Terukir Dalam Waktu

Terukir Dalam Waktu
Siuman


__ADS_3

Sudah 2 hari Ami dibiarkan terlelap di kasur rumah sakit, tubuhnya masih saja terpasang alat alat, ia tidak makan hanya cairan infus saja yang mengisi energinya.


"Bagaimana keadaannya.?" Tanya Edo pada Eza yang tengah mengupas buah apel


"Masih sama, kata Dr.Anton Ami sudah cukup istirahat jadi saat dia siuman ,dia tidak perlu disuntik tidur lagi.!" Jawab Eza yang masih saja sibuk mengupas dan membotong apel


"Baguslah, lalu apa yang kau lakukan.?" Tanya Edo heran


"Aku mengupas buah untuk Ami, dia sudah 2 hari tidak makan, dia pasti lapar jadi aku mengupaskannya buah untuk ia makan.!" Kata Eza polos


"Apa kau sudah tanya Anton, kalok Ami sudah boleh makan buah.?" Tanya Edo cemas


"Ah, benar bagaimana bisa aku lupa, aku akan bertanya padanya.!" Kata Eza langsung berdiri dan keluar ruangan mencari dr.Anton


"Dasar ceroboh.!" Kata Edo mengelengkan kepalanya sambil duduk dikursi menghadap Ami

__ADS_1


"Dek, kakak datang, cepet sembuh ya ,kasian kakak mu tuh dia makin nggak beres otaknya, masak dia mau pindahin baju baju kamu kesini.!" Kata Edo tertawa garing ,karena hanya dia yang tertawa ,dan lawan bicaranya hanya terbaring tak memberi balasan


Tiba tiba airmata Edo jatuh, ia tak kuasa melihat kondisi sang adik perempuannya tak berdaya sepertiini.


"Maafin kakak dek, kakak sibuk kerja terus nggak bisa temenin kamu, sampe kamu sakit kayak gini kakak nggak tau.!" Kata Edo lirih namun masih bisa didengar.


Perlahan Ami membuka matanya, ia merasa punggung nya kebas dan lapar, beberapa kali ia kedipkan matanya agar fokusnya kembali.


"Kak .." lirih Ami


Edo yang masih menunduk karena menangis reflek melihat kearah Ami


Tak berapa lama, dr.Anton, Eza dan beberapa perawat datang dengan terpogoh pogoh.


"Ami, bagaimana keadaanmu, apa masih sakit.? Dimana yang sakit, bilang ke kkak.!" Eza langsung melontarkan banyak pertanyaan saat Ami mulai tersenyum tipis

__ADS_1


Dr.Anton langsung memeriksa tanda tanda vital Ami , dr.Anton pun tersenyum melihat bahwa kondisi Ami jauh lebih baik dari sekarang.


"Apa aku bisa duduk.? Punggungku sakit.!" Kata Ami mengeluh


"A , apa dia bisa duduk , kasian adikku ini ,dia sudah beberapa hari berbaring terus, a dan apa dia bisa makan, kasian dia belum makan apa apa,?" Kata Eza sambil merangkul bahu dr.Anton


"Tentu, perawat tolong bantu Ami duduk bersandar." Para perawat pun langsung membantu Ami agar posisinya nyaman "makanlah beberapa potong buah yang sudah disiapkan kakak mu, kondisimu sudah membaik, dan minumlah air putih hangat, jika kau merasa mual, beritau perawat dan dia akan memberikan obat untukmu.!" Kata dr.Anton sambil mengusap lembut kepala Ami


"Hei, tidak perlu mengusap kepalanya.!" Kata Eza langsung menepis tangan dr.Anton


"Tenanglah Za, tak ada yang akan mengambil adikmu darimu.!" Kata dr.Anton tersenyum lebar


"Adik ku memang milikku, iya kan Ami.!" Kata Eza sambil menyondorkan potongan Apel pada Ami


Dengan senyuman yang mengembang, Ami pun memakan potongan apel yang disondorkan oleh Eza ,ia langsung memakannya dari tangan Eza.

__ADS_1


"Aku ingin kebahagiaan seperti ini abadi selalu.!" Kata Ami sambil tersenyum


Eza dan Edo pun tersenyum pasi, namun tulus setelah mendengar perkataan Ami


__ADS_2