Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Tanda


__ADS_3

Sudah 2 minggu Ami terus saja bergulat dengan perasaannya, ingin menyatakan perasaannya atau tidak , aih benar benar membuat kepala pusing.


Hariini adalah pertandingan terakhir, yaitu sepak bola wanita, semula berjalan dengan seru dan baik baik saja, tapi di pertengahan pertandingan kelas B membuat kecurangan , dengan membuat salah satu pemain dari kelas A cidera.


"Bagaimana ini king, Naura sudah tidak bisa bertanding.!" Kata Geta pada Ami


"Dimana pemain cadangannya.?" Tanya Ami tenang


"Tidak ada," jawab Geta sebagai ketua tim


Tentu saja tidak ada, mana mungkin anak anak dari latar belakang bangsawan mau ikut pertandingan yang membuat lelah begini.


"Aku yang akan mengantikannya, berikan kaos nya.!" Kata Ami memberikan keputusan


"Tapi king, kakimu ?" Sahut Geta hawatir


"Tidak apa apa, ini jalan satu satunya aku bisa.!" Kata Ami nekat

__ADS_1


Semua tim pun kembali ke lapangan, semua terkejut saat Ami memasuki lapangan, sangat keren dengan rambut diikat kuda, mereka pun berdoa dan memulai permainan yang tertunda. Ami mati matian menahan rasa sakit dikakinya, ia hanya menggiring bola tidak menendang nya dengan kencang, ia masih takut jika kaki nya kembali cidera dan membuatnya benar benar menggunakan tongkat.


"Gollll..." sorakan seporter mengema diseluruh sekolah.


Ya ,usaha memang tidak menghianati hasil ,Ami bisa memasukkan satu bola ke gawang di menit terakhir. Kakinya memang sakit tapi dia senang sekali karena kelasnya menang karena goll yang ia buat.


"Tandu, bawa tandu kesini.!" Kata Geta berteriak , tim PMR pun memasuki lapangan membawa tandu ,tentu saja ada Ahriz yang membawa tas tenteng berlari ke lapangan terlebih dahulu.


"Kenapa kau ceroboh sekali ?" Kata Ahriz membantu Ami duduk di tandu dan menyemprotkan gas dingin dikaki Ami. Lalu mendampingi Ami menuju kepinggir lapangan


"Aku senang sekali." Kata Ami sambil menyeringai menahan sakit saat Ahriz membantu membuka sepatu Ami.


"Tapi aku senang, karena kelasku menang.!" Kata Ami mengabaikan omelan Ahriz


"Aku akan mengompresnya, jangan banyak gerak.!" Kata Ahriz meletakkan kantung Es dikaki Ami.


"Kau mau kemana.?" Tanya Ami saat Ahriz mulai membuka pintu

__ADS_1


"Keluar, aku pergi keluar dulu, kau istirahatlah.!" Kata Ahriz menghilang dari balik pintu


"Ah ,aku akan tidur dulu sebentar disini.!" Kata Ami mulai menutup matanya, dan ia mulai tertidur dengan damai.


Satu jam sudah Ami terlelap , ia mulai terusik saat mendengar seseorang memegang keningnya.


"Riz ,kenapa.?" Ami perahan membuka matanya , namun rasanya berat


"Kayaknya,kamu demam deh Mi ,kamu juga pucet banget.!" Kata Ahriz hawatir


"Iya Riz, kayaknya aku demam ,kamu liat Candra nggak, biar dia anter pulang aku.!" Kata Ami berlahan duduk dibantu Ahriz


"Hariini aku nggak liat Candra deh Mi, pas Rapat terahir juga dia nggak ada.!" Kata Ahriz memberi minum ke Ami


"Tolong hp dong Riz, aku mau call sopir minta dijemput.!" Kata Ami menunjuk ponsel dimeja dekat kasur


Benar saja ,2 hari Ami dirawat di RS dan ia mengeluhkan jika perutnya seribg sakit. Ia juga sering memuntahkan makanannya ,Ami fikir itu hanyalah karena mag yang ia derita kambuh ,tapi sekarang malah ia sama sekali tidak bisa makan dan sering demam. Teman temannya sama sekali tidak tau menahu tentang Ami yang dirawat di RS

__ADS_1


Ami juga tidak memberitahu Candra ataupun Anza , karena Candra entah kenapa sulit dihubungi . Ami pikir Hp Candra hilang, atau rusak entahlah ,dia jarang sepertiini.


Maaf sekali ,teman teman saja off lama ,ya karena kesibukan seorang maba membuat saya mau tidak mau off untuk meneruskan cerita ini,. Untuk yang sudah setia menunggu Domoarigatou gozaimasu .. jangan lupa like dan komen supaya saya semangat meneruskan cerita ini.. ..


__ADS_2