya menuju sekolah Ami
Ami sangat kesal hingga tong sampah lagi lagi ia tendang, saat didepan sekolah tangan Ami ditahan oleh Candra
"Apaan ,mau belain pacarmu.?" Kata Ami langsung menepis tangan Candra dengan kasar
"Enggak, mi tolong jangan diemin aku kayak gini.!" Kata Candra melas
"Nggak ada otak kamu ni Can.!" Kata Ami memalingkan wajahnya
"Apa karena aku sekarang pacaran sama Lia, kamu jadi ngejauh dari aku.?" Candra meraih tangan Ami "tolong ,apa pertemanan kita selama ini hanya sebatas ini saja Mi.?" Kata Candra
"Oh ,jadi gini ,katanya temen tapi pegang tangan pacar orang lain, kamu lupa Mi kita ni sahabat ,kamu tega banget mau rebut pacar sahabat kamu sendiri.!" Kata Lia menarik tangan Candra dari tangan Ami
__ADS_1
"Ngak ngaca ni orang.!" Kata Ami menarik sudut bibirnya
"Dasar jalang, kurang ajar .!" Kata Lia menmpar pipi Ami ,
"Heh, jalang sialan.!" Kata Eza yang tiba tiba muncul langsung menampar Lia, membuat Lia jatuh tersungkur
"Dek, sakit ya ,mana coba kakak liat.!" Kata Eza mengsung melihat pipi Ami yang nampak memerah
"Ami kamu nggak papa.?" Kata Candra hendak mendekati Ami,
Dengan posesif nya ,Eza langsung menyembunyikan Ami dibelakang tubuh kekarnya
"Apa, mau apa kau.! Urus saja jalang mu yang tidak tau sopan santun itu, nggak habis pikir aku kau ninggalin adekku yang tulus sama kamu, demi jalang murahan kayak gini, dan sekarang kalian nggak ada yang boleh deketin Ami lagi, sampek aku tau kalian ndeketi Adekku aku akan hajar kalian dengan tanganku sendiri.!" Kata Eza sambil mengacungkan telunjuknya diwajah Candra dan Lia yang telah berdiri disamping Candra ,
"Aku nggak pernah punya sahabat murahan kayak Kamu, .!" Kata Ami memincingkan matanya menatap Lia
Lia pun terpundur, tangannya mengenggam erat seakan menahan emosi.
Sesampainya dirumab Eza langsung mengompres pipi Ami mengunakan air es,
__ADS_1
"Pipimu kenapa nak.?" Tanya papa Ami yang barusaja pulang karena jam makan siang
"Ada jalang nggak tau diri tadi pa.!" Kata Eza
"Siapa.?" Tanya papa Ami penasaran ikut duduk disamling Ami
"Lia ,anak kepala sekolah, sodara jauh kita.!" Kata Eza lagi, padahal Ami sudah tak mau memperpanjang masalah itu
"Pa, kak Ami mau pindah ke Jepang berobat disana.!" Kata Ami
"Bagus, besok kakak buatkan surat keluar buat kamu .!" Kata Eza membereskan kompresan air es nya
"Tidak, aku akan menunggu sampai ulang tahunku yang ke 17 bulan depan, baru aku mau pindah.!" Kata Ami
"Kenapa ,kan lebih cepat lebih baik.!" Kata papa Ami
"Karna, Ami mau ngucapin kata perpisahan dengan benar.!" Kata Ami
Ami menyimpan dendam yang memenuhi hatinya, dia akan membalas semuanya dengan setimpal.!
__ADS_1
Mohon bantuannya ya ,jangan lupa like komen ,dan vote novel ini ,biar autor makin semangat ,dan bisa cepat sembuh dari sakit nya..
Domoarigatou gozaimasu ππ